Jovita Silvia Wijaya
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP. H. Adam Malik, Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Politerapi Anti Epilepsi pada Penderita Epilepsi Anak Jovita Silvia Wijaya; Johannes H Saing; Cynthea Prima Destariani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.370

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang menimbulkan berbagai permasalahan antara lain kesulitan belajar, gangguan tumbuh-kembang, dan kualitas hidup anak. Prinsip pengobatan epilepsi dimulai dari monoterapi lini pertama, menggunakan Obat Anti Epilepsi (OAE) sesuai jenis bangkitan. Kegagalan monoterapi berisiko menjadi epilepsi refrakter (intraktabel), sehingga perlu politerapi OAE. Epilepsy causes of morbidity in children, causing various problems such as learning difficulties, growth disorders, and quality of life. Principles of epilepsy treatment is to start with first-line AntiEpileptic Drug (AED) monotherapy according to seizure type. Monotherapy failure is at risk of becoming refractory epilepsy (intractable) necessitating AED polytherapy.
Politerapi Anti-Epilepsi pada Penderita Epilepsi Anak Jovita Silvia Wijaya; Johannes H Saing; Cynthea Prima Destariani
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.350

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang menimbulkan berbagai permasalahan antara lain kesulitan belajar, gangguan tumbuh-kembang, dan penurunan kualitas hidup anak. Prinsip pengobatan epilepsi dimulai dari monoterapi lini pertama menggunakan obat anti-epilepsi (OAE) berdasarkan jenis bangkitan. Kegagalan monoterapi berisiko menjadi epilepsi refrakter (intraktabel), sehingga perlu politerapi OAE. Epilepsy is a common cause of morbidity in neuropediatric, causing various problems such as learning difficulties, growth disorders, and quality of life. Principles of epilepsy treatment are to start first-line anti-epileptic drug (AED) monotherapy according to seizure type. Monotherapy failure is a risk of becoming refractory epilepsy (intractable) AED polytherapy is needed.
Politerapi Anti-Epilepsi pada Penderita Epilepsi Anak Jovita Silvia Wijaya; Johannes H Saing; Cynthea Prima Destariani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.350

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang menimbulkan berbagai permasalahan antara lain kesulitan belajar, gangguan tumbuh-kembang, dan penurunan kualitas hidup anak. Prinsip pengobatan epilepsi dimulai dari monoterapi lini pertama menggunakan obat anti-epilepsi (OAE) berdasarkan jenis bangkitan. Kegagalan monoterapi berisiko menjadi epilepsi refrakter (intraktabel), sehingga perlu politerapi OAE. Epilepsy is a common cause of morbidity in neuropediatric, causing various problems such as learning difficulties, growth disorders, and quality of life. Principles of epilepsy treatment are to start first-line anti-epileptic drug (AED) monotherapy according to seizure type. Monotherapy failure is a risk of becoming refractory epilepsy (intractable) AED polytherapy is needed.