Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN ZAT ADDITIVE ALAMI DAN NON ALAMI DI DESA SITU UDIK DAN DESA CIMANGGU-I KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR Ait Maryani; Ida Nuraeni
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.132 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana responden mengenal zat additive khususnya pewarna, penyedap dan pengawet makanan alami dan non alami, serta untuk meningkatkan pengetahuan penggunaan zat additive tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kemudian dianalisis secara deskriptif, dengan jumlah responden 75 orang (2 desa). Berdasarkan penelitian yang dilakukan responden sebagian besar mengenal zat additive non alami terutama pada penyedap dan pengawet yang tidak baik untuk kesehatan. Dengan penyuluhan bahaya penggunaan zat additive non alami, responden meningkat pengetahuannya sehingga terjadi peningkatan jumlah responden yang mengenal zat additive dan memilih penggunaan bahan pewarna, penyedap dan pengawet alami. Adanya peningkatan jumlah responden dan pengetahuan responden dibuktikan dengan hasil pretest dan postest dilanjutkan dengan uji t menunjukan ada pengaruh penyuluhan yang signifikan.
MOTIVASI PETANI DALAM PENERAPAN PTT PADI SAWAH (Oryza sativa L.) TADAH HUJAN DI DESA KALUKKU BARAT KECAMATAN KALUKKU KABUPATEN MAMUJU Marwati Nas; Dedy Kusnadi; Ait Maryani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.752 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v11i2.347

Abstract

Komponen dasar teknologi (PTT) Padi sawah tadah hujan terdiri dari: (1) Penggunaan varietas unggul baru (VUB), (2) Penggunaan benih unggul berlabel berdaya hasil tinggi, bernilai ekonomi tinggi, (3) Pemberian unsur hara P dan K berdasarkan PUTS, (4) Pemberian bahan organik berupa kompos dan pupuk kandang sebagai penyedia hara dan pembenah tanah, (5) Pengendalian gulma secara terpadu (Balitbang Pertanian, 2014). Penerapan PTT akan dapat terlaksana dan berjalan dengan baik jika motivasi dan tingkat adopsi petani terhadap PTT itu tinggi. Motivasi dapat mendorong seseorang mengaktifkan, menggerakkan dan mengerahkan prilakunya untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau usaha untuk mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengkaji sejauh mana motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah tadah hujan dan apa sajakah faktor-faktor motivasi PTT padi sawah tadah hujan.Tujuan penelitian (1) Mengidentifikasi motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah tadah hujan, (2) Menganalisis faktor-faktor motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah tadah hujan. Penelitian dilakukan di tiga kelompoktani kelas lanjut yang mengikuti program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi sawah tadah hujan. Dari setiap kelompoktani dipilih 15 orang petani yang ditentukan berdasarkan propotional, sehingga total sampel berjumlah 45 petani. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan Uji Non Parametric Kendall’s W. Hasil analisis data dan wawancara mendalam memperlihatkan motivasi petani dalam penerapan PTT padi sawah (Oryza sativa L.) tadah hujan secara umum termasuk baik, hanya saja dari segi kemampuan petani dalam menerapkan teknologi tergolong masih rendah. Berdasarkan analisis non parametric Kendall’s W diperoleh peringkat indikator motivasi petani dalam penerapan PTT Padi Sawah tadah hujan yaitu : I. Kemauan: 2, 57; II. Kebutuhan: 4,41; III. Kemampuan: 1,02.