Nurul Wahdah
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Preferensi Konsumen terhadap Produk Gula Aren Di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan Yudhi Harianto; Nurul Wahdah
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 7 No 2 (2017): Edisi Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v7i2.77

Abstract

This study aims to examine the attributes of palm sugar which is the preference or preference of consumers in making decisions to purchase palm sugar in traditional markets in the District of Awayan, Balangan Regency. This research was conducted in traditional markets in Awayan District, Balangan Regency, namely Awayan Market and Bihara Market. The basic method of research used is a qualitative descriptive method and the method of data collection using the interview method. Data collection was carried out from May to August 2017. Determination of the study sample using lottery simple random sampling method with a sample size of 50 people. The types of data used are primary data and secondary data. The analytical tool used is Chi-Square analysis. The results of the Chi-Square analysis showed that all variables of palm sugar were significantly different at the 95% confidence level. This means that consumer preference for palm sugar in traditional markets in Awayan District, Balangan Regency is not the same or there are differences in consumer preferences for palm sugar and all attributes included in consumer preferences. Palm sugar which is the preference of consumers in the traditional market of Awayan Subdistrict, Balangan Regency is palm sugar which has a brown color, sweet taste, medium size, plastic packaging and prices range from Rp. 16,000.00 - Rp. 18,000.00 per kg.
Tren Produksi, Konsumsi dan Kesejahteraan Petani Padi di Provinsi Kalimantan Selatan Dea Edna Adinda; Nurul Wahdah; Dewi Susanti
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol. 15 No. 2 2025 Edisi Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v15i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan peramalan produksi padi serta konsumsi beras, serta mengkaji pengaruh keduanya terhadap kesejahteraan petani padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu periode 2015–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Metode analisis meliputi analisis tren dan peramalan menggunakan metode kuadrat terkecil serta analisis regresi linier berganda dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa produksi padi memiliki kecenderungan menurun secara signifikan dengan koefisien tren sebesar –0,176 (p < 0,05), sedangkan konsumsi beras menunjukkan tren menurun namun tidak signifikan dengan koefisien sebesar –0,137 (p > 0,05). Hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi padi diproyeksikan mengalami penurunan sepanjang periode proyeksi, sementara konsumsi beras relatif stabil pada kisaran 93,9–93,3 kg/kapita/tahun. Perbandingan antara hasil peramalan dan realisasi produksi padi tahun 2025 yang digunakan sebagai data pembanding out-of-sample menunjukkan adanya perbedaan antara nilai proyeksi dan kondisi aktual, yang mengindikasikan pengaruh faktor eksternal dan intervensi kebijakan jangka pendek yang belum sepenuhnya tertangkap oleh model. Hasil regresi menunjukkan bahwa produksi padi dan konsumsi beras secara simultan berpengaruh signifikan terhadap NTP dengan nilai Fhitung sebesar 8,309 (p < 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,704. Secara parsial, kedua variabel berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NTP petani padi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi dan konsumsi beras tidak secara otomatis meningkatkan kesejahteraan petani pada tingkat regional, serta memberikan kontribusi empiris dalam menjelaskan paradoks pembangunan pertanian dan perumusan kebijakan yang lebih berorientasi pada perlindungan pendapatan dan keberlanjutan usaha tani padi.