Sonny G.R. Saragih
Departemen Bedah Saraf RSUD Dr Abdul Aziz, Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Glasgow Coma Scale dan Gambaran Midline-Shift CT-Scan Kepala sebagai Prediktor Mortalitas Pasien Cedera Kepala Albert Tito; Sonny G.R. Saragih
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i4.197

Abstract

Pendahuluan: Cedera kepala merupakan satu penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia terutama pada usia produktif. Prediksi awal keluaran pasien cedera kepala yang akurat penting untuk menentukan keputusan klinis, alokasi rasional sumber daya dan konseling keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Glasgow Coma Scale (GCS) dengan Midline-Shift (MLS) sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Metode: Penelitian analitik potong-lintang pada 43 pasien. Data GCS dan status pasien saat masuk IGD diambil dari rekam medis RSUD Dr Abdul Aziz Kota Singkawang dan data MLS diketahui melalui hasil CT-Scan di RS Santo Vincentius Kota Singkawang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan dilakukan perbandingan antara GCS dan MLS terhadap status keluar pasien. Hasil: Nilai GCS memiliki hubungan moderat terhadap status keluar pasien (IK 95%; p = 0,018; r = 0,361). MLS memiliki hubungan kuat terhadap status keluar pasien (IK 95%; p = 0,000; r = 0,531). Makin rendah nilai GCS dan makin tinggi nilai MLS, makin banyak status keluar meninggal. Simpulan: MLS memiliki korelasi lebih kuat sebagai prediktor mortalitas daripada GCS pada pasien cedera kepala.
Perbandingan Glasgow Coma Scale dan Gambaran Midline-Shift CT-Scan Kepala sebagai Prediktor Mortalitas Pasien Cedera Kepala Albert Tito; Sonny G.R. Saragih
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 4 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i4.796

Abstract

Pendahuluan: Cedera kepala merupakan satu penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia terutama pada usia produktif. Prediksi awal keluaran pasien cedera kepala yang akurat penting untuk menentukan keputusan klinis, alokasi rasional sumber daya, dan konseling keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Glasgow Coma Scale (GCS) dengan Midline-Shift (MLS) sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Metode: Penelitian analitik potong-lintang pada 43 pasien. Data GCS dan status pasien saat masuk IGD diambil dari rekam medis RSUD Dr. Abdul Aziz Kota Singkawang dan data MLS diketahui melalui hasil CT-scan di RS Santo Vincentius Kota Singkawang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan dilakukan perbandingan antara GCS dan MLS terhadap status keluar pasien. Hasil: Nilai GCS memiliki hubungan moderat terhadap status keluar pasien (IK 95%; p = 0,018; r = 0,361). MLS memiliki hubungan kuat terhadap status keluar pasien (IK 95%; p = 0,000; r = 0,531). Makin rendah nilai GCS dan makin tinggi nilai MLS, makin banyak status keluar meninggal. Simpulan: MLS memiliki korelasi lebih kuat sebagai prediktor mortalitas daripada GCS pada pasien cedera kepala.   Introduction: Head injury is one of the main causes of death and disability in productive ages. Early and accurate outcome prediction is very important to aid clinical decision, rational allocation of resources and family counseling. The purpose of this study is to compare Glasgow Coma Scale (GCS) and Midline-Shift (MLS) as the predictor of head injury patients’ mortality. Methods: An analytical cross-sectional study was performed on 43 patients. GCS and patient’s data were obtained from RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang medical records and MLS data were obtained from CT-Scan data, done in RS Santo Vincentius Singkawang. The correlation of GCS and MLS to patients’ outcome was analyzed by Spearman correlation test. Results: GCS had moderate correlation to patients’ outcome (CI 95%; p = 0,018; r = 0,361). MLS had strong correlation to patients’ outcome (CI 95%; p = 0,000; r = 0,531). Lower GCS value and higher MLS correlate to higher mortality. Conclusion: MLS had stronger correlation than GCS to mortality of head injury patients.
Perbandingan Glasgow Coma Scale dan Gambaran Midline-Shift CT-Scan Kepala sebagai Prediktor Mortalitas Pasien Cedera Kepala Albert Tito; Sonny G.R. Saragih
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 4 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i4.796

Abstract

Pendahuluan: Cedera kepala merupakan satu penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia terutama pada usia produktif. Prediksi awal keluaran pasien cedera kepala yang akurat penting untuk menentukan keputusan klinis, alokasi rasional sumber daya, dan konseling keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Glasgow Coma Scale (GCS) dengan Midline-Shift (MLS) sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Metode: Penelitian analitik potong-lintang pada 43 pasien. Data GCS dan status pasien saat masuk IGD diambil dari rekam medis RSUD Dr. Abdul Aziz Kota Singkawang dan data MLS diketahui melalui hasil CT-scan di RS Santo Vincentius Kota Singkawang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan dilakukan perbandingan antara GCS dan MLS terhadap status keluar pasien. Hasil: Nilai GCS memiliki hubungan moderat terhadap status keluar pasien (IK 95%; p = 0,018; r = 0,361). MLS memiliki hubungan kuat terhadap status keluar pasien (IK 95%; p = 0,000; r = 0,531). Makin rendah nilai GCS dan makin tinggi nilai MLS, makin banyak status keluar meninggal. Simpulan: MLS memiliki korelasi lebih kuat sebagai prediktor mortalitas daripada GCS pada pasien cedera kepala.   Introduction: Head injury is one of the main causes of death and disability in productive ages. Early and accurate outcome prediction is very important to aid clinical decision, rational allocation of resources and family counseling. The purpose of this study is to compare Glasgow Coma Scale (GCS) and Midline-Shift (MLS) as the predictor of head injury patients’ mortality. Methods: An analytical cross-sectional study was performed on 43 patients. GCS and patient’s data were obtained from RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang medical records and MLS data were obtained from CT-Scan data, done in RS Santo Vincentius Singkawang. The correlation of GCS and MLS to patients’ outcome was analyzed by Spearman correlation test. Results: GCS had moderate correlation to patients’ outcome (CI 95%; p = 0,018; r = 0,361). MLS had strong correlation to patients’ outcome (CI 95%; p = 0,000; r = 0,531). Lower GCS value and higher MLS correlate to higher mortality. Conclusion: MLS had stronger correlation than GCS to mortality of head injury patients.