Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UMUR PEMOTONGAN PARUH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENAMPILAN BURUNG PUYUH R. Eddy Sugiharto; Kenedy Putra
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.343 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v2i1.225

Abstract

dan rata-rata produksi 70 – 75% (HDA). Daya produksi dan daya hidup burung puyuhsangat baik dan tinggi serta tahan terhadap serangan penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur pemotongan paruh yang ideal terhadappenampilan burung puyuh.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)(Sumarto, 1991: 42). Pemotongan paruh dilakukan pada umur 3 minggu (P1), umur 4 minggu(P2), umur 5 minggu (P3) dan umur 6 minggu (P4). Jika terdapat perbedaan nyata di antaraperlakuan akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) sesuai petunjuk Sumarto(1991) dan Sutjikno (1986: 5-10).Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemotongan paruh tidak berpengaruh nyataterhadap pertambahan bobot badan, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap konsumsi pakan.Perlakuan 1 (P1) menghasilkan konversi pakan yang paling rendah yaitu 3,361. berdasarkan ujistatistik umur pemtongan paruh tidak berbeda nyata terhadap konversi pakan dan umurpemotongan paruh lebih tua menghasilkan umur mulai bertelur lebih awal.
KELEMBAGAAN PENYULUHAN PASCA DITERBITKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN DI KABUPATEN BANDUNG Eddy Sugiharto; Sugeng Widodo; Kenedy Putra; Achdiyat Achdiyat; Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.698 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v4i1.273

Abstract

Tujuan penelitian kelembagaan penyuluhan pertanian adalah: mengetahui kondisi kelembagaan penyuluhan pertanian, mengetahui kondisi fasilitas/sarana-prasarana peyuluhan pertanian, dan merekomendasikan penyempurnaan subsistim penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli sampai dengan Oktober 2008 di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Bandung belum memenuhi amanat dalam Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).