Ramadhyan Respatio
General Practitioner Omni Hospital, Pulomas, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sindrom Arteri Mesenterika Superior – Tinjauan Klinis Ramadhyan Respatio
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.672

Abstract

Sindrom arteri superior mesenterik (SASM) merupakan kelainan yang jarang, banyak diderita oleh pasien remaja atau dewasa muda. Kelainan ini akibat berkurangnya sudut antara arteri mesenterik superior yang berasal dari aorta abdominal dengan sepertiga bagian duodenum tranversa sehingga menyebabkan obstruksi. Gejala yang paling sering adalah nyeri perut hilang timbul serta mual disertai muntah. CT scan atau CT angiogram merupakan gold standard diagnosis karena mampu mengukur sudut aorta mesenterik, menunjukkan dilatasi gaster dan duodenal pada waktu bersamaan. Terapi operatif duodenojejunostomi adalah pilihan terbaik dengan kesuksesan mencapai 90%, duodenojejunostomi laparoskopi merupakan pilihan pertama.Mesenteric superior arterial syndrome (SASM) is a rare disorder, most common in adolescent or young adults. It is caused by decreased angle between superior mesenteric arterial originating from abdominal aorta with one-third of the duodenal transverse passage, causing obstruction. The most often symptom is fluctuating abdominal pain accompanied by nausea and vomiting. A CT scan or CT angiogram is diagnostic gold standard, as it is capable of measuring the reduced angle of the aortamesentric, indicating both gastric and duodenal dilatation. Duodenojejunostomy is the best choice with a success rate of 90%; laparoscopic duodenojejunostomy is the best technique.
Sindrom Arteri Mesenterika Superior – Tinjauan Klinis Ramadhyan Respatio
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.782

Abstract

Sindrom arteri superior mesenterik (ASM) merupakan kelainan yang jarang, kebanyakan terjadi pada pasien remaja atau dewasa muda. Kelainan ini disebabkan oleh penurunan sudut antara arteri superior mesenterik yang berasal dari aorta abdominal dengan sepertiga bagian duodenum tranversa, sehingga menyebabkan obstruksi. (ejala yang paling sering adalah nyeri perut hilang timbul yang disertai mual dan muntah. CT scan atau CT angiogram merupakan gold standard dalam diagnostik karena mampu mengukur penurunan sudut aorta mesenterik, menunjukkan dilatasi gaster dan duodenal. Duodenojejunostomi adalah pilihan terbaik dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%, di mana duodenojejunostomi laparoskopi merupakan teknik terbaik.   Superior mesenteric arterial (SAM) syndrome is a rare disorder, mostly occurs in adolescent or young adults. It is caused by decreased angle between superior mesenteric arterial originating from abdominal aorta with one-third of the duodenal transverse passage, causing obstruction. The most often symptom is fluctuating abdominal pain accompanied by nausea and vomiting. A CT scan or CT angiogram is the gold standard in diagnostic, as it is capable of measuring the reduced angle of the aorta mesentric, indicating both gastric and duodenal dilatation. Duodenojejunostomy is the best choice with a 90% success rate in which laparoscopic duodenojejunostomy is the best technique
Sindrom Arteri Mesenterika Superior – Tinjauan Klinis Ramadhyan Respatio
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i5.782

Abstract

Sindrom arteri superior mesenterik (ASM) merupakan kelainan yang jarang, kebanyakan terjadi pada pasien remaja atau dewasa muda. Kelainan ini disebabkan oleh penurunan sudut antara arteri superior mesenterik yang berasal dari aorta abdominal dengan sepertiga bagian duodenum tranversa, sehingga menyebabkan obstruksi. (ejala yang paling sering adalah nyeri perut hilang timbul yang disertai mual dan muntah. CT scan atau CT angiogram merupakan gold standard dalam diagnostik karena mampu mengukur penurunan sudut aorta mesenterik, menunjukkan dilatasi gaster dan duodenal. Duodenojejunostomi adalah pilihan terbaik dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%, di mana duodenojejunostomi laparoskopi merupakan teknik terbaik.   Superior mesenteric arterial (SAM) syndrome is a rare disorder, mostly occurs in adolescent or young adults. It is caused by decreased angle between superior mesenteric arterial originating from abdominal aorta with one-third of the duodenal transverse passage, causing obstruction. The most often symptom is fluctuating abdominal pain accompanied by nausea and vomiting. A CT scan or CT angiogram is the gold standard in diagnostic, as it is capable of measuring the reduced angle of the aorta mesentric, indicating both gastric and duodenal dilatation. Duodenojejunostomy is the best choice with a 90% success rate in which laparoscopic duodenojejunostomy is the best technique