Najid Najid
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENENTUAN KAPASITAS JALAN ENAM LAJUR DUA ARAH TERBAGI DAN TAK TERBAGI DENGAN METODE MKJI, KONSEP PKJI, DAN SURVEI Dennis Anugrah Kurniawan; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6170

Abstract

Dalam perkembangannya Indonesia mempunyai pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi sehingga hal tersebut akan langsung berdampak kepada kinerja lalu lintas. Hal ini membuat pemerintah membuat sebuah konsep baru untuk menghitung nilai kapasitas jalan dan kecepatan arus bebas yaitu dengan konsep PKJI yang diharapkan sebagai penggan MKJI yang telah digunakan sejak tahun 1997. Jumlah penduduk jelas berpengaruh sangat besar terhadap nilai kapasitas jalan dan kecepatan arus bebas dikarenakan dengan perbedaan jumlah penduduk maka akan berbeda mulai dari perilaku pengemudi dan populasi kendaraannya. Sedangkan hambatan samping merupakan dampak terhadap kinerja lalu lintas yang berasal dari aktivitas samping segmen jalan.Hambatan samping yang pada umumnya mempengaruhi kapasitas jalan adalah pejalan kaki, kendaraan parkir dan berhenti,kendaraan keluar-masuk dan kendaraan tidak bermotor. Jalan Bungur Besar Raya, Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Biak Roxy , Jl Hj. Encep Nawawi dijadikan wilayah studi pada penelitian ini terkait beberapa hal, di antaranya adalah pada ruas jalan tersebut terdapat beberapa penggunaan tata guna lahan yang berbeda, dan belum adanya penelitian tentang pengaruh hambatan samping, dan ukuran kota terhadap volume dan kecepatan lalu lintas di ruas jalan tersebut.Penelitian dilakukan dengan cara survei volume lalu lintas harian. Data primer yang digunakan adalah volume lalu lintas, jumlah hambatan samping, dan kecepatan rata-rata kendaraan. Data-data tersebut diolah dengan metode Green Shield untuk mendapatkan nilai kapasitas dari survei untuk dibandingkan dengan MKJI.
ANALISIS PERMINTAAN DAN KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP PELAYANAN BUS TRANSJAKARTA KORIDOR 10 Edric Yappo; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2666

Abstract

Pemprov DKI jakarta berusaha mengurangi kemacetan yang ada di jakarta dengan membangun moda transportasi massal yang biasa disebut transjakarta. Bus Transjakarta ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah perjalanan penumpang dengan transportasi Bus yang lebih aman dan nyaman bagi penumpang Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan dan permintaan penumpang terhadap Bus Transjakarta pada jam puncak dan non-puncak. Data didapatkan dengan cara penyebaran kuesioner kuisioner kepada 100 responden, dan melalui survey langsung pada koridor 10. Dari hasil data tersebut akan di bandingkan dengan Standard Pelayanan Minimum. Berdasarkan hasil pengambilan data melalui survey on board di koridor 10, waktu tunggu kendaraan, waktu berhenti kendaraan dan kecepatan perjalanan pada saat waktu puncak dan non puncak lebih kecil atau sama dengan nilai SPM. Berdasarkan survey demand dan hasil tes korelasi, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah koridor yang melewati halte busway maka semakin tinggi demand suatu halte.
PENENTUAN KAPASITAS JALAN ENAM LAJUR DUA ARAH TERBAGI DENGAN METODE MKJI, KONSEP PKJI, DAN SURVEI Kelvin Tirtakusuma; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5674

Abstract

Kapasitas jalan secara umum dapat diartikan sebagai jumlah kendaraan maksimum yang dapat dilayani arus lalu lintas dalam periode waktu tertentu. Kapasitas jalan dipengaruhi banyak faktor, antara lain hambatan samping, ukuran sebuah kota, lebar lajur, dan pemisah jalan. Ruang lingkup pada penelitian ini dikhususkan untuk jalan enam lajur dua arah terbagi. Pada penelitian ini peneliti mencari jalan yang identik dengan hanya memiliki satu perbedaan khususnya perbedaan jumlah hambatan samping dan ukuran kota. Hambatan samping dapat diartikan sebagai dampak kinerja lalu lintas dari aktivitas samping segmen jalan. Peneliti melakukan penelitian dikarenakan belum ada yang melakukan kajian pencarian kapasitas jalan khusus hanya untuk jalan enam lajur dua arah. Dari hasil pengolahan data akan didapat nilai kapasitas jalan dengan perbedaan faktor ukuran kota dan nilai kapasitas jalan dengan perbedaan faktor hambatan samping. Pada jalan enam lajur dua arah koefisien determinasi mendektai satu, maka model greenshield dapat dimodelkan untuk mengetahui kapasitas jalan menurut survei menggunakan Gambar kepadatan dan kecepatan. Pada jalan enam lajur dua arag terbagi MKJI dan PKJI memiliki kesamaan pada nilai-nilai faktor yang digunakan untuk perhitungan kapasitas jalan dan juga kecepatan arus bebas, metode yang digunakan dalam perhitungan kapasitas jalan dan juga kecepatan arus bebas juga sama. Naming istilah pada penamaan faktor penyesuaian berbeda. Ada juga perbedaan pada jenis kencdaraan, pada MKJI hanya ada 3 jenis kendaraan sedangkan pada PKJI terdapat 4 jenis kendaraan.
PENENTUAN KAPASITAS JALAN DUA LAJUR DUA ARAH TIDAK TERBAGI DENGAN METODE MKJI, KONSEP PKJI, DAN SURVEI Louis Lowenta; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5675

Abstract

Kapasitas jalan merupakan kemampuan suatu ruas jalan untuk dapat menampung arus atau volume lalu lintas yang terjadi dalam waktu satu jam (kend/jam). Dalam penelitian ini diambil 3 buah sample jalan yaitu Jalan Meruya Selatan, Jalan Sacna, Sunter, dan Jalan Kebon Pedes, Bogor yang akan dijadikan sebagai wilayah studi untuk mendapatkan nilai kapasitas pada jalan tersebut, sehingga nilai kapasitas tersebut dapat dibandingkan dengan nilai kapasitas dari MKJI yang selama ini menjadi acuan. Digunakan 3 buah jalan yaitu untuk melakukan 2 buah perbandingan yaitu dengan 2 jalan di Jakarta untuk membandingkan faktor dari hambatan samping sedangkan jalan antara di Jakarta dan Bogor untuk membandingkan faktor ukuran kota. MKJI itu sendiri sudah dijadikan sebagai acuan dan sudah dibuat sejak dibuat pada 1997, karena dianggap sudah tidak relevan dengan keadaan saat ini dan sudah sangat lama maka muncullah konsep PKJI yang diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan yang baru untuk menggantikan MKJI yang sudah lama. Hasil dari penelitian ini adalah untuk jalan dua lajur dua arah tidak terbagi dengan hambatan samping sangat tinggi, hasil dari nilai kapasitas yang diperoleh ternyata melewati hasil rencana dari MKJI sedangkan untuk jalan dengan hambatan samping sedang maka hasil kapasitas masih belum melewati MKJI. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa MKJI perlu diadakan pengkajian ulang.
ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS TATA GUNA LAHAN DI JALAN MH. THAMRIN TANGERANG DAN JALAN RAYA SERPONG Deril Kristiawan; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6173

Abstract

Kemacetan lalu lintas adalah salah satu masalah yang selalu ada di kota besar dan industri khususnya Tangerang. Seperti terlihat pada ruas Jalan MH. Thamrin Tangerang dan Jalan Raya Serpong (200m) yang menjadi salah satu contoh ruas yang mengalami kemacetan .Dalam studi ini hambatan samping sangat berpengaruh pada kinerja lalu lintas, karena semakin tinggi hambatan samping akan berpengaruh terhadap volume kendaraan ,dan kecepatan kendaraan . Data yang di gunakan untuk mengetahui hambatan samping tersebut adalah dengan cara mengitung jumlah hambatan samping, volume lalu lintas,kecepatan rata-rata kendaraan dan tata guna lahan untuk mengetahui hambatan tersebut harus diadakan survey dan mengolah data hasil survey dengan cara Pearson Correlation ,agar dapat mengetahui hambatan yang paling berpengaruh pada volume dan kecepatan kendaraan. Diperoleh korelasi paling erat yaitu korelasi antara hambatan samping dengan pejalan kaki dengan R = 0.95 pada sore hari dijalan Raya Serpong.
PENGENDALIAN PENGGUNAAN MOBIL PRIBADI DENGAN STRATEGI PARKIR DAN ERP DI JALAN RASUNA SAID DKI JAKARTA Bathia Dharma Putera; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2664

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pengendalian penggunaan mobil pribadi dengan Electronic Road Pricing (ERP) dan Strategi Parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mengetahui tingkat keinginan masyarakat terhadap Electronic Road Pricing (ERP) dan Strategi Parkir jika salah satu dari kedua sistem tersebut diterapkan.  Electronic Road Pricing (ERP) dan Strategi Parkir adalah salah satu dari kedua strategi tersebut yang bisa diterapkan di jalan Rasuna Said DKI Jakarta. Analisis strategi Electronic Road Pricing dan Strategi Parkir mempunyai cara yang berbeda dalam mengatasi kemacetan dan penggunaan mobil pribadi. Analisis penerapan skenario Electronic Road  Pricing (ERP) telah berhasil dilakukan untuk mengurangi kemacetan di berbagai kota dengan cara menerapkan tarif tertentu pada jalan yang dilalui, seperti yang sudah diterapkan di London, Stockholm, dan Singapura. Lain halnya dengan analisis penerapan skenario strategi parkir yang dilakukan dengan cara meningkatkan tarif parkir yang akan berdampak tinggi bila dilakukan peningkatan tarif yang tinggi pula. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan model analisis sensitifitas hubungan utilitas ERP dan parkir terhadap total ERP dan parkir, pendapatan, dan kendaraan umum yang digunakan. Metode pengambilan data menggunakan studi kepustakaan dan kuisioner dari pengguna pengendara yang melewati atau bekerja di daerah Rasuna Said. Hasil dari penelitian ini adalah ketika strategi ERP dan strategi Parkir diterapkan dengan tarif yang tinggi maka pengguna jalan Rasuna Said akan beralih menggunakan kendaraan umum.