Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KINERJA PENYULUH PERTANIAN PNS DALAM MELAKSANAKAN TUPOKSI DI KABUPATEN BOGOR (Kasus di BP3K Cibungbulang) Kusmiyati Kusmiyati; Ait Maryani; Dedy Kusnadi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.05 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal penyuluh yang mendukung pelaksanaan TUPOKSI sebagai penyuluh PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan (2) Mengetahui kinerja penyuluh perrtanian PNS di BP3K Cibungbulang dalam melaksanakan TUPOKSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyuluh pertanian yang mendukung kinerja dalam melaksanakan TUPOKSI di BP3K Cibungbulang adalah tingkat pendidikan formal. Sebagian besar penyuluh pertanian PNS di BP3K Cibungbulang berpendidikan DIV/S1, sedangkan faktor usia penyuluh yang sebagian besar (50 persen) berusia > 52 tahun masih produktif untuk mendukung kinerja. Dari 9 indikator keberhasilan penyuluh pertanian PNS dalam melaksanakan TUPOKSI, 7 indikator termasuk kategori baik, sedangkan kategori sedang ada dua indikator yaitu memotivasi petani dalam meningkatkan peran dalam pembangunan pertanian, dan pengembangan swadaya dan swakarsa petani.
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PADI TANAM SEBATANG DI DESA TARATAK BANCAH KECAMATAN SILUNGKANG KOTA SAWAH LUNTO Fitri Fitri; Dedy Kusnadi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.001 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v9i1.322

Abstract

Padi Tanam Sebatang (PTS) menjadi teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui partisipasi anggota kelompok tani dalam menerapkan teknologi di Budidaya Padi Tanam Sebatang (PTS) di Desa Taratak Bancah Kecamatan Silungkang Kota Sawah Lunto. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dari empat kelompok tani yang telah menerima Program SL PTS. Responden dipilih secara purposive sampling delapan orang di masing-masing kelompok yang memiliki lahan seluas 0,5 hektar dan aktif dalam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 indikator penerapan teknologi PTS dalam budidaya padi setelah dianalisis Kendall W indikator tanam bibit muda umur 21 hari, tanam 1-3 batang/rumpun, dan panen tepat waktu tergolong kriteria tinggi.