Christopher Kusumajaya
Dokter Umum, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Diagnosis dan Tatalaksana Ruptur Uretra Christopher Kusumajaya
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.675

Abstract

Ruptur uretra merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan urologi karena adanya trauma lain yang lebih mengancam nyawa. Penatalaksanaan yang terlambat dan tidak tepat akan mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan mortalitas.Genitourinary trauma is often overlooked in the setting of acute trauma; other more life-threatening injuries often take precedence for immediate management. Radiology imaging plays a key role in diagnosis. Rapid diagnosis and appropriate management is crucial in limiting mortality and morbidity. 
Teknik Reduksi untuk Parafimosis Christopher Kusumajaya
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i11.709

Abstract

Parafimosis merupakan kasus kegawatdaruratan urologi jika kulit prepusium, setelah diretraksi, tidak dapat dikembalikan menutupi glans penis, menyebabkan nyeri pada penis. Penanganan cepat di Unit Gawat Darurat dibutuhkan karena keterlambatan penanganan akan menyebabkan iskemi glans penis. Dalam sebagian besar kasus, teknik non invasif reduksi manual sangat efektif. Berbagai macam teknik reduksi dapat menjadi pilihan.Paraphimosis is a urologic emergency, if the foreskin retracted over the glans penis is irreducible, potential for serious penile injury if left unattended. Paraphimosis must be treated immediately in the emergency department. In most cases, manual reduction, a noninvasive technique, is effective. A variety of reduction techniques are available
Diagnosis dan Tatalaksana Batu Uretra Christopher Kusumajaya
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.168

Abstract

Batu Saluran Kemih (BSK) merupakan penyakit tersering di bidang urologi. Di negara berkembang seperti Indonesia angka BSK terus meningkat. Kebanyakan pasien memiliki batu saluran kemih bagian atas, sehingga penanganan batu saluran kemih bagian bawah seperti batu uretra sering terlupakan. Keluhan utama nyeri pada retensi urin akut yang disebabkan oleh batu uretra membutuhkan tindakan segera. Terbatasnya fasilitas endoskopi menambah pentingnya penanganan akut kasus batu uretra di Unit Gawat Darurat.
Diagnosis dan Tatalaksana Torsio Testis Christopher Kusumajaya
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i10.582

Abstract

Keluhan akut skrotum merupakan kasus kegawatdaruratan urologi dengan diagnosis banding meliputi torsio testis (torsio korda spermatika), torsio apendiks testis, epididimoorkitis, edema skrotum idiopatik, kista epididymis, dan hernia inguinalis strangulasi. Torsio testis merupakan kasus yang paling sering. Eksplorasi skrotum harus dilakukan. Pemeriksaan fisik dan radiologis yang tepat diperlukan sebelum eksplorasi surgikal. Diagnosis dan tatalaksana cepat merupakan hal terpenting untuk menghindari kehilangan testis dan infertilitas di kemudian hari,.Acute scrotal pain is a urological emergency with differential diagnoses of torsion of the testis (torsion of the spermatic cord), torsion of testicular appendages, epididymoorchitis, idiopathic scrotal oedema, epididymal cysts and strangulated inguinal herniae. Testicular torsion is the most frequent cause. Scrotal exploration is mandatory. Doppler Ultrasound (DUS) may present variations, and clinical evaluation is important to justify surgical exploration. Prompt diagnosis and immediate surgery are the most important issues to avoid testicular loss and eventual impaired fertility.
Diagnosis dan Tatalaksana Batu Uretra Christopher Kusumajaya
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.824

Abstract

Batu saluran kemih (BSK) merupakan penyakit tersering di bidang urologi. Di negara berkembang seperti Indonesia, angka BSK terus meningkat. Kebanyakan pasien memiliki batu saluran kemih bagian atas, sehingga penanganan batu saluran kemih bagian bawah seperti batu uretra sering terlupakan. Keluhan utama nyeri pada retensi urin akut yang disebabkan oleh batu uretra membutuhkan tindakan segera. Terbatasnya fasilitas endoskopi menambah pentingnya penanganan akut kasus batu uretra di Unit Gawat Darurat.   Urinary stone is the most frequent disease in urology. The incidence continues to increase in developing countries such as Indonesia. Most patients have upper urinary tractstones, consequently, lower urinary tract stones, such as urethral stone, are often neglected. Pain and acute urinary retention are the chief complaints of urethral stones and require immediate action. Limited endoscopic facilities add to the importance of acute management in emergency setting.
Diagnosis dan Tatalaksana Batu Uretra Christopher Kusumajaya
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.824

Abstract

Batu saluran kemih (BSK) merupakan penyakit tersering di bidang urologi. Di negara berkembang seperti Indonesia, angka BSK terus meningkat. Kebanyakan pasien memiliki batu saluran kemih bagian atas, sehingga penanganan batu saluran kemih bagian bawah seperti batu uretra sering terlupakan. Keluhan utama nyeri pada retensi urin akut yang disebabkan oleh batu uretra membutuhkan tindakan segera. Terbatasnya fasilitas endoskopi menambah pentingnya penanganan akut kasus batu uretra di Unit Gawat Darurat.   Urinary stone is the most frequent disease in urology. The incidence continues to increase in developing countries such as Indonesia. Most patients have upper urinary tractstones, consequently, lower urinary tract stones, such as urethral stone, are often neglected. Pain and acute urinary retention are the chief complaints of urethral stones and require immediate action. Limited endoscopic facilities add to the importance of acute management in emergency setting.