I Made Prema Putra
Dokter PTT Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Sepsis dengan Skor SOFA I Made Prema Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 8 (2018): Alopesia
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i8.632

Abstract

Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score saat ini digunakan dalam pendekatan sepsis. Modifikasi skor SOFA yaitu quickSOFA (qSOFA) dapat digunakan untuk identifikasi awal sepsis pada pasien yang curiga infeksi sebelum tersedianya hasil pemeriksaan penunjang. Pada laporan kasus, seorang perempuan 50 tahun datang dengan keluhan sesak nafas dan lemas. Dilakukan penilaian awal qSOFA dengan skor 2 berarti curiga sepsis, kemudian diidentifikasi disfungsi organ menggunakan skor SOFA dengan total skor 7. Pasien didiagnosis syok sepsis. Meskipun dengan resusitasi cairan adekuat, diperlukan vasopressor untuk menjaga MAP ≥ 65 mmHg. Pemberian antibiotik broad spectrum juga menjadi terapi utama karena tidak tersedia pemeriksaan kultur darah.Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score is currently used in sepsis approach. Modification of SOFA scores - quickSOFA (qSOFA) - can be used to identify early sepsis in suspected patients prior to the availability of investigation results. This case report was a 50-year-old woman with shortness of breath and weakness. An initial assessment of qSOFA with score 2 means suspected sepsis; identification of organ dysfunction with SOFA score resulted a total score of 7. Patients were diagnosed with septic shock. Despite adequate fluid resuscitation, patients need a vasopressor to keep MAP ≥ 65 mmHg. Broad spectrum antibiotic is also given because of the unavailability of blood culture examination.
Patient–controlled Analgesia untuk Nyeri Akut pada Sickle Cell Vaso–occclusive Crisis I Made Prema Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i3.190

Abstract

Pada pasien Sickle Cell Disease/SCD, nyeri akut yang berat merupakan manifestasi klinis vaso-occlusive crisis yang paling sering karena bentuk sel darah merah seperti sabit dapat memicu sumbatan/infark jaringan. Penilaian dan penanganan nyeri tersebut harus segera dan tepat. Tidak ada metode penanganan nyeri yang lebih superior dari yang lainnya. Salah satu rekomendasi terapi adalah patient-controlled analgesia (PCA) dengan opioid intravena, on-demand, intermiten di bawah kontrol pasien.
Patient–controlled Analgesia untuk Nyeri Akut pada Sickle Cell Vaso–occlusive Crisis I Made Prema Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i3.818

Abstract

Sickle cell disease/SCD masih menjadi masalah kesehatan. Pada pasien sickle cell disease/SCD, nyeri akut yang berat merupakan manifestasi klinis vaso-occlusive crisis yang paling sering karena bentuk sel darah merah seperti sabit dapat memicu sumbatan/infark jaringan. Penilaian dan penanganan nyeri tersebut harus segera dan tepat. Tidak ada metode penanganan nyeri yang lebih superior dari yang lainnya. Salah satu rekomendasi terapi adalah patient-controlled analgesia (PCA) dengan opioid intravena, on-demand, intermiten di bawah kontrol pasien.   Sickle cell disease/SCD still becomes global health problem. Severe acute pain in patient of SCD is commonly found clinical manifestation of vaso-occlusive crisis caused by sickle-shape of red blood cells, and leads to tissue occlusion and infarct. Assessment and treatment should be immediate. No pain treatments are superior to others. One of recommendation therapy for rapid severe acute pain control caused by vasoocclusive crisis, is patient-controlled analgesia (PCA) with intravenous opioid, on-demand, or patient-controlled.  
Patient–controlled Analgesia untuk Nyeri Akut pada Sickle Cell Vaso–occlusive Crisis I Made Prema Putra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i3.818

Abstract

Sickle cell disease/SCD masih menjadi masalah kesehatan. Pada pasien sickle cell disease/SCD, nyeri akut yang berat merupakan manifestasi klinis vaso-occlusive crisis yang paling sering karena bentuk sel darah merah seperti sabit dapat memicu sumbatan/infark jaringan. Penilaian dan penanganan nyeri tersebut harus segera dan tepat. Tidak ada metode penanganan nyeri yang lebih superior dari yang lainnya. Salah satu rekomendasi terapi adalah patient-controlled analgesia (PCA) dengan opioid intravena, on-demand, intermiten di bawah kontrol pasien.   Sickle cell disease/SCD still becomes global health problem. Severe acute pain in patient of SCD is commonly found clinical manifestation of vaso-occlusive crisis caused by sickle-shape of red blood cells, and leads to tissue occlusion and infarct. Assessment and treatment should be immediate. No pain treatments are superior to others. One of recommendation therapy for rapid severe acute pain control caused by vasoocclusive crisis, is patient-controlled analgesia (PCA) with intravenous opioid, on-demand, or patient-controlled.