Prevalensi malnutrisi pasien yang dirawat di rumah sakit di seluruh dunia masih berada di sekitar 50%, belum berubah sejak pertama kali dibahas pada tahun 1974 oleh Butterworth. Saat ini diperkirakan setidaknya sepertiga pasien masuk rumah sakit dalam keadaan malnutrisi yang jika diabaikan, akan berdampak pada proses penyembuhan, meningkatnya risiko komplikasi dan risiko kembali dirawat di rumah sakit. Kendala internal individu dapat berkontribusi terhadap perburukan status gizi. Namun kendala besar yang perlu dibenahi adalah manajemen perawatan kesehatan. Manajemen malnutrisi akan efektif jika semua petugas kesehatan memahami peranan gizi untuk proses penyembuhan pasien dan mau berkolaborasi untuk mengatasinya. Artikel ini berisi rangkuman informasi agar dipahami untuk diimplementasikan oleh seluruh tim kesehatan dalam mewujudkan lingkup rumah sakit sadar gizi.The prevalence of malnutrition ranges up to 50% among patients in hospitals worldwide, remains unchanged since 1974 when Buttterworth called attention to malnutrition in hospitals. Today it is estimated that at least one third of patients arrive at the hospital malnourished and, if left untreated, may adversely impact their recovery and increase their risk of complications and readmission. Individual factors may contribute to a worsening nutrition state. More challenging contributors are those inherent in healthcare systems. Effective management of malnutrition requires awareness and collaboration among multiple clinical disciplines to implement nutrition care pathway. This article should improve nutrition awareness in hospital care setting through knowledge and implementation of all health care provider.