Yusuf Wibisono
Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kaitan Nyeri Kepala pada Wanita dengan Perubahan Kadar Hormon Yusuf Wibisono
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i1.541

Abstract

Nyeri kepala pada wanita berhubungan dengan hormonal milestones, yaitu menarche, kehamilan, pasca-persalinan dan menyusui, perimenopause, dan penggunaan pil kontrasepsi oral. Banyak bukti yang menghubungkan hormon (estrogen dan progesteron) dengan nyeri kepala pada wanita. Terapi dapat dimulai sejak pubertas saat awal siklus haid, sepanjang tahun reproduksi, dan juga perimenopause dan postmenopause. Menetapkan diagnosis nyeri kepala dipicu hormon sangat penting untuk perancangan strategi pengobatan secara efektif.Female headache is related to hormonal milestones throughout the reproductive life cycle and the use of oral contraceptive pills (OCPs). Considerable evidences have accumulated on the links between female ovarian steroid hormones estrogen and progesterone with headache. Therapeutic intervention may become necessary during puberty as menstrual cycles begin, throughout reproductive years, and at perimenopause and postmenopause. Establishing the historical features of hormonal triggered headache is critical in designing effective treatment strategies.
Kaitan Nyeri Kepala pada Wanita dengan Perubahan Kadar Hormon Yusuf Wibisono
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i1.535

Abstract

Nyeri kepala pada wanita berhubungan dengan hormonal milestones, yaitu menarche, kehamilan, pasca-persalinan dan menyusui, perimenopause, dan penggunaan pil kontrasepsi oral. Banyak bukti yang menghubungkan hormon (estrogen dan progesteron) dengan nyeri kepala pada wanita. Terapi dapat dimulai sejak pubertas saat awal siklus haid, sepanjang tahun reproduksi, dan juga perimenopause dan postmenopause. Menetapkan diagnosis nyeri kepala dipicu hormon sangat penting untuk perancangan strategi pengobatan secara efektif. Female headache is related to hormonal milestones throughout the reproductive life cycle and the use of oral contraceptive pills (OCPs). Considerable evidences have accumulated on the links between female ovarian steroid hormones estrogen and progesterone with headache. Therapeutic intervention may become necessary during puberty as menstrual cycles begin, throughout reproductive years, and at perimenopause and postmenopause. Establishing the historical features of hormonal triggered headache is critical in designing effective treatment strategies.
Kaitan Nyeri Kepala pada Wanita dengan Perubahan Kadar Hormon Yusuf Wibisono
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i1.535

Abstract

Nyeri kepala pada wanita berhubungan dengan hormonal milestones, yaitu menarche, kehamilan, pasca-persalinan dan menyusui, perimenopause, dan penggunaan pil kontrasepsi oral. Banyak bukti yang menghubungkan hormon (estrogen dan progesteron) dengan nyeri kepala pada wanita. Terapi dapat dimulai sejak pubertas saat awal siklus haid, sepanjang tahun reproduksi, dan juga perimenopause dan postmenopause. Menetapkan diagnosis nyeri kepala dipicu hormon sangat penting untuk perancangan strategi pengobatan secara efektif. Female headache is related to hormonal milestones throughout the reproductive life cycle and the use of oral contraceptive pills (OCPs). Considerable evidences have accumulated on the links between female ovarian steroid hormones estrogen and progesterone with headache. Therapeutic intervention may become necessary during puberty as menstrual cycles begin, throughout reproductive years, and at perimenopause and postmenopause. Establishing the historical features of hormonal triggered headache is critical in designing effective treatment strategies.