Sri Mulyati
Spesialis Gizi Klinik, Siloam Hospital, Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Therapeutic Lifestyle Changes untuk Manajemen Berat Badan Sri Mulyati
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i5.1015

Abstract

Makin meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit degeneratif terkait obesitas di Indonesia, menjadikan obesitas sebagai masalah kesehatan penting yang menantang setiap praktisi kesehatan untuk memilih manajemen berat badan yang tepat. Therapeutic Lifestyle Changes (TLC) direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan sebagai strategi terapi bagi individu dengan obesitas yang berisiko diabetes tipe 2 dan/atau penyakit jantung koroner. TLC mengedepankan healthy eating plan, weight management, dan physical activity.The prevalence of obesity and associated degenerative diseases in Indonesia is increasing. Our society as well as health care practitioners, should treat obesity comprehensively as a healthcare problem. The challenge is to select an approriate weight management therapy. Therapeutic Lifestyle Changes (TLC) is recommended by various health organizations as therapeutic strategy for obese persons who is at risk for type 2 diabetes and/or coronary heart disease. TLC focuses on healthy eating plan, weight management, dan physical activity.
Peranan Advanced Glycation End-products pada Diabetes Sri Mulyati
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 6 (2016): Metabolik
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i6.69

Abstract

Terapi nutrisi medik telah diketahui memiliki peranan penting dalam penatalaksanaan diabetes dan komplikasinya. Anjuran pengaturan makan saat ini menitikberatkan pada zat-zat gizi, atau pembatasan kalori, namun belum memperhatikan metode pengolahan makanan. Advanced glycation end products (AGEs) terbentuk akibat panas dalam proses pengolahan makanan, sebagai reaksi spontan antara gula dengan protein atau lemak; diperkirakan terbentuk akibat kondisi hiperglikemia dalam diabetes. AGEs adalah hasil endogen interaksi nonenzimatik glukosaprotein; struktur yang sangat reaktif, merupakan bahan oksidatif yang semakin penting untuk diperhatikan sebagai faktor risiko potensial kerusakan sel ß-pankreas, resistensi insulin perifer, dan diabetes. Makanan yang lazim dikonsumsi saat ini kebanyakan melalui pemprosesan suhu tinggi (heat-processed), sehingga berdampak pada meningkatnya kadar AGEs.