Leo S Tedianto
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LUBANG PADA BALOK KASTELA TERHADAP DEFLEKSI DAN LATERAL-TORSIONAL BUCKLING DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Royki Royki; Leo S Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2252

Abstract

Balok kastela merupakan sebuah profil baja yang dibentuk dengan cara memotong profil baja berbentuk I lalu melakukan pengelasan untuk mendapatkan sebuah profil yang memiliki sifat mekanis yang lebih baik. Pada beberapa kasus, bukaan atau lubang tersebut ditutup baik untuk mencapai tujuan estetika maupun kekuatan. Serangkaian ujicoba dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan program Abaqus untuk menemukan hubungan antara penutupan lubang bukaan terhadap kapasitas beban yang dapat dipikul dan defleksi yang terjadi. Hasil percobaan menunjukkan adanya perubahan terhadap defleksi yang terjadi dan peningkatan terhadap kapasitas beban yang dapat dipikul pada kondisi tekuk torsi-lateral seiring dengan dilakukannya penutupan lubang pada balok kastela.
ANALISIS PENGARUH PANJANG ELEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DARI BAJA RINGAN PROFIL KANAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Denny Stevens; Leo S Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2253

Abstract

Cold-formed Steel atau sering disebut baja ringan adalah material yang akhir-akhir ini sering digunakan karena harganya lebih ekonomis dibanding dengan baja konvensional. Profil ini memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibanding baja konvensional dengan tebal yang lebih tipis. Karena tebalnya yang sangat tipis, profil-profil baja ringan sangat rawan terjadi tekuk lokal. Oleh karena itu profil baja ringan kebanyakan didesign memiliki pengaku pada web dan flensnya untuk memperkecil kemungkinan terjadinya tekuk lokal. Tekuk lokal sendiri dipengaruhi oleh panjang elemen. Semakin pendek elemen, kecenderungan terjadinya tekuk lokal akan semakin besar. Analisis ini bertujuan untuk mencari pengaruh panjang elemen terhadap kuat tekan kritisnya dan melihat tekuk yang terjadi dengan cara teoritis dan metode elemen hingga. Profil yang digunakan adalah 75mm x 35mm x 5mm x 0,65mm dengan pengaku pada badan dan flensnya. Perhitungan metode elemen hingga dilakukan dengan program Abaqus. Pemodelan panjang yang digunakan adalah 500, 1000, 1500, 2000, 2500 dengan perletakan tetap sendi-sendi, arah beban sejajar dengan batang (aksial). Hasilnya adalah semakin panjang elemen kuat tekan batang akan semakin kecil dan deformasi yang dihasilkan akan semakin besar. Tekuk yang terjadi adalah tekuk lokal pada bagian flens yang menunjukan kurangnya pengaku pada bagian flens.