Iqbal Koyoto
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Lama Pengeringan Dan Lama Perendaman Dalam Krioprotektan Terhadap Viabilitas Benih Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Secara Kriopreservasi Iqbal Koyoto
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Juni: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.309 KB)

Abstract

Teknik kriopreservasi merupakan teknik yang potensial untuk penyimpanan jangka panjang, yaitu menyimpan tanaman ke dalam nitrogen cair yang bersuhu -196ÂșC. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air benih yang dapat meningkatkan viabilitas benih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan,dari bulan Maret sampai April 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah lama pengeringan dengan 5 taraf yaitu 0 jam; 24 jam; 48 jam; 72 jam; 96 jam dan faktor kedua lama perendaman dalam krioprotektan dengan 5 taraf yaitu 0 menit; 30 menit; 60 menit; 90 menit; 120 menit. Parameter pengamatan adalah kadar air (%), laju perkecambahan (hari),kecambah normal (%), kecambah abnormal (%), benih mati (%), indeks vigor, bobot basah kecambah (g), bobot kering kecambah (g). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap parameter air benih (%), laju perkecambahan (hari), kecambah normal (%), kecambah abnormal (%), benih mati (%), indeks vigor, bobot segar kecambah (g) dan bobot kering kecambah (g). Perlakuan lama perendaman dalam krioprotektan berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan kecambah abnormal (%), bobot segar kecambah (g) dan bobot kering kecambah (g). Interaksi lama pengeringan dan lama perendaman dalam krioprotektan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar air benih hingga 11,81%, mempercepat laju perkecambahan menjadi 6,44 hari dan menurunkan kecambah abnormal 6,00 %.