Junetta Airene Priskila Taba
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Katarak Kongenital : Skrining dan Diagnosis Junetta Airene Priskila Taba
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19]
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i7.1454

Abstract

Katarak kongenital merupakan kekeruhan lensa sejak lahir dan berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan. Pemeriksaan red reflex pada bayi baru lahir sangat penting untuk deteksi dini kelainan tersebut. Pemeriksaan mata lanjutan untuk diagnosis antara lain slit-lamp, ultrasound, funduskopi serta tajam penglihatan. Katarak kongenital yang mengganggu fungsi penglihatan dapat ditatalaksana dengan teknik operasi.Congenital cataract is lens opacity since birth and can potentially cause visual impairment, even blindness. Red reflex examination in newborn is very important for early screening. Further diagnostic eye examination includes slit lamp, ultrasound, funduscopy, and visual acuity. Congenital cataract that impair vision can be managed surgically. 
Katarak Kongenital: Skrining dan Diagnosis Junetta Airene Priskila Taba
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 7 (2021): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i7.95

Abstract

Katarak kongenital merupakan kekeruhan lensa yang terjadi sejak lahir dan berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Pemeriksaan red reflex pada bayi baru lahir sangat penting untuk deteksi dini kelainan tersebut. Pemeriksaan mata lanjutan untuk diagnosis antara lain slit-lamp, ultrasound, funduskopi, serta tajam penglihatan. Katarak kongenital yang mengganggu fungsi penglihatan dapat ditatalaksana dengan teknik operasi. Congenital cataract is lens opacity that occurs since birth and can potentially cause visual impairment, even blindness. Red reflex examination in newborn is very important for early screening. Further diagnostic eye examination includes slit lamp, ultrasound, funduscopy, and visual acuity. Congenital cataract that impairs vision can be managed surgically.
Katarak Kongenital: Skrining dan Diagnosis Junetta Airene Priskila Taba
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 7 (2021): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i7.95

Abstract

Katarak kongenital merupakan kekeruhan lensa yang terjadi sejak lahir dan berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Pemeriksaan red reflex pada bayi baru lahir sangat penting untuk deteksi dini kelainan tersebut. Pemeriksaan mata lanjutan untuk diagnosis antara lain slit-lamp, ultrasound, funduskopi, serta tajam penglihatan. Katarak kongenital yang mengganggu fungsi penglihatan dapat ditatalaksana dengan teknik operasi. Congenital cataract is lens opacity that occurs since birth and can potentially cause visual impairment, even blindness. Red reflex examination in newborn is very important for early screening. Further diagnostic eye examination includes slit lamp, ultrasound, funduscopy, and visual acuity. Congenital cataract that impairs vision can be managed surgically.