Yuliana -
Dokter Umum di RS Siloam Balikpapan, Balikpapan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Terapi Leukemia Mieloid Akut Yuliana -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 3 (2017): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i3.835

Abstract

Leukemia mieloid akut (AML) merupakan keganasan yang berasal dari sel-sel mieloid imatur yang dapat fatal dalam beberapa bulan. Usia rata-rata pasien saat diagnosis AML adalah sekitar 67 tahun. Penyakit ini tidak memiliki tanda dan gejala klinis spesifik. Terapi “3 + 7” masih menjadi terapi standar untuk menginduksi remisi dilanjutkan dengan terapi konsolidasi untuk mencegah kekambuhan dan eradikasi residu. Walaupun pemahaman dan molekuler AML telah berkembang, terapinya masih menjadi tantangan mengingat masih ada kekambuhan.Acute myeloid leukemia is cancer from immature myeloid cells, it can be fatal within a few months. The average age at diagnosis is around 67 years old. This disease has no specific signs and symptoms. The standard induction therapy is still “3 + 7” treatment to induce remission, followed by consolidation therapy to prevent relapse and to eradicate residues. Despite progress in AML molecular theory, therapy in AML is still challenging. Novel therapies are still being developed.