I Gede Mahardika Putra
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyakit Blount – Diagnosis dan Tatalaksana I Gede Mahardika Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.171

Abstract

Penyakit Blount  merupakan  penyakit  epifisis  proksimal  tibia  patologis  yang  menyebabkan  tibia  melengkung  pada  anak–anak.  Keparahan  penyakit ini dinilai menggunakan sistem klasifikasi Langenskiöld 6 tahap berdasarkan progresivitas degenerasi kompartemen sendi medial. Pilihan terapinya meliputi non-bedah dan pembedahan, dengan perawatan khusus berdasarkan umur dan stadium menurut Langenskiöld. Kerusakan sendi permanen dan deformitas dapat berkelanjutan jika tidak diobati.
Penyakit Blount – Diagnosis dan Tatalaksana I Gede Mahardika Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.827

Abstract

Penyakit Blount merupakan penyakit epifisis proksimal tibia patologis yang menyebabkan tibia melengkung pada anak–anak. Keparahan penyakit ini dinilai menggunakan sistem klasifikasi Langenskiöld 6 tahap berdasarkan progresivitas degenerasi kompartemen sendi medial. Pilihan terapinya meliputi non-bedah dan pembedahan, dengan perawatan khusus berdasarkan umur dan stadium menurut Langenskiöld. Kerusakan sendi permanen dan deformitas dapat berkelanjutan jika tidak diobati.   Blount’s disease is pathology of the proximal tibial epiphysis causing outward tibial bowing in children. The Langenskiöld 6-stage classification system, based on the progressive degeneration of the medial joint compartment, is used to assess the severity of the disease. Treatment options include non-surgical and surgical techniques, with specific care according to patient age and Langenskiöld stage. Permanent joint damage and deformity can be sustained if left untreated.
Penyakit Blount – Diagnosis dan Tatalaksana I Gede Mahardika Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.827

Abstract

Penyakit Blount merupakan penyakit epifisis proksimal tibia patologis yang menyebabkan tibia melengkung pada anak–anak. Keparahan penyakit ini dinilai menggunakan sistem klasifikasi Langenskiöld 6 tahap berdasarkan progresivitas degenerasi kompartemen sendi medial. Pilihan terapinya meliputi non-bedah dan pembedahan, dengan perawatan khusus berdasarkan umur dan stadium menurut Langenskiöld. Kerusakan sendi permanen dan deformitas dapat berkelanjutan jika tidak diobati.   Blount’s disease is pathology of the proximal tibial epiphysis causing outward tibial bowing in children. The Langenskiöld 6-stage classification system, based on the progressive degeneration of the medial joint compartment, is used to assess the severity of the disease. Treatment options include non-surgical and surgical techniques, with specific care according to patient age and Langenskiöld stage. Permanent joint damage and deformity can be sustained if left untreated.