Articles
Pembiayaan Bank Syariah dalam Sektor Pertanian
Qurrotul Aidah;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.46 KB)
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v3i1.1090
Sektor pertanian memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan internasional. Salah satu masalah utama pembangunan pertanian adalah dukungan keuangan yang tidak memadai. Karena kegiatan utamanya sebagai financial intermediary, Bank Syariah Muamalat memiliki potensi besar dalam pembiayaan pertanian. Fakta menunjukkan bahwa pendanaan bank syariah untuk sektor pertanian masih terbatas, kurang dari 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi bank syariah dan mengkaji permodalan pembiayaan sektor pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan relevan dengan data bekas. Hasil penelitian ini akan mencerminkan panorama pembiayaan sektor pertanian yang benar dengan mengembangkan model pembiayaan alternatif yang sesuai dengan karakteristik pertanian syariah. melihat. Pekerjaannya di bidang keuangan pertanian.
Struktur Modal dalam Perusahaan
Ladys Like Arifin;
Qurrotin Nuril Jannah;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol 3 No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.917 KB)
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v3i2.1169
Struktur modal merupakan suatu hal yang berkaitan dengan pembelanjaan jangka panjang pada suatu perusahaan yang dapat diukur dengan perbandingan utang jangka panjang dengan modal sendiri. Teori struktur modal menjelaskan bahwa apakah suatu kebijakan pembelanjaan jangka panjang bisa mempengaruhi suatu nilai pada perusahaan, biaya modal dan harga pasar saham pada perusahaan. Struktur modal yang efektif mampu menciptakan perusahaan dengan keuangan yang kuat dan stabil. Bersamaan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dibidang pasar modal dan tersedianya dana daripara calon investor yang berniat menginvestasikan modalnya. Dalam melihat struktur modal perusahaan, para investor tidak dapat dipisahkan dari informasi perusahaan yang berupa laporan keuangan yang di keluarkan perusahaan pada setiap tahunnya. Para investor akan berbagi analisis terkait dengan keputusan untuk menanamkan modalnya pada perusahaan melalui informasi yang salah satunya berasal dari laporan keuangan perusahaan.
Analisis Konsep Penerapan Pembiayaan Murabahah pada Perbankan Syariah
Yuli Dwi Yusrani Anugrah;
Mahfuddhotul Laila
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (792.571 KB)
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v2i2.806
Artikel ini menganalisis dan konsep-konsep pembiayaan murabahah, hal ini dilakukan karena masih adanya penyimpangan penerapan pembiayaan murabahah yaitu perbedaan antara aturan yang mendasari pembiayaan murabahah dengan praktik yang ada dilapangan. Dalam artikel ini membandingkan antara aturan yang ada dengan situasi praktik langsung dilapangan dengan melibatkan beberapa informan (praktisi dan nasabah yang bersangkutan) serta dengan dukungan beberapa literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menyebutkan, penerapan murabahah dalam praktik perbankan syariah dibagi menjadi tiga kategori: Tipe pertama konsisten terhadap fiqih muamalah. Tipe Kedua mirip dengan tipe yang pertama, tapi perpindahan kepemilikan langsung dari supplier kepada nasabah, sedangkan pembayaran dilakukan bank langsung kepada penjual pertama/supplier dan Tipe Ketiga Bank melakukan perjajian murabahah dengan nasabah, dan pada saat yang sama mewakilkan (akad wakalah) kepada nasabah untuk membeli sendiri barang yang akan dibelinya. Pelayanan pembiayaan murabahah pada tipe 2 dan 3 masih perlu ditinjau dan di evaluasi ulang karena meskipun pembiayaan tersebut di anggap sah menurut hukum KUHP, tetapi masih belum sah secara hukum islam karena masih tidak terpenuhinya rukun jual beli yaitu atas kepemilikan objek murabahah tersebut. Untuk itu peneliti melakukan pengembangan konsep yang ada yaitu dengan system kerjasama antara bank dan supliyer, seperti yang tergambar pada konsep.
Penerapan Manajemen Kas, Manajemen Piutang dan Manajemen Persediaan dalam Laporan Keuangan
Zulfiatur Rosyida;
Rif'ah Fadilah;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol 3 No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.61 KB)
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v3i2.1260
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk mencapai target yang telah ditentukan, adapun tujuan setiap perusahaan adalah mencapai suatu keuntungan. Salah satu cara suatu perusahaan mengetahui perusahan yang akan datang, maka perusahan perlu untuk membuat laporan keuangan yang mana laporan keuangan adalah gambaran keadaan keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode yang telah ditentukan. Adapun laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan ekuitas pemegang saham dan arus kas. Dalam menganalisa arus kas setiap perusahan perlu untuk mengelola kas, piutang dan juga persediaan.
Konsep Pembiayaan Mudharabah dalam Perbankan Syariah
Nadia Nandaningsih;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.296 KB)
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v3i1.1095
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna atau arti dari akad mudharabah, mudharabah merupakan perjanjian kerjasama yang terjalin antara dua atau lebih pemilik modal (shahibul mal), yang memutuskan untuk myerahkan sepotong modal dengan kontribusi seratus persen modal dari pemilik modal kepada pengelola usaha (mudharib). Sedangkan pembagian keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan kesepakatan oleh beberapa pihak yang terlibat. Dasar hukum pembiayaan mudharabah ada dalam Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’ ulama. Sebelum melaksanakan akad pembiayaan mudharabah perlu diketahui dan diaktualisasikannya syarat dan rukun dari pembiayaan mudharabah tersebut. Pembiayaan mudharabah terbagi menjadi dua bagian yaitu mudharabah muthlaqah (unrestricted investment) dan mudharabah muqayyadah (restricted investment). Implementasi pembiayaan mudharabah diperbankan syariah sudah berkembang dan lengkap sesuai dengan peraturan perbankan syariah.
Peranan Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Di Kecamatan Jatiroto
Elin Dinata Putri;
Yuli Dwi Yusrani
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v1i2.1595
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana Pengelola LAZISNU memaknai akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS). Akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS sangat diperlukan untuk mewujudkan kepercayaan pihak-pihak yang terkait, seperti muzakki, mustahiq, Pemerintah maupun masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Dalam penelitian ini terdapat 1 (satu) informan, atara lain: informan kunci (key informant) atau tokoh formal dalam penelitian ini yaitu Ketua LAZISNU . Hasil penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas pengelolaan ZIS pada LAZISNU Jatiroto didasarkan pada akuntabilitas vertikal dan horizontal. Prinsip yang ditekankan dalam akuntabilitas vertikal adalah prinsip amanah. Sedangkan prinsip yang ditekankan dalam akuntabilitas horizontal adalah prinsip profesional dan transparan. Praktik akuntabilitas pengelolaan dana ZIS yang dilakukan oleh LAZISNU Jatiroto merupakan sinergi dari akuntabilitas spiritual, akuntabilitas layanan, akuntabilitas program, dan akuntabilitas laporan. Keywords: Akuntabilitas, Amanah, Profesional, Transparan
Struktur Modal dalam Perusahaan
Ladys Like Arifin;
Qurrotin Nuril Jannah;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v3i2.1169
Struktur modal merupakan suatu hal yang berkaitan dengan pembelanjaan jangka panjang pada suatu perusahaan yang dapat diukur dengan perbandingan utang jangka panjang dengan modal sendiri. Teori struktur modal menjelaskan bahwa apakah suatu kebijakan pembelanjaan jangka panjang bisa mempengaruhi suatu nilai pada perusahaan, biaya modal dan harga pasar saham pada perusahaan. Struktur modal yang efektif mampu menciptakan perusahaan dengan keuangan yang kuat dan stabil. Bersamaan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dibidang pasar modal dan tersedianya dana daripara calon investor yang berniat menginvestasikan modalnya. Dalam melihat struktur modal perusahaan, para investor tidak dapat dipisahkan dari informasi perusahaan yang berupa laporan keuangan yang di keluarkan perusahaan pada setiap tahunnya. Para investor akan berbagi analisis terkait dengan keputusan untuk menanamkan modalnya pada perusahaan melalui informasi yang salah satunya berasal dari laporan keuangan perusahaan.
Penerapan Manajemen Kas, Manajemen Piutang dan Manajemen Persediaan dalam Laporan Keuangan
Zulfiatur Rosyida;
Rif'ah Fadilah;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol. 3 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v3i2.1260
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk mencapai target yang telah ditentukan, adapun tujuan setiap perusahaan adalah mencapai suatu keuntungan. Salah satu cara suatu perusahaan mengetahui perusahan yang akan datang, maka perusahan perlu untuk membuat laporan keuangan yang mana laporan keuangan adalah gambaran keadaan keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode yang telah ditentukan. Adapun laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan ekuitas pemegang saham dan arus kas. Dalam menganalisa arus kas setiap perusahan perlu untuk mengelola kas, piutang dan juga persediaan.
Capital Structure and Dividend Policy
Mei Eka Wardini;
Yuli Dwi Yusrani Anugrah;
Muhammad Farid;
Alfiatul Laili
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol. 4 No. 2 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/muhasabatuna.v4i2.2106
The Capital Structure describes the combination of various components on the right side of the balance sheet. In general, it is a combination of debt and equity where the composition of the company's debt and capital will determine the dividend policy of the company's value. The value of the company reflects the present value of the expected income in the future. The financial management function can maximize the value of the company. Optimal capital structure will also affect dividend policy and high dividend payout will be responded by investors as a sign that the company is in good condition. A high dividend policy will also be responded to by an increase in share prices which will increase the value company.
Model Perencanaan Infrastruktur Desa dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan
Dwi Yusrani Anugrah, Yuli;
Arifah , Sa’adatu Mukarromatil;
Rohman , Taufiqur
Idarotuna : Journal of Administrative Science Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Study Office Adminstrative of Akademi Komunitas Teknologi Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/idarotuna.v6i2.156
Effective village infrastructure planning requires a model that balances technical aspects with active community participation, a core principle of sustainable development. This research critically examines the infrastructure planning process in Wates Kulon Village, Ranuyoso District, Lumajang Regency, through the lens of sustainable development. While the formal procedure for formulating the Medium-Term Village Development Plan (RPJMDes) adheres to the national regulation (Permendagri No. 114/2014), this qualitative descriptive study identifies a critical flaw: a participation gap. Findings reveal that minimal community involvement in the planning and monitoring stages has led to a misalignment between the documented plans and the community's actual needs and aspirations. Consequently, the resulting infrastructure projects risk being underutilized or unsustainable. This study concludes that the existing planning model is procedurally correct but substantively deficient. It proposes a shift towards a more participatory and inclusive planning model that actively integrates community voice as a fundamental component, thereby ensuring that village infrastructure development is not only accountable but also socially sustainable and responsive to local interests.