Leo S. Tedianto
Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PEMODELAN SAMBUNGAN TITIK BUHUL PADA STRUKTUR KUBAH GEODESIK Rivven Meilvin; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10725

Abstract

The geodesic dome consists of steel rod elements joined together to form a single structure. Generally, these geodesic domes are analyzed by assuming the joints of the gusset points are joints and only receive axial forces on the rods. However, in reality, it is not easy to apply gusset joints as pure joints in construction. This research will analyze the geodesic dome by modeling the joints of the gusset points as joints where there is only axial force arising on the rods and modeling the rigid gusset points where there will also be moments and shear on the rods. The analysis will only be carried out by comparing the value of the displacement at each gusset joint modeling and checking the cross-sectional dimensions of the internal forces that arise with the help of the MIDAS GEN program in modeling the geodesic dome structure which has a diameter of 20000 mm and a height of 10000 mm with the type of steel profile. used is a pipe profile using two types of geodesic dome, namely type 2V and 3V. For loads that are calculated, namely dead load, live load, and wind load. The results showed a relatively small difference in translational displacement and the axial force was relatively the same in the internal force analysis, so it is better if the analysis by modeling the gusset connection as rigid.ABSTRAKKubah geodesik terdiri dari elemen batang baja yang disambung menjadi satu kesatuan struktur. Umumnya kubah geodesik ini dianalisis dengan menganggap sambungan titik buhulnya berupa sendi dan hanya menerima gaya aksial saja pada batang - batangnya. Namun pada kenyataannya untuk mengaplikasikan sambungan titik buhul sebagai sendi murni pada konstruksi tidaklah mudah. Penelitian ini akan menganalisis kubah geodesik   dengan memodelkan sambungan titik buhulnya sebagai sendi dimana hanya ada gaya aksial saja yang timbul pada batang - batangnya dan memodelkan titik buhulnya rigid dimana akan terjadi juga momen dan geser pada batang tersebut. Analisis hanya akan dilakukan dengan membandingkan nilai dari perpindahan pada setiap pemodelan sambungan titik buhul dan pengecekan dimensi penampang terhadap gaya – gaya dalam yang timbul dengan bantuan program MIDAS GEN dalam memodelkan struktur kubah geodesik yang mempunyai diameter 20000 mm dan tinggi 10000 mm dengan jenis profil baja yang digunakan adalah profil pipa dengan menggunakan dua tipe kubah geodesik yaitu tipe 2V dan 3V. Untuk beban yang diperhitungkan yaitu beban mati, beban hidup, dan beban angin. Hasil penelitian menunjukkan nilai perbedaan yang relatif kecil pada perpindahan translasi dan diperoleh gaya aksial yang relatif sama pada analisis gaya dalam yang timbul, sehingga sebaiknya analisis dengan pemodelan sambungan titik buhul sebagai rigid.
ANALISIS PENGARUH BENTUK DAN LOKASI BUKAAN PADA BALOK TINGGI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Anthony Fariman; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8320

Abstract

ABSTRAKBalok tinggi beton bertulang merupakan salah satu struktur khusus yang dapat memikul beban cukup besar dan umumnya digunakan sebagai transfer girder, struktur lepas pantai, struktur dinding, dan pondasi. Kehadiran bukaan pada balok tinggi dapat memfasilitasi jalur saluran AC, saluran pipa, jaringan kabel dan lain-lain. Dengan adanya bukaan pada balok tinggi dapat memberikan beberapa efek samping yaitu terjadinya diskontinuitas geometri, tegangan terdistribusi non-linier pada balok tinggi, berkurangnya kekuatan dari balok, dan timbulnya konsentrasi tegangan di sekitar bukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek dari kehadiran bukaan pada balok tinggi di atas dua perletakan (sendi-rol) dan dibebani beban terpusat di tengah bentang balok lalu memvariasikan bentuk bukaan (persegi, persegi panjang, dan lingkaran) dan lokasi bukaan. Tegangan lentur pada balok tinggi dan konsentrasi tegangan yang terjadi di sekitar bukaan merupakan hal yang akan dibahas dalam penelitian. Analisis akan dibantu dengan Midas FEA yang merupakan program berbasis elemen hingga dan  pemodelan dilakukan dengan elemen solid tiga dimensi. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa kehadiran bukaan pada balok tinggi menyebabkan kenaikan tegangan secara signifikan. Lokasi dari bukaan yang mendekati daerah tengah bentang balok juga sangat mempengaruhi besarnya tegangan yang terjadi.ABSTRACTReinforced concrete deep beam is one of the special structures that can carry quite a big load and generally used as a transfer girder, offshore structure, wall structure, and foundation. The appearance of openings in deep beams can facilitate AC pipelines, plumbing pipes, cable networks, etc. The existence of openings in deep beams can provide a few side effects such as geometric discontinuity, non-linear stress distributions over the deep beams, reduced strength of the deep beams, and stresses concentration will emerged around the openings. The purpose of this research is to analyze the effects from the existence of openings in deep beams on two supports (hinge and roller) and loaded by concentrated load in mid-span then variate the shape of openings (square, rectangle, and circle) and location of the openings. Flexural stresses in deep beams and the stress concentrations that occur around the openings are discussed in this research. The analysis will be assisted by Midas FEA which is a finite element based program and modelling will be executed in three dimensional solid elements. The result of this analysis showed that the existence of the openings in deep beams can cause stresses to increase significantly high. The location of the openings close to the mid-span of the deep beams also affect the amount of the stresses that occurs.
ANALISIS PENGARUH BENTUK PROFIL TERSUSUN TERHADAP GAYA TEKAN PADA BAJA CANAI DINGIN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Dero Andika; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10465

Abstract

In this modern world of construction, the usage of cold formed steel has developed and started to widely used for main structures such as columns and beams. Cold formed steel is manufactured by folding a thin steel plate into desired model. This result in its relatively large width-to-thickness ratio. Therefore, the use of cold formed steel as a column to withstand compressive axial force is deemed ineffective because of its vulnerability to buckling failure. One of the ways to overcome buckling failure is to use built-up profile. The profiles in which are examined are R and 2R with the effective length of 2950mm and variated between fixed-fixed roller end and pinned-roller end. Whereas R profile is the combination of C and U channel. MIDAS FEA is a finite element-based software which is used to model the desired structures in this study. The results of the study showed calculations using MIDAS FEA are closer to the theoretical calculations of AISI S100-07 on the fixed-fixed roller end. The 2R profile provided 250% greater compressive strength value compared to the R profile. The fixed-fixed roller end resulted in 147% higher compressive strength compared to the pinned-roller end. The results using MIDAS FEA resulted in closer results to AISI S100-07.ABSTRAKPada dunia konstruksi modern penggunaan baja canai dingin sudah berkembang dan penggunaannya mulai banyak digunakan untuk struktur utama seperti kolom dan balok. Pembuatan baja canai dingin yang ditekuk dari pelat baja membuat ketebalannya relatif tipis jika dibandingkan dengan lebar ataupun tinggi nya. Akibatnya penggunaan baja canai dingin sebagai kolom yang dominan menahan gaya aksial tekan dirasa tidak efektif karena sifatnya yang rentan terhadap kegagalan tekuk. Salah satu cara untuk mengatasi kegagalan tekuk adalah menggunakan profil tersusun. Pada penelitian ini diuji adalah profil R dan 2R dengan panjang 2950 mm yang disertai dengan variasi peletakan sendi-rol dan jepit-jepit rol pada kedua ujungnya. Dimana profil R adalah profil gabungan antara profil C dan porfil U. Penelitian ini menggunakan program metode elemen hingga MIDAS FEA untuk memodelkan struktur yang diinginkan.  Profil yang. Hasil analisis penelitian ini didapatkan bahwa perhitungan dengan program MIDAS FEA lebih mendekati perhitungan teoritis AISI S100-07 pada profil jepit-jepit rol. Untuk profil tersusun 2R memberikan kuat tekan lebih besar 250% dibandingkan dengan profil R. Peletakan jepit-jepit rol mengakibatkan kuat tekan baja canai dingin lebih tinggi 147% dibandingkan dengan peletakan sendi-rol. Pemodelan menggunakan MIDAS FEA memberikan hasil lebih mendekati perhitungan teoritis dengan AISI S100-07.