Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEINDAHAN DALAM ARSITEKTUR Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 7 No 2 (2010): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v7i2.1628

Abstract

Arsitektur mempunyai unsur keindahan. Teori-teori arsitektur selalu berbicara keindahan yang bisa terwujud. Keindahan dibagi dua yaitu keindahan bentuk dan ekspresi. Keindahan bentuk berdasarkan pada proporsi, keterpaduan, keseimbangan, skala, irama. Keindahan ekspresi terdiri dari karakter, warna dan Gaya. Keindahan tidak bisa lepas dari struktur, namun dalam arsitektur mempunyai prinsip bahwa struktur mengikuti keindahan.
REGIONALISME DALAM KAITANNYA DENGAN JATI DIRI ARSITEKTUR DI ERA GLOBALISASI Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1635

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dengan semakin majunya pemikiran, membuat manusia menciptakan alat-alat yang dapat membantunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saat ini komunikasi antar manusia dapat dilaksanakan dengan begitu mudahnya walau dalam jarak yang jauh sekalipun. Dunia telah memasuki era globalisasi, dimana berita dari daerah tertentu walaupun jaraknya jauh dapat diketahui oleh manusia dibelahan bumi yang lainnya.
PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 2 (2011): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i2.1638

Abstract

Pedagang kaki lima merupakan pedagang yang “nomaden” karena mereka tidak mempunyai tempat yang tetap dalam berjualan. Pedagang jenis ini seringkali berpindah-pindah tempat dalam menjajakan dagangannya. Pedagang jenis ini termasuk dalam sektor jasa informal dan mempunyai ketangguhan dan keuletan dalam menjajakan dagangannya. Namun pedagang kaki lima ini dalam kenyataannya sering kali terlibat konflik dengan pihak pemerintah daerah setempat. Pedagang jenis ini sering kali dianggap membuat kekumuhan dan kekotoran suatu wilayah kota. Akibatnya tak jarang terjadi ketegangan antar pihak pemerintah dengan pihak pedagang kaki lima.