Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tinjauan Aksesibilitas pada Fasilitas Umum bagi Pengunjung dengan Alat Bantu Berjalan Studi Kasus Mall Bandung Indah Plaza Zein, Anastasha Oktavia Sati
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.04 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1635

Abstract

ABSTRAKSemua manusia membutuhkan kemudahan dalam mencapai suatu tempat, terutama bagi orang yang memakai alat bantu berjalan. Fasilitas ini sebaiknya terdapat tidak hanya dilingkungan dimana mereka hidup sehari – hari tetapi juga harus di sediakan pada bangunan umum seperti aktifitas bekerja dan aktifitas rekreasi. Kemudahan aksesibilitas pada fasilitas umum ini memungkinkan pengunjung dengan alat bantu berjalan untuk bersosialisasi dengan orang lain diluar dari lingkungan keluarganya.Katakunci: Aksesibilitas, Pengguna Alat Bantu Berjalan, Pusat Pertokoan ABSTRACTEverybody needs facility to reach every place with ease, especially to those who require walking aids. This facility not only be found in their surroundings but also provided in the public facility such as work place and recreation activity. The easiness accessibility in the public facility allows visitors with walking aids to socialize with others outside their surroundings.Keywords: Accessibillity, Walking Aids User, Mall 
Peran Media Interaktif terhadap Pengalaman Pengunjung di Museum Rockheim, Norwegia Zein, Anastasha, Oktavia Sati
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.606 KB)

Abstract

Museum sebagai salah satu tempat untuk memberikan informasi mengenai jejak kebudayaan kini telah mengalami perubahan yang tidak hanya menitik beratkan kepada keberadaan benda pamernya saja tetapi juga museum baru harus mengerti terhadap kebutuhan pengunjung. Terlebih dengan rendahnya tingkat kunjungan masyarakat umum ke museum sebagai sarana rekreasi pendidikan, mengharuskan museum saat ini untuk meningkatkan diri dengan mengerti kebutuhan pengunjung terhadap benda pamer yang memberikan informasi secara interaktif. Penelitian mengenai Rockheim yang merupakan museum mengenai musik Norwegia antara tahun 1950 sampai dengan tahun 2000an ini memberikan pengalaman baru pada saat berkunjung, informasi yang diberikan mayoritas menggunakan media interaktif digital yang menarik minat pengunjung untuk mencoba dan juga selaras dengan kebutuhan pengunjung masa kini. Pengamatan langsung pada museum ini memberikan wawasan lebih jelas mengenai pengalaman pengunjung terhadap media interaktif di museum. Konsep museum baru dengan menerapkan penggunaan media secara interaktif pada museum dapat memberikan pengalaman berbeda yang baru dan menyenangkan bagi pengunjung dan diharapkan akan berkontribusi terhadap tingkat kunjungan di museum Indonesia. Kata kunci: Media Interaktif, Museum Baru, Pengalaman Pengunjung ABSTRACT Museum as one of the places to provide information about the cultural footprint has now been changed which not only focuses on the collection of exhibits, but also the new museum must understand the needs of visitors. Higher with the low level of public visit to the museum as a means of educational recreation, the museum needs now to improve itself by understanding the needs of visitors to show off objects that provide information interactively. Research on Rockheim which is a museum on Norwegian music between the 1950s and 2000s provides a new experience during a visit, the information provided by the majority uses digital interactive media that attracts visitors to try and also align with the needs of today's visitors. Direct observations at this museum provide clearer insights about visitors' experiences of the interactive media at the museum. The new museum concept by applying interactive media usage to the museum can provide a different and exciting new experience for visitors and is expected to contribute to the level of visit in Indonesian museums. Keywords: Interactive Media, New Museum, Visitor Experience
Tinjauan Pencahayaan dan Penggunaan Material pada Desain Interior Café Hummingbird Eatery Jalan Progo Bandung Agvirafani, Rizha; Hanani, Sovia; Sati Zein, Anastasha Oktavia
REKA JIVA Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.128 KB)

Abstract

AbstrakCafé adalah suatu bentuk restoran informal yang mengutamakan pada penyajian tempat yang nyaman untuk bersantai, beristirahat, dan berbincang-bincang sambil menikmati kopi atau teh serta hidangan-hidangan ringan lainnya. Sehingga pemilihan tema dan gaya sangat berpengaruh pada suasana interior dalam café yang berdampak pada psikologis pengunjung yang datang. Tema dan gaya yang dihadirkan, didukung oleh elemen–elemen interior seperti pencahayaan dan material yang digunakan. Teknik pencahayaan baik cahaya alami atau buatan dapat menciptakan suasana tertentu dalam sebuah ruang. Sedangkan penggunaan material alami atau buatan yang sesuai dengan tema, tidak hanya menghadirkan kepuasan pada pandangan secara visual, melainkan juga praktis secara fungsi.Kata kunci: café, tema, pencahayaan, material.AbstractCafé is an informal restaurant that giving priority to the presentation of any convenient place, to relax, rest, and having a little conversation while enjoying a cup of coffee or tea and some snacks. The selection of the themes and styles can influence the interior atmosphere in the café which affects the consumen psychological. Themes and styles that presented, are supported by elements of interior such as lighting and material. The right technique of lighting include natural lighting and artificial lighting can create a specific atmosphere in a space. While the use of natural or artificial materials that fits with the theme not only presents visual satisfaction, but also a practical function.Keyword: café, theme, lighting, material.
Distro Sebagai Bentuk Komunikasi dan Identitas Anak Muda di Kota Bandung Zein, Anastasha Oktavia Sati
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.145 KB)

Abstract

ABSTRAK Kehadiran toko pakaian dan asesoris dengan nama distro telah memunculkan fenomena baru di Kota Bandung. Berdasarkan karakteristik desainnya, produk-produk yang dijual toko distro ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak  muda. Hal ini ditandai dengan berbagai keunikan produk distro yaitu menjadi ciri khasnya yaitu  jumlah setiap produk terbatas, ilustrasi atau gambar pada produk berupa T-Shirt yang unik merepresentasikan karakteristik khas anak muda dalam upaya membentuk identitas. Demikian halnya dengan desain interior  setiap distro. Pengaruh desain kaos dari Barat dan Jepang terasa sangat kuat mengingat negara maju umumnya menjadi arah orientasi gaya hidup. Distro dianggap berhasil sebagai bentuk  usaha baru  dengan caranya yang khas yaitu menjawab upaya pencarian identitas para remaja dengan mengakomodasi kebutuhan komunikasi identitas remaja. Kata Kunci: desain pakaian, desain interior, identitas,  produk distro,  remaja. ABSTRACT The presence of a clothing store and accessories named  distro name has created a new phenomenon in Bandung. Based on the characteristics of  the product design sold in distro, the products are   aimed to fullfill young people’s need. It is characterized by a variety of unique products that became the trademark,  distributions are limited to the amount of each product, product illustrations or images in the form of a unique T-Shirt represents the typical characteristics of young people in an effort to establish an identity. Likewise with the interior design of each distro. Effect of t-shirt designs from the West and Japan was very strong considering the developed world generally become orientation for towards lifestyle. Distro considered successful as a new establishment with a distinctive way that answers the search for the identity of the juvenile accommodate the communication needs of adolescent identity. Keywords: clothing design, interior design, identity, distro product,  juvenile.
Pendekatan Desain Interior untuk Hunian Lansia Sebagai Upaya Mengatasi Degeneratif. Studi Kasus Rumah Tinggal Jl. Bukit Dago Utara, Bandung Sati Zein, Anastasha Oktavia
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.578 KB)

Abstract

Semua orang membutuhkan kenyamanan pada rumah tinggalnya, namun kenyamanan untuk lansia membutuhkan pemahaman khusus mengenai kemunduran fisik dan mental yang tentunya berpengaruh terhadap fasilitas di dalam rumah tinggal. Kecelakaan yang  terjadi pada lansia merupakan perpaduan dari menurunnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi dan tidak didukung oleh lingkungan aktifitas, keadaan ini menuntut perhatian lebih terhadap perancangan tempat tinggal lansia untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. Menurunnya kualitas hidup lansia secara fisik dan mental juga berbeda pada setiap lansia, dengan dukungan keluarga akan membuat kemandirian dalam menjaga diri semakin tinggi, hal ini membuat lansia merasa masih tetap dihormati dan disegani dalam kehidupan sosialnya.   Kata kunci: Lansia, Rumah Tinggal, Degeneratif.     AbstraCT Everybody needs comfort in their home, nevertheless the comfort for elderly people needs special understanding about physical and psychological degeneration which influences to the house facilities. Accidences that happen to elderly people constitute agglutination from decreasing ability to adapt and are not supported by activities surroundings. This situation demands intensified awareness to the house planning for elderly to minimize the accidence. Decreasing quality of life phsically and mentally is different for each  elderly person. Family support will make positive self-supporting, and this  will make them feel respected and honoured.   Keywords: Elderly People, Home , Degenerative.
TINJAUAN CAFÉ INSTAGRAMABLE PADA ONE EIGHTY COFFEE BANDUNG Zein, Anastasha Oktavia Sati; Rachim, Aldrian Agusta
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are many ways and efforts to make cafes become the main destination of the audience, including One Eighty Coffee which strives for space design and experience that will be obtained by its customers so that becomes the pride of anyone who can attend and capture it on social media. Each corner of the interior space is designed in such a way that it is unique so that the images will be obtained from an instgramable photo session. An unforgettable experience that deserves to be captured on the customer’s preferred social media, especially on Instagram.Keywords: Instagramable, Design Interactive, Café_______________________________________________________________  Banyak cara dan upaya agar café menjadi tujuan utama para penikmatnya, tidak terkecuali One Eighty Coffee yang mengupayakan desain ruang beserta pengalaman yang akan diperoleh pelanggannya agar cukup instagramable serta menjadi kebanggaan siapa saja yang bisa hadir serta mengabadikannya di media sosial. Setiap sudut ruang interior dirancang sedemikian rupa dengan keunikan sehingga akan diperoleh hasil gambar dari sesi foto yang instgramable. Pengalaman yang tidak akan terlupakan dan layak diabadikan dalam media sosial pilihan pelanggan terutama di instagram.Kata Kunci: Instagramable, Desain Interaktif, Café