Anissa Noor Tajudin
Universitas Tarumanagara

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KARAKTERISITIK MEKANIS CAMPURAN LASTON ATAS DENGAN PENAMBAHAN SERAT KARBON Ewaldo Tanton; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8318

Abstract

The increasing number of vehicles but not followed by increasing the quality of pavement will cause many roads to be damaged. One of the efforts to improve the quality of road pavement is by adding various additional ingredients. For this research the method of mixing asphalt with carbon fiber uses the Dry-Mix method, where carbon fiber is directly mixed when cooking asphalt. By using a variation of 0,1%; 0,2%; 0,3% and 0,4% carbon fiber, and with asphalt content of 5,7%. After obtaining asphalt mixture data, the research continued to determine the optimum carbon fiber content using the narrow range method. Then proceed to change the stability of Marshall into modulus then included in the KENPAVE program. Then the test results can be seen in the Nd and Nf values and the Nr value requirement of <2, which values are based on General Specifications of the Directorate General of Highways 2017 Edition. The results of this study have met all the requirements that have been set and based on the value of Nd and Nf it can be concluded that the use of carbon fiber asphalt mixture additives can be used in an effort to reduce the cost of asphalt treatment.ABSTRAKPeningkatan jumlah kendaraan namun tidak diikuti dengan peningkatan kualitas perkerasan jalan akan menyebabkan banyak jalan yang mengalami kerusakan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan adalah dengan menambahkan bahan tambah yang bervariasi. Untuk penelitian ini cara pencampuran aspal dengan serat karbon menggunakan metode Dry-Mix, dimana serat karbon secara langsung dicampurkan pada saat memasak aspal. Dengan menggunakan variasi kadar serat karbon 0,1%; 0,2%; 0,3% dan 0,4%, serta dengan kadar aspal 5,7%. Setelah didapatkan data campuran aspal penelitian dilanjutkan untuk menentukan kadar serat karbon optimum dengan metode Narrow Range. Kemudian dilanjutkan mengubah stabilitas Marshall menjadi modulus kemudian dimasukkan ke dalam program KENPAVE. Kemudian hasil pengujian tersebut dapat dilihat pada nilai Nd dan Nf dan syarat nilai Nr yaitu <2, yang dimana nilai-nilai tersebut berdasarkan Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga Edisi 2017. Hasil dari penelitian ini telah memenuhi seluruh syarat yang telah ditetapkan dan berasarkan nilai Nd dan Nf dapat disimpulkan bahwa penggunaan serat karbon terhadap bahan tambahan campuran aspal dapat digunakan dalam usaha mengurangi biaya perawatan aspal.
EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL SERTA ALTERNATIF PENANGANANNYA (STUDI KASUS : JALAN DAAN MOGOT) Alpin Chayan Soeseno; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil VOLUME 4, NOMOR 3, AGUSTUS 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.12682

Abstract

Daan Mogot street is part of the National Road Route One (1). Daan Mogot street (Section Number: 2000111) under study is a 2.5 KM two-way four-lane flexible pavement road, with a lane width of 3.5 m. The location chosen is the point of the worst congestion on Daan Mogot street, with the most road damage conditions. The purpose of this study is to analyze the condition of the road pavement and what treatment should we do for the damage on Daan Mogot street. The stages in this road pavement research are divided into 2 stages, firstly calculating the damage on the road, and choose alternative treatment using existing methods. The method used is the Pavement Condition Index (IKP) method and evaluates the handling of damage in the last 3 years. The result of the research is that the most damage is patch and hole damage, and the IKP value for each research unit can be seen that the pavement quality varies, from the level of Very Poor, Poor, Fair, Satisfactory, to Good. The average IKP value on Daan Mogot street in the direction of Tangerang from KM +14,000 to KM+16,500 is 87.09 with a Good condition class. ABSTRAKJalan Daan Mogot merupakan bagian dari Jalan Nasional Rute Satu (1). Jalan Daan Mogot (Nomor Ruas : 2000111) yang diteliti merupakan jalan dengan perkerasan lentur sepanjang 2,5 KM dua arah empat lajur, dengan lebar perlajur 3,5 m. Lokasi yang dipilih merupakan titik kemacetan terparah di Jalan Daan Mogot, dengan kondisi kerusakan jalan terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi perkerasan jalan dan penanganan apa yang harus kita lakukan terhadap kerusakan yang terjadi di Jalan Daan Mogot. Tahapan dalam penelitian perkerasan jalan ini dibagi menjadi 2 tahapan yaitu, pertama menghitung kerusakan yang ada di jalan tersebut, dan menentukan alternatif penanganan yang tepat dengan menggunakan metode-metode yang ada. Metode yang dipakai adalah metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) dan melakukan evaluasi penanganan kerusakan dalam 3 tahun terakhir. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kerusakan terbanyak ada pada kerusakan tambalan dan lubang, serta nilai IKP untuk masing masing unit penelitian dapat diketahui kualitas perkerasan beragam, dari tingkat Sangat Parah, Parah, Sedang, Baik, hingga Sangat Baik. Hasil rata-rata nilai IKP Jalan Daan Mogot arah Tangerang dari KM +14,000 s/d KM+16,500 adalah 87,09 dengan kelas kondisi Sangat Baik.
DESAIN ULANG DAN ANALISIS RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PANTURA RUAS TANGERANG-SERANG Jayadi Putra; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10496

Abstract

The highway is a land lanes on the surface of the earth which is made by humans with various sizes, shapes and types of construction so that they can be used to transport the traffic of people, animals, objects and vehicles that transport goods from one place to another practically and fast. Roads that are continuously used can cause damage. Therefore, roads require maintenance per unit time of year. Pantura is the main road on the island of Java which is better known as the National road I, this road network is parallel to the coastline of the island. Then, this route connects national activities between centers. The purpose of this study is to redesign flexible pavement through three methods, namely the 2002, 2013, and 2017 methods, to analyze the structural response of the pavement, and to analyze the damage that occurs on the pavement. In planning the pavement thickness, an effective and efficient method is needed in order to obtain an economical result. Comparison of calculations for the three methods is used. The structural responses reviewed are vertical strain and horizontal strain which can analyze fatigue damage and rutting damage on flexible pavements. The KENPAVE program also assists in the calculation of flexible pavement design and other parameters.ABSTRAKJalan raya merupakan jalur - jalur tanah di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan macam-macam ukuran, bentuk dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan lalu lintas orang, hewan, benda dan kendaraan yang mengangkut barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan praktis dan cepat. Jalan yang terus menerus dipakai dapat menyebabkan kerusakan oleh sebab itu, jalan memerlukan pemeliharaan setiap per satuan waktu dalam tahun. Pantura merupakan jalan utama di Pulau Jawa yang lebih dikenal dengan jalan Nasional I, jaringan jalan ini sejajar dengan garis pantai pulau lokasi tersebut. Kemudian, jalur ini menghubungkan kegiatan nasional antarpusat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ulang perkerasan lentur melalui ketiga metode yaitu metode 2002, 2013, dan 2017, menganalisis respons struktural perkerasan, dan menganalisis kerusakan yang terjadi pada perkerasan. Dalam merencanakan tebal perkerasan jalan diperlukan metode yang efektif dan efisien agar diperoleh hasil yang ekonomis, digunakan perbandingan perhitungan pada ketiga metode tersebut. Respons struktural yang ditinjau adalah regangan vertikal dan regangan horizontal yang dapat menganalisis kerusakan fatik dan kerusakan rutting pada perkerasan lentur. Program KENPAVE juga membantu dalam perhitungan desain perkerasan lentur dan parameter lainnya.
ANALISIS KEMAMPUAN SELF HEALING PADA LAPIS ASPAL BETON DENGAN LIMBAH BUBUTAN BAJA SEBAGAI BAHAN TAMBAH Alida Danar Saputra; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.7027

Abstract

Steel waste is waste generated from a large or small amount of steel production process. The results of steel waste disposal can pollute the environment if not done a good treatment and countermeasure so that it has value benefits. This study uses steel lathe waste additives to determine the self-healing ability of asphalt in the AC-WC mixture. Steel lathe waste used with varying degrees of steel lathe 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1% and asphalt content used by 5,5%. After obtaining the data used in the study, samples were made for asphalt mixtures with varying degrees. Then the finished sample is divided into 4 parts to be tested for temperature rise on each steel lathe mixture using a thermal camera. And tested using a threepoint bending test to determine the ability of asphalt selfhealing in the AC-WC mixture that occurs for 5 cycles with a heating duration of 20 seconds, 40 seconds, 60 seconds. From the results of the research on the content of a mixture of 0% steel lathe proved the sample can do self-healing but the results obtained are not as good as when using variations in the added ingredients of steel fiber mixture 0,25%, 0,5%, 0,75% and 1%. ABSTRAKLimbah baja adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baja baik dalam jumlah yang besar atau sedikit. Hasil buangan limbah baja dapat mecemari lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan dan penanggulangan yang baik sehingga memiliki nilai manfaat. Penelitian ini menggunakan bahan tambahan limbah bubutan baja untuk dapat mengetahui kemampuan self healing aspal pada campuran AC-WC. Limbah bubutan baja yang digunakan dengan kadar variasi bubutan baja 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1% dan kadar aspal yang dipakai sebesar 5,5%. Setelah didapatkan data yang dipakai dalam penelitian dilakukan pembuatan sampel terhadap campuran aspal dengan variasi kadar. Kemudian sampel yang telah jadi di belah menjadi 4 bagian untuk diuji kenaikan temperatur pada setiap campuran bubutan baja dengan menggunakan kamera thermal. Serta diuji dengan menggunakan alat threepoint bending test untuk mengetahui kemampuan selfhealing aspal pada campuran AC-WC yang terjadi selama 5 siklus dengan durasi pemanasan 20 detik, 40 detik, 60 detik. Dari hasil penelitian pada kadar campuran bubutan baja 0% terbukti sampel dapat melakukan self healing tetapi hasil yang didapatkan tidak sebaik ketika menggunakan variasi bahan tambah campuran serat baja 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%.
KARAKTERISTIK MEKANIS CAMPURAN LASTON ATAS DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA Nathanael Nathanael; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8403

Abstract

The flexible pavement is burdened by a high volume of traffic vehicles leads to damage to the road. The innovation of the use of steel waste can also be one of the efforts to minimize the damage of the plight because steel waste is a good conductor and can help manage the surrounding waste to reduce the negative impact of waste on the community. Through this research, the mechanical characteristics of waste steel as added material will be tested for the type of asphalt concrete wearing course. Thus it will be known benefits of use of steel  waste against asphalt mixture. . By using the waste of steel with the size of ±. 0,5 cm and with a variation  of 0,25%, 0,5%, 0,75%, and 1% and the optimum asphalt rate obtained from previous research at 5,7%. Once obtained characteristic data Marshall mixture, the research continue to determine the optimum material level with a narrow range method and performed mechanistic analysis of empirical using KENPAVE. , Then the results of the test can be seen in the characteristic Marshall, which is where these values are based on the general specifications of the Directorate General of Bina Marga Edition 2018.ABSTRAKPerkerasan lentur yang terbebani oleh volume lalu lintas yang tinggi dan menyebabkan terjadinya kerusakan pada jalan. Salah satu inovasi yang dapat digunakan untuk meminimalisir kerusakan lapis perkerasan dengan menggunakan limbah bubutan baja sebagai bahan tambah. Limbah bubutan baja merupakan konduktor yang baik, penggunaan bubutan baja ini juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mengelola limbah yang ada di sekitar agar mengurangi dampak negatif limbah terhadap masyarakat. Melalui penelitian ini, karakteristik mekanis limbah bubutan baja sebagai bahan tambah akan diuji untuk jenis campuran asphalt concrete wearing course (AC – WC). dengan demikian akan diketahui manfaat penggunaan limbah bubutan baja terhadap campuran aspal. Dengan menggunakan limbah bubutan baja yang sudah dipotong hingga ukuran ±.0,5 cm dan dengan kadar variasi sebesar 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% serta kadar aspal optimum yang didapat dari penelitian sebelumnya, yaitu sebesar 5,7%. Setelah didapatkan data karakteristik Marshall campuran, penelitian dilanjutkan untuk menentukan kadar bahan optimum dengan metode narrow range dan dilakukan analisis mekanistik empiris menggunakan KENPAVE. Kemudian hasil pengujian tersebut dapat dilihat pada karakteristik Marshall , yang dimana nilai-nilai tersebut berdasarkan Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga Edisi 2018.
DESAIN ULANG DAN ANALISIS RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PANTURA RUAS CIKAMPEK-PAMANUKAN Reynold Andika; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10488

Abstract

This research is intended for redesign the flexible pavement on the Pantura Road for the Cikampek-Pamanukan section using three flexible pavement design guidelines that apply in Indonesia, namely Flexible Pavement Thickness Planning (2002), Road Pavement Design Manual (2013), and Road Pavement Design Manual (2017), as well as analyzing responses Structural that occurs in the form of horizontal and vertical strains, which are the main components in calculating the repetition value of permits to fatigue failure (Nf) and to rutting failure (Nd), are processed using the KENPAVE program. Primary data in the form of traffic volume is obtained from the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) and LHR0 starting in 2020 with a plan age of 20 years. The results of this study indicate that the 2002 method produced the largest pavement thickness, followed by the 2013 method and finally the 2017 method which produced the smallest pavement thickness. However, the 2002 method produced the largest repetition of permits to fatigue failure (Nf) and to rutting failure (Nd). So it can be concluded that the 2017 method produces the most optimal design, because it is in accordance with the original plan design.ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk mendesain ulang perkerasan lentur pada Jalan Pantura ruas Cikampek-Pamanukan menggunakan tiga pedoman desain perkerasan lentur yang berlaku di Indonesia yaitu Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (2002), Manual Desain Perkerasan Jalan (2013), dan Manual Desain Perkerasan Jalan (2017), serta menganalisis respons struktral yang terjadi berupa regangan horisontal dan vertikal, yang merupakan komponen utama dalam menghitung nilai repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd), diolah menggunakan program KENPAVE. Data primer berupa volume lalu lintas didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan LHR0 dimulai pada tahun 2020 dengan umur rencana 20 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode 2002 menghasilkan tebal perkerasan terbesar, kemudian dilanjutkan metode 2013, dan 2017 yang menghasilkan tebal perkerasan terkecil. Namun metode 2002 menghasilkan repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd) terbesar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode 2017 menghasilkan desain paling optimal, karena sesuai dengan desain rencana awal.
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR RUAS TOL JAKARTA-CIKAMPEK DAN ALTERNATIF PENANGANANNYA hans hendito; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.12640

Abstract

The most common causes of road damage are the design life of the road that has been passed, waterlogging on the road due to poor drainage, or even traffic load which can cause the service life of the road to be shorter than planned. To find out the conditions on the Jakarta-Cikampek Toll Road. Calculates the value of road pavement conditions calculated using the Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) on the Jakarta-Cikampek Toll Road. To find out what kind of treatment we should do for the damage that occurs. The Indeks Kondisi Perkerasan is a quantitative indicator of pavement conditions that has a range of values ranging from 0 – 100, with a value of 0 representing the worst pavement condition while 100 representing the best pavement condition. The IKP method has a level of handling type for each IKP value. According to the IKP guidelines, the type of handling that must be carried out with an average IKP value of 96,32 is routine maintenance. For further research, it’s necessary to conduct a direct survey, so that accurate results can be obtained. It is necessary to study with various methods to be able to compare the level of accuracy of a method. ABSTRAKPenyebab kerusakan jalan yang paling umum adalah umur rencana jalan yang telah dilewati, genangan air pada jalan yang diakibatkan drainase yang buruk, atau bahkan beban lalu lintas yang berlebihan yang dapat menyebabkan umur pakai jalan akan menjadi lebih pendek daripada perencanaannya. Untuk mengetahui kondisi pada jalan Tol Jakarta-Cikampek. Menghitung nilai kondisi perkerasan jalan jika dihitung dengan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) pada ruas Tol Jakarta-Cikampek. Untuk mengetahui penanganan seperti apa yang harus kita lakukan terhadap kerusakan yang terjadi. Kondisi Perkerasan atau IKP adalah indikator kuantitatif (numerik) kondisi perkerasan yang mempunyai rentang nilai mulai 0 – 100, dengan nilai 0 nya menyatakan kondisi perkerasan paling jelek sementara 100 menyatakan kondisi perkerasan terbaik. Metode IKP memiliki tingkat jenis penanganan tiap nilai IKP. Menurut pedoman IKP, jenis penanganan yang harus dilakukan dengan nilai IKP rata-rata 96,32 adalah pemeliharaan rutin. Untuk penelitian selanjutnya, perlu untuk survei secara langsung, supaya hasil yang didapat lebih maksimal. Perlu diteliti dengan metode yang beragam untuk dapat membandingkan tingkat keakuratan sebuah metode.
DESAIN ULANG DAN ANALISIS RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK Verell Rengga Harsvardan; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10504

Abstract

This research will redesign the flexible pavement on the Kalihurip-Cikampek toll road using three flexible pavement design methods, namely the 2002, 2013 and 2017 methods, and analyze the structural responses that occur in the form of horizontal and vertical strain, the main components. In calculating the value of repetition of permits against fatigue damage (Nf) and groove cracks (Nd), it is processed using the KENPAVE program. Furthermore, the calculation results of the flexible pavement thickness, the value of repetition of permits against fatigue damage (Nf) and groove crack damage (Nd) were compared from the three methods. The method used is mechanistic-empirical. Primary data is obtained from the Ministry of Public Works and Public Housing and LHR0 starting in 2020, taking into account traffic growth from 2020 to 2035, as well as secondary data assumptions by referring to previous regulations and research. The results of this study indicate that the 2002 method produced the largest pavement thickness, while the 2013 and 2017 methods produced relatively the same pavement thickness. However, the 2002 method produced the largest repetition of permits against fatigue damage (Nf) and groove cracks (Nd). So it can be concluded that the 2017 method produces a better design. ABSTRAKPenelitian ini akan mendesain ulang perkerasan lentur pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek ruas Kalihurip-Cikampek menggunakan tiga metode desain perkerasan lentur yaitu metode 2002, 2013, dan 2017, serta menganalisis respons struktral yang terjadi berupa regangan horisontal dan vertikal, komponen utama dalam menghitung nilai repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan retak alur (Nd), diolah menggunakan program KENPAVE. Selanjutnya dibandingkan hasil perhitungan tebal perkerasan lentur, nilai repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd) dari ketiga metode tersebut. Metode yang digunakan mekanistik-empiris. Data primer didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan LHR0 dimulai pada tahun 2020, memperhitungkan pertumbuhan lalu lintas dari tahun 2020 sampai 2035, serta data sekunder asumsi dengan tetap mengacu pada peraturan dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode 2002 menghasilkan tebal perkerasan terbesar, sedangkan metode 2013 dan 2017 menghasilkan tebal perkerasan yang relatif sama. Namun metode 2002 menghasilkan repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan retak alur (Nd) terbesar. Sehingga disimpulkan metode 2017 menghasilkan desain lebih baik.
KARAKTERISTIK MEKANIS CAMPURAN LASTON ATAS DENGAN BUBUK GRAFIT SEBAGAI BAHAN PENGGANTI FILLER Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8317

Abstract

In road pavement modifications, many use materials that have good conductivity to be added to the mixture. One of the conductive materials that can be used for pavement is graphite powder. Graphite is usually found in pencils, raw materials for batteries, etc. The use of graphite powder in the pavement mixture has many benefits such as self-healing, self-monitoring, etc. This research uses graphite powder as filler replacement material. Tests conducted in this study is testing the characteristics of the mixture in accordance with the provisions in force in Indonesia. This study uses graphite powder with variations of 5%, 10%, 15%, and 20% with asphalt content of 5.7%. From the results of testing the characteristics of the mixture continued with the determination of optimum graphite powder content using the narrow range method. Then proceed with the mechanistic response analysis using the KENPAVE program. The results of this study largely meet the requirements of the General Specifications of the Directorate General of Highways 2018 Edition Division 6 and the 2017 Pavement Road Design Manual. The results of this study indicate that the use of graphite powder as a filler substitute can be used in Indonesia. ABSTRAKPada perkerasan jalan modifikasi, banyak menggunakan bahan yang mempunyai konduktivitas yang baik untuk ditambahkan dalam campuran. Salah satu bahan konduktif yang dapat digunakan untuk campuran perkerasan adalah bubuk grafit. Grafit biasanya terdapat pada pensil, bahan baku baterai kering, dll. Penggunaan bubuk grafit dalam perkerasan memiliki banyak manfaat seperti self-healing, self- monitoring, dll. Penelitian ini menggunakan bubuk grafit sebagai bahan pengganti filler. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian karakteristik campuran yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan bubuk grafit dengan variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan kadar aspal 5,7%. Dari hasil pengujian karakteristik campuran dilanjutkan dengan penentuan kadar bubuk grafit optimum dengan metode narrow range. Kemudian dilanjutkan dengan analisis respons mekanistik dengan menggunakan program KENPAVE. Hasil penelitian ini sebagian besar memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga Edisi 2018 Divisi 6 dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bubuk grafit sebagai bahan pengganti filler dapat digunakan di Indonesia.
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PCI DAN SDI (STUDI KASUS: JALAN JATISARI, KARAWANG) ricky hermawan; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, November 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v4i4.12565

Abstract

Large vehicles that repeatedly pass a road cause damage to the pavement of the Jatisari National Road, Karawang. Various pavement damage that occurs such as holes, patches, crocodile skin cracks, groove cracks, sungkur, roadside cracks, and subsidence. Pavement Condition Index (PCI) is a method commonly used to indicate the condition of road pavement, so that it can be known good handling to maintain the pavement. The Surface Distress Index (SDI) method can also be used to indicate the condition of the road surface. With the PCI method, the results of the calculation in the Pamanukan direction are classified as perfect at 78%, very good 14%, good 4% and moderate 4%. while the Cikampek direction is classified as perfect at 74%, very good 12%, good 8%, moderate 4%, and bad 2%. Using the SDI method, good results were obtained for both directions. Based on the results of the analysis, research using the PCI and SDI methods showed different results, because the PCI method observed all the damage that occurred on the pavement, while the SDI method only observed 4 elements of damage, so the results displayed were different. ABSTRAKKendaraan besar yang berulang kali melewati sebuah jalan menyebabkan kerusakan pada perkerasan Jalan Nasional Jatisari, Karawang. Berbagai Kerusakan perkerasan yang terjadi seperti, lubang, tambal, retak kulit buaya, retak alur, sungkur, retak tepi jalan, dan amblas. Pavement Condition Index (PCI) merupakan metode yang biasa digunakan untuk menunjukkan kondisi perkerasan jalan, sehingga bisa diketahui penanganan yang baik untuk memelihara perkerasan jalan tersebut. Selain itu, digunakan metode Surface Distress Index (SDI) untuk menunjukkan kondisi permukaan jalan. Dengan Metode PCI, hasil perhitungan pada arah Pamanukan digolongkan sempurna sebesar 78%, sangat baik 14%, baik 4% dan sedang 4%. sedangkan pada arah Cikampek digolongkan sempurna sebesar 74%, sangat baik 12%, baik 8%, sedang 4%, dan buruk 2%. Dengan metode SDI, diperoleh hasil Baik untuk kedua arah jalan. Berdasarkan hasil analisis, penelitian menggunakan metode PCI dan SDI menunjukkan hasil yang berbeda, dikarenakan dalam metode PCI mengamati semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan, sedangkan untuk metode SDI hanya mengamati 4 unsur kerusakan, sehingga hasil yang ditampilkan berbeda.