Henny Wiyanto
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN RESOURCE LEVELING DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI JAKARTA Hendy Hendy; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2679

Abstract

Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang berpengaruh terhadap penyelesaian proyek konstruksi. Pada fase konstruksi sering kali muncul masalah yang berkaitan dengan pengaturan tenaga kerja. Fluktuasi kebutuhan tenaga kerja yang tajam menyebabkan kebutuhan puncak tenaga kerja harian menjadi tinggi. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk mengatasi fluktuasi yang tajam tersebut yaitu dengan perataan tenaga kerja. Perataan tenaga kerja menggunakan metode algoritma genetika dengan bantuan program Evolver. Hasil penelitian pada proyek X menunjukkan bahwa perataan tenaga kerja pada tenaga kerja (tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi) berpengaruh terhadap kebutuhan puncak tenaga kerja harian. Terjadi penurunan kebutuhan puncak tenaga kerja tukang besi dari 77 orang menjadi 70 orang. Efisiensi yang terjadi adalah 9,1%. Dapat disimpulkan bahwa perataan tenaga kerja yang dilakukan pada penelitian ini dapat mengurangi kebutuhan puncak tenaga kerja.
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PERCEPATAN PROYEK BERDASARKAN WAKTU LEMBUR Maritza Hayfa Maulidiani Haris; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction projects in the execution process sometimes do not always go according to plan which can cause delays. Project schedule delays can result to the failure of a project. To overcome delays, project crashing can be carried out. Project crashing is not only seen from the time side, but also from the cost side. Costs incurred may increase due to schedule crashing. This study uses the project crashing method with 3 alternatives, which are, adding overtime by 1 hour, 2 hours, and overtime by 3 hours, as well as comparing the percentage increase in cost and decrease in duration for the three alternatives. The results showed that alternative 1 had a cost increase of 10,94% and a duration decrease of 1,23%, alternative 2 had a cost increase of 25,53% and a duration decrease of 4,76%, and alternative 3 had a cost increase of 32,82% and a duration decrease of 10,11%.   Abstrak Proyek konstruksi pada proses pelaksanaannya terkadang tidak selalu sesuai perencanaannya sehingga dapat terjadi adanya keterlambatan. Keterlambatan jadwal proyek dapat menyebabkan kegagalan suatu proyek sehingga untuk mengatasi keterlambatan dapat dilakukan percepatan proyek. Percepatan proyek tidak hanya melihat dari sisi waktu, tetapi juga dari sisi biaya. Biaya yang dikeluarkan dapat meningkat akibat percepatan jadwal. Penelitian ini menggunakan metode project crashing dengan 3 alternatif yaitu, penambahan waktu lembur dengan 1 jam, penambahan waktu lembur dengan 2 jam, dan terakhir penambahan waktu lembur dengan 3 jam dan membandingkan persentase peningkatan biaya dan penurunan durasi untuk ketiga alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif 1 mempunyai peningkatan biaya sebesar 10,94% dan penurunan durasi sebesar 1,23%, alternatif 2 mempunyai peningkatan biaya sebesar 25,53% dan penurunan durasi sebesar 4,76%, serta alternatif 3 mempunyai peningkatan biaya sebesar 32,82% dan penurunan durasi sebesar 10,11%.
PENILAIAN TINGKAT KONDISI KERUSAKAN ELEMEN NON STRUKTURAL GEDUNG EXISTING BERDASARKAN PEMERIKSAAN VISUAL Natasya; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The building is one of the physical buildings that play an important role in supporting user activities. Buildings have the potential to be damaged during operation time, one of which is damage to non-structural elements of the building. In addition, damage can also occur due to a lack of attention to maintenance activities which are often considered problems that have nothing to do with the purpose and function of the building. Therefore, assessing building conditions is very important to prevent serious damage and greater repair costs. This study aims to determine the value of damage conditions levels and maintenance priorities of non-structural elements and buildings. The method used is a visual inspection using secondary data in the form of photos of the damage. After assessing the elements' condition level and maintenance priority, a thorough assessment will be carried out so that the condition and maintenance priority of the building can be known. Based on the research results, the non-structural elements and buildings are in fairly good condition and require maintenance/repairs within 3 years or more with a reassessment in the future.   Abstrak Bangunan gedung merupakan salah satu bangunan fisik yang berperan penting dalam mendukung aktivitas pengguna. Bangunan gedung memiliki potensi untuk mengalami kerusakan selama beroperasi yang salah satunya adalah kerusakan pada elemen non struktural bangunan. Selain itu, kerusakan juga dapat terjadi karena kurangnya perhatian terhadap kegiatan pemeliharaan yang sering dianggap sebagai masalah yang tidak ada kaitannya dengan tujuan dan fungsi bangunan gedung. Oleh karena itu penilaian terhadap kondisi bangunan sangat penting dilakukan untuk mencegah kerusakan bertambah serius dan biaya perbaikan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tingkat kondisi kerusakan dan prioritas pemeliharaan elemen non struktural dan bangunan gedung. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan visual dengan menggunakan data sekunder berupa foto kerusakan. Setelah dilakukan penilaian tingkat kondisi dan prioritas pemeliharaan pada elemen akan dilakukan penilaian secara menyeluruh sehingga dapat diketahui kondisi dan prioritas pemeliharaan dari bangunan gedung. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi dari elemen non struktural dan bangunan gedung berada dalam kondisi cukup baik dan membutuhkan pemeliharaan/perbaikan dalam jangka waktu 3 tahun/lebih dengan dilakukan penilaian kembali di masa mendatang.
EFISIENSI PEMOTONGAN BAJA PROFIL PADA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN INTEGER LINEAR PROGRAMMING BERBASIS SPREADSHEET William Sulistio; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.37362

Abstract

Material cost is the most dominant component in steel construction project budgets, so material waste from the cutting process can reduce project profits. To support the achievement of SDG 9, this study applies the One-Dimensional Cutting Stock Problem (1D-CSP) mathematical model using Integer Linear Programming (ILP) with the assistance of a Visual Basic for Applications (VBA) pattern-generating algorithm and the OpenSolver add-in on a spreadsheet platform. This method was applied on two case studies, namely Project X as the main steel building structure and Project Y which includes roof, mezzanine, and elevator separator structural works. The comparison results show that the efficiency level of the ILP method is highly influenced by material volume and cutting list variations. In Project X, the ILP model generated material savings of 3.13% on WF 300 profiles and 1.58% on WF 400 profiles, with a total waste weight reduction of 1,232.04 kg, which is equivalent to a total project efficiency of 1.10%. Meanwhile, Project Y only generated a total efficiency of 0.10% with a savings value of 55.62 kg because the required bar volume was small and the cutting dimensions were dominantly identical to standard market lengths. This study concludes that computational optimization is required for large-volume steel work with complex cutting lists, while manual methods remain adequate for small to medium project scales. Abstrak Biaya material merupakan komponen paling dominan dalam anggaran proyek konstruksi baja, sehingga sisa material dari proses pemotongan dapat mengurangi keuntungan proyek. Untuk mendukung pencapaian SDG 9, penelitian ini menerapkan model matematika One-Dimensional Cutting Stock Problem (1D-CSP) menggunakan Integer Linear Programming (ILP) dengan bantuan algoritma penyusun pola Visual Basic for Applications (VBA) dan add-in OpenSolver pada platform spreadsheet. Metode ini diterapkan pada dua studi kasus, yaitu Proyek X sebagai struktur utama gedung baja dan Proyek Y yang mencakup pekerjaan struktur atap, mezzanine, serta separator lift. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa tingkat efisiensi metode ILP sangat dipengaruhi oleh volume material dan variasi daftar potong. Pada Proyek X, model ILP menghasilkan penghematan material sebesar 3,13% pada profil WF 300 dan 1,58% pada profil WF 400, dengan total reduksi berat limbah sebesar 1.232,04 kg atau setara dengan efisiensi total proyek sebesar 1,10%. Sementara itu, Proyek Y hanya menghasilkan efisiensi total sebesar 0,10% dengan nilai penghematan sebesar 55,62 kg karena volume kebutuhan batang kecil dan dimensi potongan dominan identik dengan panjang standar pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi komputasi diperlukan untuk pekerjaan baja bervolume besar dengan daftar potong yang rumit, sedangkan metode manual masih memadai untuk skala proyek kecil hingga menengah.