Silvia Suminto
Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Surfaktan Eksogen pada Tatalaksana Respiratory Distress Syndrome Bayi Prematur Silvia Suminto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i8.740

Abstract

Defisiensi surfaktan pada bayi prematur dengan respiratory distress syndrome (RDS) atau hyalin membrane disease (HMD) dapat menyebabkan alveoli kolaps dan gagal napas. Sejak tahun 1980, pemberian surfaktan eksogen telah terbukti dapat mengurangi kematian dan risiko akibat ventilasi mekanik. Continuous positive airway pressure (CPAP) memberikan hasil serupa dengan pemberian surfaktan profilaksis. American Association of Pediatrics merekomendasikan CPAP segera setelah lahir dengan alternatif pemberian surfaktan selektif. Teknik pemberian surfaktan yang sering digunakan adalah INSURE diikuti ekstubasi dan CPAP. Teknik lain yang sedang dikembangkan adalah MIST dengan memasukkan kateter ke dalam trakea bayi yang mendapat CPAP, sehingga tidak perlu dilakukan intubasi.Deficiency of surfactant in premature infants with Respiratory Distress Syndrome (RDS) or Hyalin Membrane Disease (HMD) may cause collapse alveoli and respiratory failure. Since 1980, exogenous surfactants have been shown to reduce death and risk due to mechanical ventilation. Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) gives similar results to the prophylactic surfactant profiles. American Association of Pediatrics recommends CPAP immediately after birth or selective surfactants as an alternative. The technique for frequently used surfactants is INSURE followed extubation and CPAP. The technique being developed is MIST by inserting a catheter into a baby trachea that gets CPAP so there is no need for intubation.