Rizari
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ABSENSI SIDIK JARI (FINGER PRINT) DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Zia Komaria; Bahrullah Akbar; Rizari
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 12 No 4 (2020): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.029 KB) | DOI: 10.54783/jv.v12i4.334

Abstract

Implementasi Kebijakan Absensi Sidik Jari (Finger Print) di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah secara umum telah sesuai dengan Kebijakan Pemerintah pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, akan tetapi apakah dalam pelaksanaannya kebijakan absensi elektronik ini dapat meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah dengan melalui hasil rekapan absensi bulanan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan absensi sidik jari (finger print) dalam meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah, mengetahui dan mendeskripsikan faktor penghambat dan menganalisis upaya-upaya yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan tentang keadaan secara objektif yang didukung dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan keterlibatan dengan objek penelitian untuk menganalisis data yang diawali dengan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Sebagai landasan teori digunakan teori implementasi kebijakan Publik Model Van Metter dan Van Horn (Agustino, 2017:133-136). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan absensi sidik jari (finger print) di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah sudah baik dibuktikan dengan tingkat kedisiplinan mencapai 85% sedangkan kinerja pegawai negeri sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah kurang baik dibuktikan masih rendahnya etos kerja dan keloyalan kepada atasan, dan hilangnya motivasi dan semangat dalam bekerja. Namun upaya yang harus dilakukan dalam meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil tersebut dengan cara meningkatkan kompetensi dan program pengembangan praktik dan pelatihan, dengan memberikan sistem reward dan punishment serta pembinaan karakter kepada PNS.
HUMAN RESOURCE CAPACITY DEVELOPMENT OF BUREAUCRATS WITHIN THE LOCAL GOVERNMENT OF EAST BARITO REGENCY, INDONESIA Indra Gunawan; Fernandes Simangunsong; Rizari; Andi Masrich
Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiwbp.v15i1.5287

Abstract

The present study commences with the findings of the phenomenon of the problem of the low capacity of bureaucratic human resources, especially in public services in the Regional Government of East Barito Regency. The district's public service compliance rating is the lowest in Central Kalimantan Province. This study aims to reveal data related to the development of bureaucrats' human resource capacity in the Local Government. The analytical framework employed in this study draws upon the integrated quality management theory of W. Edwards Deming, encompassing the following aspects: (1) Plan, (2) Do, (3) Check or study, and (4) Act. A descriptive qualitative method was employed in this research. The data collection process involved a combination of interview techniques, observational studies, and document analysis, with the researchers themselves serving as the instruments for data collection. The data sources for this research include regional leaders, leaders of related OPDs, several bureaucratic staff members, and the Chairman of the DPRD. To ensure the reliability of the findings, a triangulation approach was employed, involving the synthesis of data from multiple sources and collection techniques. The results indicated that the enhancement of bureaucrats' human resource capacity within the East Barito Regency Regional Government has been effectively executed and is aligned with the stages of integrated quality management as proposed by Edwards Deming, thereby ensuring the effective and efficient achievement of objectives.