Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Keagamaan di TPA Raudatul Jannah Pagu Wates Kabupaten Kediri Alfi Farikhatul Ula; Nurmahmudah Nurmahmudah
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2939.805 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v3i2.1942

Abstract

Pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai menyebabkan terbengkalainya sebuah tempat pembelajaran al-Qur’an di RT./RW. 16/03, Dsn. Sumberurip, Ds. Pagu, Kec. Wates, Kab. Kediri. Aktivitas pembelajaran yang kurang efektif dan kondusif, serta kurangnya kualitas pembelajaran menjadi penting untuk diadakan peningkatan. Bertujuan untuk mendidik para santri agar disiplin waktu, sabar dan semangat dalam belajar, bertambah wawasan, serta berakhlakul karimah. Pengabdi melakukan identifikasi untuk mengetahui alat dan bahan yang dapat digunakan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa alat dan bahan yang ada kurang memadai untuk berbagai materi pelatihan dan pembinaan keagamaan. Alat dan bahan pun disiapkan beserta jadwal pelajaran untuk menjabarkan seluruh program pengajaran. Tebak-tebakan dan praktik ibadah digunakan untuk mengetahui dampak pelaksanaan program kerja peneliti. Pelatihan, pembinaan, dan praktikum keagamaan menunjukkan dampak yang signifikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia dan meningkatkan pemahaman santri terhadap al-Qur’an dan Islam.
Kegiatan Berbasis Pengabdian Masyarakat Bidang Pendidikan Di Pesantren Al-Fath Melalui Pelatihan Jawa Pegon Dalam Upaya Memaknai Kitab Kuning Izuddi Niyah; Nurmahmudah Nurmahmudah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimas_agama.v3i2.2925

Abstract

Islamic boarding schools are divided two, salaf and modern Islamic boarding schools. One of the activities of the Pesantren is reciting the yellow book. Translating or interpreting the yellow book in Arabic into Javanese using Pegon. The purpose of writing this article is to improve the ability of students in interpreting the yellow book at the Al-Fath Islamic boarding schools by using the Pegon letter as a translation of a word in the yellow book. The obstacle experienced is the lack of knowledge and ability of the students in the interpreting the yellow book, so that students experience difficulyies in Islamic boarding school activities programs such as reciting the yellow book using Pegon letters. The service team from IAIN Kediri collaborated and colsulted with related parties to provide solutions through training and development of Pegon activity programs for students to improve the ability of students to interpreting the yellow book in Islamic boarding schools correctly and quickly. Community service activities for students are carried out at the Al-Fath Islamic boarding school. Participants who take part in service program are new students of the Al-Fath Islamic boarding school. The activities contribute to Islamic boarding schools and students. For Islamic boarding school, Islamic boarding schools have a place as a means of Pegon learning activities to interpreting the yellow book. As for the students, increasing knowledge and ability in interpreting the yellow book using Pegon letters precisely and quickly
Pendampingan Pembelajaran Masa Pandemi Siswa TK Dan SD Desa Bleber Kras Kediri Yuliatus Sa'adah; Nurmahmudah Nurmahmudah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimas_agama.v3i2.2926

Abstract

This activity is based on the fact that online learning is caused by the outbreak of the covid 19 outbreak. In this case, the aim is to increase the ability, understanding, and enthusiasm of kindergarten and elementary school students in online learning. The target is Kindergarten and Elementary School students in Bleber Kras Kediri Village using discussion methods and learning assistance. This activity was carried out in 10 meetings and each meeting lasted for 3 hours. When the activity takes place, the study group is limited to five children per hour, and in a day there are three groups that take tutoring. As a result, students began to enthusiastically carry out online learning and also parents of students participated in supporting tutoring activities during this pandemic in Bleber Kras Village, Kediri. Students are also more assisted in carrying out tasks from school.
Development of Village-Owned Enterprises (BUMDes) for Prosperity through Community Services (Case Study in Damarwulan Village, Kepung District, Kediri Regency) Merinda Armi; Nurmahmudah Nurmahmudah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v4i2.611

Abstract

Purpose: This research examines the impact of Village-Owned Enterprises (BUMDes) on Damarwulan Village's economic development. It explores BUMDes' significance as a village-owned legal entity managed independently with capital from local resources. Method: We employ descriptive qualitative methods, gathering data from various sources, including manuscripts, interviews, and official documents. The study focuses on BUMDes' existence, economic contributions, and factors influencing their success. An analysis follows an Interactive Model involving data reduction, presentation, and conclusions. Practical Applications: Our findings have practical implications for rural development and local governance. They inform policymakers and communities about the potential benefits and challenges of BUMDes, aiding decisions on supporting and establishing such enterprises. Conclusion: BUMDes significantly enhance Damarwulan Village's economy, offering valuable insights for rural development and governance practices, ultimately improving socio-economic conditions.
QUO VADIS PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN DAN PENGARUHNYA OTORITAS KIAI DALAM PRESPEKTIF FILSAFAT SOSIOLOGI Nurmahmudah Nurmahmudah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.14936

Abstract

Era kontemporer selalu menuntut segala keilmuan dari sudut pandang positivistik sebagai paradigma kebenaran dari ilmu pengetahuan, keabsahan dan sumbernya menjadi masalah tersendiri bagi eksistensi pesantren salaf. Otoritas keilmuan kiai dianggap penting dalam rangka menjawab kritik manusia modern kontemporer, sehingga otoritas keilmuannya tidak dapat dipungkiri atau diragukan karena memiliki karakter keilmuan secara umum, baik bidang ilmu pengetahuan dan kiai tidak hanya sebagai tokoh tetapi juga sebagai ilmuwan dalam bidang agama. Tulisan ini diharapakan dapat menjelaskan bahwa otoritas kiai memiliki pengaruh yang besar terhadap jalannya pesantren begitu juga memberikan dampak perubahan terhadap cara berfikir dan perilaku para santrinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan, maka metode yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi, kemudian dilakukan analisa data seperti analisa komponensial. Serta dilakukan validitas dan reliabilitas, dengan cara triangulasi teknik, triangulasi waktu, FGD, analisis kasus negatif, dan mengadakan member check; uji transferbility, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil dari penelitian ini melalui prespektif Filsafat Sosiologi Max Weber tentang otoritas, bahwa otoritas kia memberi pengaruh terhadap bentuk pola pendidikan pesantren serta memberi pengaruh yang besar terhadap cara berfikir dan tingkah laku masyarakat pesantrennya dengan menggunakan pendekatan internalisasi sosial menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Salah satu contoh hasil pengaruh otoritas kiai adalah inovasi yang dilakukan kiai dalam dunia pendidikan pesantren yang biasa identik menjauhi teknologi dan media komunikasi tapi malah justru sebaliknya, kiai mencontohkan bahkan meminta santrinya memperdalam skill teknologi dan informasi khususnya dalam pengembangan sosial media seperti Youtube, Website dll sehingga santri dapat beradaptasi dan terbiasa dengan penggunaan sosial media sebagi media dakwah masa kini.