Achmad Suherman
Program Studi Arsitektur UNSIQ

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FASILITAS DAN PERILAKU PENGUNJUNG KAWASAN KOTA WONOSOBO Achmad Suherman
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1634

Abstract

Pejalan kaki membutuhkan sebuah ruang pada jalan yang dibentuk secara fisik agar dapat melakukan aktivitas. Aktivitas ini diharapkan aman dan terlindung dari unsur lain dari jalan itu sendiri, yaitu kendaraan bermotor cukup jelas bahwa jalur pejalan kaki sebagai ruang transisi ini bukanlah sekedar sebuah jalur pejalan kaki ditepi jalan, meski lengkap dengan utilitasnya, yang tidak mendukung langsung aktivitas secara langsung, melainkan sebagai wujud fisik. Atau dengan kata lain jalur pejalan kaki harus memenuhi kriteria fisik sebuah jalur pejalan kaki atau trotoar. Penelitian ini menganalisis kawasan pusat kota Wonosobo dari sisi fasilitas dan perilaku pejalan kaki. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis perilaku person centre mapping dan place centre mapping. Hasil penelitian menunjukkan adanya area-area yang diminati oleh pengunjung dan area yang tidak diminati oleh pengunjung.
ANALISIS AKTIVITAS DAN FAKTOR PENDUKUNG PENGGAL JALAN AHMAD YANI KABUPATEN WONOSOBO Achmad Suherman
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 9 No 1 (2012): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v9i1.1642

Abstract

Kawasan merupakan wadah aktivitas masyarakat. Penggal jalan termasuk dalam suatu kawasan pembentuk kota. Salah satu penggal jalan di Kabupaten wonosobo adalah Jalan Ahmad Yani. Jalan tersebut merupakan jalur vital yang melayani Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelayanan apa saja pada jalur tersebut. Metode menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan kompleksitas dari kawasan untuk tata guna lahannya.