Andryan Suhendra
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

APLIKASI MATERIAL GEOSINTETIK PADA KONSTRUKSI TIMBUNAN DI ATAS TIANG (PILED EMBANKMENT) Tommy Adam; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2262

Abstract

Timbunan di atas tanah lunak merupakan tantangan bagi insinyur geoteknik karena karakteristik tanah yang tidak diinginkan. Perkuatan geosintetik dengan dukungan tiang adalah salah satu cara yang bisa menyelesaikan karakteristik tanah yang tidak diinginkan ini. Skripsi ini akan membandingkan kuat tarik geosintetik dengan menggunakan metode BS 8006 dengan metode elemen hingga dua dimensi dan bagaimana geosintetik mempengaruhi timbunan. Skripsi ini membahas mengenai perbedaan antara perhitungan kuat tarik geosintetik dengan metode BS 8006 dengan metode elemen hingga karena metode perhitungan BS 8006 tidak memperhitungakan tanah dasar dalam memperhitungkan kuat tarik geosintetik. Skripsi ini juga membahas mengenai peningkatan nilai faktor keamanan sebesar 20% yang disebabkan oleh pemasangan geosintetik pada dasar timbunan.
ANALISIS PERBANDINGAN EFEK GAYA GEMPA PADA DINDING PENAHAN TANAH GRAVITASI DENGAN DINDING PENAHAN TANAH GEOSINTETIK Indra Jaya Pangestu; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5814

Abstract

Gempa menjadi salah satu peristiwa alam yang sering terjadi di Indonesia. Gempa dapat memberikan dampak yang destruktif dalam dunia konstruksi khususnya dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah harus dibuat kuat terhadap gaya gempa yang terjadi sehingga tidak terjadi keruntuhan. Terdapat berbagai macam tipe dinding penahan tanah yang dapat digunakan. Penulis menganalisis efek gaya gempa terhadap dua tipe dinding penahan tanah yaitu dinding penahan tanah gravitasi dan dinding penahan tanah geosintetik. Penulis menganalisis efek dari gaya gempa terhadap kedua jenis dinding penahan tanah dengan perhitungan manual dan dengan software berbasis metode limit equilibrium atau metode kesetimbangan gaya dengan beberapa perbedaan ketinggian dinding penahan tanah. Pada analisis manual setelah diberikan efek gempa terhadap stabilitas geser, stabilitas guling dan stabilitas daya dukung tanah dihasilkan nilai faktor keamanan dinding penahan tanah geosintetik lebih besar dibandingkan nilai faktor keamanan dinding penahan tanah gravitasi untuk ketiga beda tinggi dinding. Pada analisis menggunakan software metode kesetimbangan gaya setelah diberikan efek gempa, dihasilkan nilai faktor keamanan terhadap stabilitas global dinding penahan tanah geosintetik lebih besar dibandingkan dinding penahan tanah gravitasi untuk ketiga beda tinggi dinding. Sehingga dapat dikatakan dinding penahan tanah geosintetik memiliki ketahanan terhadap efek gempa lebih baik dari dinding penahan tanah gravitasi.
EFEK DARI DYNAMIC COMPACTION (DC) TERHADAP PENINGKATAN KUAT GESER TANAH Michelle Fauziek; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2681

Abstract

Perbaikan dan perkuatan tanah merupakan usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas karakteristik tanah, utamanya parameter kuat geser tanah yang akan mendukung sebuah struktur sehingga mampu menahan beban struktur yang akan dibangun dengan deformasi yang dizinkan. Metode Dynamic Compaction merupakan metode perbaikan tanah dengan menjatuhkan beban (pounder) dari suatu ketinggian ke permukaan yang dipadatkan. Permukaan yang dipadatkan tersebut akan mengalami perubahan kepadatan relatif, yang kemudian akan dihitung menggunakan rumus empiris persentase kenaikan kepadatan relatif. Dengan menggunakan asumsi kenaikan kepadatan sebesar 15%, maka perkiraan kenaikan qc setelah DC dapat dihitung dan didapatkan persentase kenaikan qc berkisar antara 16,98% hingga 1731,23%. Hasil yang diperoleh setelah menghitung persentase kenaikan kuat geser lapangan setelah DC yaitu grafik perbandingan berupa qc perkiraan dengan qc lapangan dan juga persentase kenaikan kepadatan yang terjadi setelah dilakukannya DC yang berkisar antara 0,28% hingga 101,83% dengan persentase kenaikan qc berkisar antara 1,08% hingga 5961,54%, serta pengaruh DC terhadap kedalaman dengan grafik dan sebagian besar kedalamannya melebihi hasil perhitungan.
PENGARUH SERBUK CANGKANG TELUR NON-KALSINASI TERHADAP PLASTISITAS DAN PEMADATAN TANAH DASAR EKSPANSIF GADING SERPONG Steve Jourdane Saputra; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37390

Abstract

Infrastructure development in Gading Serpong, specifically the X School project area, faces expansive subgrade issues proven by low bearing capacity and high plasticity (indicated by a Liquid Limit/LL of 83.51% and a Plasticity Index/PI of 43.95%). This study utilizes non-calcined chicken eggshell powder (ESP) waste as an eco-friendly stabilization alternative to address this issue, compared to conventional chemicals (cement/lime) that are relatively expensive and produce high carbon emissions. This experimental laboratory research tested disturbed soil samples mixed with ESP at 0%, 5%, 10%, and 15% variations of the soil's dry weight. Testing began with the natural soil's physical properties, followed by Atterberg limits and standard compaction tests. The results showed a decrease in PI to 36.92% alongside the addition of 15% ESP. Mechanically, standard compaction indicated an increase in Maximum Dry Density (MDD) from 1.25 g/cm3 to 1.31 g/cm³ and a decrease in Optimum Moisture Content (OMC) from 40.5%  to 35.5%. This research proves that adding ESP mechanically acts as a void filler (micro-filler) and chemically reduces clay plasticity, making it viable as a subgrade stabilizer. Abstrak Pembangunan infrastruktur di kawasan Gading Serpong, khususnya area proyek Sekolah X, dihadapkan pada permasalahan tanah dasar ekspansif yang terbukti memiliki daya dukung rendah dan plastisitas tinggi (ditunjukkan dengan nilai Batas Cair/LL = 83,51% dan Indeks Plastisitas/PI = 43,95%). Penelitian ini memanfaatkan limbah serbuk cangkang telur ayam non-kalsinasi (SCT) sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini dibanding menggunakan bahan kimia konvensional (semen/kapur) yang relatif mahal dan menghasilkan emisi karbon tinggi. Penelitian eksperimental ini menguji sampel tanah terganggu yang dicampur SCT pada variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat kering tanah. Pengujian diawali dengan sifat fisik tanah asli, dilanjutkan dengan batas Atterberg dan uji pemadatan standar. Hasil pengujian menunjukkan penurunan PI menjadi 36,92% seiring dengan penambahan SCT 15%. Secara mekanis, pemadatan standar menunjukkan peningkatan kepadatan kering maksimum (MDD) dari 1,25 g/cm3 menjadi 1,31 g/cm³ dan penurunan kadar air optimum (OMC) dari 40,5% menjadi 35,5%. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan material SCT secara mekanis berfungsi sebagai pengisi rongga pori dan secara kimiawi mereduksi plastisitas lempung, sehingga layak digunakan sebagai stabilisator tanah dasar.