Dian Oktaria Safitri
Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tatalaksana Gangguan Afektif Bipolar pada Ibu Hamil Dian Oktaria Safitri; Nurmiati Amir
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i1.535

Abstract

Sekitar 25%-30% pasien gangguan bipolar yang hamil gejalanya menjadi lebih berat. Gangguan jiwa pada periode perinatal dapat menyebabkan distres signifikan, dapat mengganggu perkembangan ibu dan anak, dan jangka panjang mempengaruhi kesejahteraan ibu, bayi, keluarganya, dan masyarakat luas. Dokter seyogyanya memiliki pengetahuan lebih mengenai tatalaksana komprehensif gangguan bipolar selama kehamilan.Around 25-30% bipolar disorder patients show worsening symptoms during pregnancy. Mental disorders in perinatal period can cause significant distress that will interfere maternal and child development, and the long-term implication can affect the mother, infant, family, and community. Doctors should have more knowledge on comprehensive management of bipolar disorder during pregnancy. 
Tatalaksana Gangguan Afektif Bipolar pada Ibu Hamil Dian Oktaria Safitri; Nurmiati Amir
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i1.524

Abstract

Sekitar 25%-30% pasien gangguan bipolar yang hamil gejalanya menjadi lebih berat. Gangguan jiwa pada periode perinatal dapat menyebabkan distres signifikan, dapat mengganggu perkembangan ibu dan anak, dan jangka panjang mempengaruhi kesejahteraan ibu, bayi, keluarganya, dan masyarakat luas. Dokter seyogyanya memiliki pengetahuan lebih mengenai tatalaksana komprehensif gangguan bipolar selama kehamilan. Around 25-30% bipolar disorder patients show worsening symptoms during pregnancy. Mental disorders in perinatal period can cause significant distress that will interfere maternal and child development, and the long-term implication can affect the mother, infant, family, and community. Doctors should have more knowledge on comprehensive management of bipolar disorder during pregnancy.
Tatalaksana Gangguan Afektif Bipolar pada Ibu Hamil Dian Oktaria Safitri; Nurmiati Amir
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i1.524

Abstract

Sekitar 25%-30% pasien gangguan bipolar yang hamil gejalanya menjadi lebih berat. Gangguan jiwa pada periode perinatal dapat menyebabkan distres signifikan, dapat mengganggu perkembangan ibu dan anak, dan jangka panjang mempengaruhi kesejahteraan ibu, bayi, keluarganya, dan masyarakat luas. Dokter seyogyanya memiliki pengetahuan lebih mengenai tatalaksana komprehensif gangguan bipolar selama kehamilan. Around 25-30% bipolar disorder patients show worsening symptoms during pregnancy. Mental disorders in perinatal period can cause significant distress that will interfere maternal and child development, and the long-term implication can affect the mother, infant, family, and community. Doctors should have more knowledge on comprehensive management of bipolar disorder during pregnancy.