Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT UMUR PEMOTONGAN PARUH TERHADAP PERTAMBAHAN BERAT BADAN, KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKAN DAN UMUR MULAI BERTELUR PADA BURUNG PUYUH R. Eddy Sugiharto; Supriyanto Supangat
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 1 No 2 (2006)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.984 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v1i2.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat umur pemotongan paruhterhadap pertambahan berat badan konsumsi pakan, konversi pakan dan umur mulai bertelur.Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi pada umur berapa pemotonganparuh burung puyuh dilakukan agar didapat pertambahan berat badan, konsumsi pakan,konversi pakan yang optimal dan umur mulai bertelur yang lebih muda.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat umur pemotongan paruh tidak berpengaruhterhadap pertambahan berat badan (P > 0,05), berpengaruh terhadap konsumsi pakan (P < 0,05)dan sangat berpengaruh (P < 0,01) terhadap konversi pakan. Hasil terbaik pada perlakuan P3dan terhadap umur mulai bertelur dengan urutan terbaik pada perlakuan P4 dan P3.
IDENTIFIKASI STRATEGI PEMASARAN TELUR AYAM RAS (Studi Kasus Pada PT. Dara Molek Farm Kabupaten Bogor) R. Eddy Sugiharto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.22 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v3i2.253

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang danancaman yang paling berpengaruh dalam pemasaran dan mengetahui strategi pemasaran yang dilaksanakan oleh PT. Dara Molek Farm. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2008 di PT. Dara Molek Farm, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Penentuan faktor yang paling berpengaruh dilakukan dengan analisis SWOT (strength, weaknesses, opportunities and threaths) yang diolah secara kuantitatif. Analisis selanjutnya adalah analisis bauran pemasaran meliputi produk, harga, distribusi dan promosi. Kekuatan dalam pemasaran adalah lokasi yang strategis dan mudah dijangkau konsumen produksi telur yang bermutu. Kelemahan dalam pemasaran adalah modal usaha yang terbatas dan kurangnya promosi perusahaan. Peluang yang dapat ditangkap dalam pemasaran telur adalah adanya dukungan pemerintah Kabupaten Bogor dan banyaknya kunjungan wisata ke KabupatenBogor. Ancaman utama yang dihadapi PT. Dara Molek Farm adalah semakin meningkatnya inflasi dan peningkatan harga BBM. Strategi pemasaran untuk yang dilaksanakan oleh PT. Dara Molek Farm adalah mempertahankan citra produk dan mengembangkan produkdengan memproduksi telur yang mengandung omega 3 dan omega 6 dan omega 9.
PENGARUH PEMBERIAN FEED SUPLEMENT UREA MOLASSES BLOCK (UMB) TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FH (FRIESIAN HOLSTEIN) DI KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Endang Endrakasih; R. Eddy Sugiharto; Sasmita Miharja
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.328 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i2.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Feed Supplement Urea Molasses Block (UMB) terhadap produksi susu sapi perah jenis FH. Hasil penelitian menunjukkan pemberian UMB pada ternak sapi perah laktasi selama pengkajian 30 hari dapat menghasilkan tambahan produksi susu 1,67 liter/ekor/hari. Pemberian pakan UMB memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi susu sapi perah. Berdasarkan analisis ekonomi dari kedua perlakuan, ternyata perlakuan P1 yang paling menguntungkan adalah pemberian pakan tambahan UMB dengan pendapatan (Output– Input) yaitu sebesar Rp3.123.100,- sedangkan perlakuan P0 yaitu sebesar Rp2.511.700. Titik impas (Break Even Point/BEP) unit produksi antara perlakuan dan kontrol masingmasing P1 Rp1.610/liter dan P0 Rp 1.770,-/liter, sedangkan B/C Ratio perlakuan P1 1,2 dan perlakuan P0 1,0. Selisih pendapatan antara Po dan P1 sebesar Rp611.400.