This Author published in this journals
All Journal Jurnal Da Moda
Luh Wina Sadevi
Sekolah Tinggi Desain Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH PSIKOMOTOR SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMBUATAN POLA DI SMKN 6 SURABAYA Luh Wina Sadevi
Jurnal Da Moda Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Da Moda Oktober 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i1.50

Abstract

The purpose of this study was to determine the effects of using multimedia web-based on learning outcome, especially psychomotor domain of XI Fashion Boutique students in SMKN 6 Surabaya, on the subject study Pattern Making. Quasi-Experimental design has been used, which consists of experimental class (multimedia web-based) and control class (power point), wherein consists of 30 students for each class. Data was analyse using Independent sample t-test on SPSS software. The data showed that psycomotor domain of the experimental class were higher than control class.
Deskripsi Ragam Hias Motif Dinding Ai dan Sanan Empeg Tenun Ikat Geringsing Luh Wina Sadevi
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.79

Abstract

Indonesia has various kinds of textiles, including batik, ikat, ulos, and songket which are made in different styles in each region in Indonesia. There are three types of ikat that are still produced on several islands in Indonesia today. For double ikat, only known in three places in the world, there are India, Japan, and Indonesia. One of the region in Indonesia that still produces double ikat is Tenganan Pegeringsingan, Bali, which is called Geringsing ikat. Geringsing ikat is made up of various motifs, including Dinding Ai and Sanan Empeg motif, where both motifs consist of geometric decoration, stylation of natural shapes such as the sun, and stilation of organic decoration in the form of plants. Key words : Ikat, double ikat, ikat Geringsing, Motif, Ornament Indonesia memiliki berbagai macam tekstil, diantaranyya batik, tenun ikat, ulos, dan songket yang dibuat dalam gaya yang berbeda-beda di masing-masing daerah di Indonesia. Ada tiga jenis tenun ikat yang masih di produksi di beberapa pulau di Indonesia hingga saat ini. Untuk tenun ikat ganda, hanya dikenal di tiga tempat di dunia, yaitu India, Jepang, dan Indonesia. Salah satu daerah di Indonesia yang hingga kini masih memproduksi tenun ikat ganda, yaitu Tenganan Pegringsingan, Bali yang disebut dengan tenun ikat Geringsing. Tenun ikat Geringsing terdiri dari berbagai macam motif, diantaranya motif Dinding Ai dan Sanan Empeg, dimana kedua motif tersebut terdiri dari ragam hias geometris, stilasi dari bentuk alam seperti matahari, dan stilasi dari ragam hias organis yang berupa tumbuh-tumbuhan. Kata Kunci: Tenun ikat, Tenun ikat ganda, Tenun Ikat Geringsing, Motif, Ragam Hias.