Alfred J Susilo
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN MICROPILE UNTUK MEMINIMALKAN HEAVING PADA TANAH EKSPANSIF DI JAWA BARAT Adianto C Wijaya; Alfred J Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5818

Abstract

Heaving pada tanah ekspansif merupakan salah satu permasalahan yang ada pada dunia konstruksi. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya kandungan montmorillonite yang terkandung pada tanah ekspansif. Butiran lempung montmorillonite pada tanah ekspansif tersebut akan mengembang karena ikatan kimia antar partikel dipengaruhi oleh terjadinya peningkatan kadar air. Pencegahan yang tepat dan efektif diperlukan untuk mengatasi masalah terkait heaving pada yang terjadi pada tanah ekspansif. Micropile merupakan salah satu metode untuk meminimalkan heaving yang terjadi pada tanah ekspansif karena kemudahan ketika pelaksanaan di lapangan, ukuran micropile yang kecil, dan biaya yang relatif murah. Kapasitas micropile yang berguna untuk mengatasi tanah ekspansif yakni sifat kembang susut tanah ekspansif adalah kapasitas tarik micropile. Pada analisis ini, metode pendekatan empiris yang digunakan untuk menganalisis tekanan pengembangan yang terjadi pada tanah ekspansif adalah metode yang dirumuskan oleh Kormonik, David, Nayak, dan Christensen. Disamping itu, analisis ini menggunakan metode pendekatan empiris untuk mengestimasi kenaikan tanah ketika terjadinya heaving pada tanah ekspansif yaitu penggunaan metode Van der Merwe. Hasil pengolahan data tanah ekspansif dan analisis data tanah ekspansif yang telah dilakukan, nantinya akan dilakukan perbandingan dengan kapasitas micropile untuk meminimalisir heaving yang terjadi akibat tanah ekspansif. Analisis ini menghasilkan efektivitas micropile untuk meminimalkan heaving yang terjadi akibat dari sifat tanah ekspansif.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN FONDASI SEMI-RAFT PILES DENGAN FONDASI RAFT PILES PADA BANGUNAN APARTEMEN 21 LANTAI Jossev Chrystalloy; Alfred J Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5810

Abstract

Dengan adanya peningkatan estetika konstruksi bangunan dimana perencana struktur sulit menetapkan jarak antar kolom secara teratur sehingga sangat sulit juga untuk membuat pijakan yang terisolasi atau pijakan di setiap konstruksi. Sebagian besar bangunan sipil didukung oleh tanah, sehingga daya dukung dan penurunan tanah menjadi permasalahan. Oleh sebab itu fondasi tikar bertiang atau fondasi rakit bertiang menjadi konstruksi yang populer sehingga dijadikan opsi oleh perencana, karena dapat menangani masalah perbedaan penurunan tersebut serta dapat membantu dalam mengurangi faktor biaya yang akan datang. Kekurangan dari fondasi rakit adalah kurang efektifnya dalam dimensi, volume betonnya dan Inersia yang sama, sehingga awalnya dibutuhkan biaya yang lebih dalam penggunaan volume beton. Perencanaan fondasi semi-rakit bertiang atau fondasi tiang-rakit yang dimodifikasi adalah fondasi yang dirancang sebagai opsi lain untuk menutupi kekurangan dari fondasi rakit bertiang. Fondasi semi-rakit bertiang memiliki kelebihan karena memiliki variasi pada nilai inersianya, dan daya dukungnya serta penurunan yang relatif lebih kecil dibandingkan fondasi rakit bertiang. Dalam studi ini penulis akan membandingkan kekurangan dan kelebihan antara fondasi rakit bertiang dengan fondasi semi-rakit bertiang pada sebuah bangunan apartemen 21 lantai.