Khairunissa Athira Nauli Siregar
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Saffron sebagai Antidepresan Khairunissa Athira Nauli Siregar
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 2 No 1 (2021): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2021
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.124 KB)

Abstract

Antidepresan digunakan sebagai terapi yang digunakan pada penderita depresi sebagai penyeimbang kimiawi pada otak penderita dengan tujuan untuk mengurangi gejala depresi akut, meminimalkan efek samping dan membantu pengembalian ketingkat fungsi sebelum depresi. Oleh karena itu, diperlukan pilihan terapi yang aman dan efektif untuk terapi depresi. Pada saat ini, beberapa penelitian telah melaporkan bahwa tanaman herbal dapat menjadi efektif berperan ssebagai obat untuk gangguan mood, salah satunya adalah saffron (Crocus sativus L.). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan saffron sebagai terapi depresi, dengan menggunakan metode yaitu systematic literature review pada suatu penelitian untuk menjawab sebuah pertanyaan penelitian dengan cara merangkum hasil penelitian dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Sumber yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan artikel yang didapat dengan melakukan literature searching di PubMed NCBI. Literature searching dilakukan dengan menggunakan kata kunci antidepresan, crocus sativus L, dan saffron yang disaring dengan ketentuan publikasi tahun 2004-2020. Literature searching ini menghasilkan 82 artikel yang kemudian dipilih 20 Artikel. sumber bacaan yang telah dikumpulkan kemudian dianaliss dengan metode systematic literature review yang mencakup aktivitas pengumpulan, evaluasi dan pengemabangan penelitian dengan fokus topik tertentuu. Beberapa dari penelitian melaporkan bahwa saffron berperan penting pada modulasi dari mood. Hampir sebanyak 150 senyawa volatile dan nonvolatile didapatkan dari analisis kimia tanaman ini. Terdapat dua bahan aktif pada C. sativus L., yaitu crocin dan safranal yang sudah menunjukan efek sebagai antidepresan dan didapatkan dari beberapa penelitian bahwa saffron memiliki efektivitas yang sama sebagai antidepressan dengan beberapa obat antidepressan sintetik lainnya.
Penggunaan Saffron sebagai Antidepresan Khairunissa Athira Nauli Siregar
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 2 No 1 (2021): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2021
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v2i1.257

Abstract

Antidepresan digunakan sebagai terapi yang digunakan pada penderita depresi sebagai penyeimbang kimiawi pada otak penderita dengan tujuan untuk mengurangi gejala depresi akut, meminimalkan efek samping dan membantu pengembalian ketingkat fungsi sebelum depresi. Oleh karena itu, diperlukan pilihan terapi yang aman dan efektif untuk terapi depresi. Pada saat ini, beberapa penelitian telah melaporkan bahwa tanaman herbal dapat menjadi efektif berperan ssebagai obat untuk gangguan mood, salah satunya adalah saffron (Crocus sativus L.). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan saffron sebagai terapi depresi, dengan menggunakan metode yaitu systematic literature review pada suatu penelitian untuk menjawab sebuah pertanyaan penelitian dengan cara merangkum hasil penelitian dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Sumber yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan artikel yang didapat dengan melakukan literature searching di PubMed NCBI. Literature searching dilakukan dengan menggunakan kata kunci antidepresan, crocus sativus L, dan saffron yang disaring dengan ketentuan publikasi tahun 2004-2020. Literature searching ini menghasilkan 82 artikel yang kemudian dipilih 20 Artikel. sumber bacaan yang telah dikumpulkan kemudian dianaliss dengan metode systematic literature review yang mencakup aktivitas pengumpulan, evaluasi dan pengemabangan penelitian dengan fokus topik tertentuu. Beberapa dari penelitian melaporkan bahwa saffron berperan penting pada modulasi dari mood. Hampir sebanyak 150 senyawa volatile dan nonvolatile didapatkan dari analisis kimia tanaman ini. Terdapat dua bahan aktif pada C. sativus L., yaitu crocin dan safranal yang sudah menunjukan efek sebagai antidepresan dan didapatkan dari beberapa penelitian bahwa saffron memiliki efektivitas yang sama sebagai antidepressan dengan beberapa obat antidepressan sintetik lainnya.