Hilna Khairunisa Shalihat
Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Kekhususan Ilmu Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Very Low Calorie Diet (VLCD) terhadap Pembentukan Batu Empedu Kolesterol serta Pencegahannya Hilna Khairunisa Shalihat
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 2 (2017): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i2.819

Abstract

Batu empedu adalah penyakit gastrointestinal yang sering terjadi, dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko terbentuknya batu empedu kolesterol. Oleh karena itu, diet pembatasan kalori direkomendasikan pada pasien obesitas dengan batu empedu untuk menurunkan berat badan. Pembatasan asupan kalori dapat dilakukan dengan pemberian low calorie diet (LCD) atau very low calorie diet (VLCD). Namun selama periode penurunan berat badan melalui VLCD, risiko terbentuknya batu dapat meningkat karena dua faktor, yaitu penurunan waktu nukleasi dan penurunan pengosongan kandung empedu. Komposisi dan pemilihan jenis makro dan mikro-nutrien yang tepat dapat mengurangi risiko batu empedu selama penurunan berat badan. Pembatasan jumlah karbohidrat dan polisakarida dengan indeks gilkemik rendah dapat dianjurkan selama VLCD.Gallstone is a gastrointestinal disease frequently happened, and obesity is risk factor for the formation of cholesterol gallstones. By therefore, calorie diet restrictions recommended in the obese patient with gallstone for lose weight. Calorie intake restriction can be done with low-calorie diet (LCD) or a very low calorie diet (VLCD). However, during the period of weight loss through VLCD, risk of stone formation can be increased because 2 factors, ie decrease in the nucleation time and decrease in gall bladder emptying. Composition and selection the right type macro and micro-nutrients can reduce the risk of gallstones during weight loss. Limitation of carbohydrates and polysaccharides with low glycemic index can be recommended for VLCD. 
Potensi Carvacrol Dalam Daun Bangun-bangun Sebagai Antimikroba dan Imunostimulator Hilna Khairunisa Shalihat
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.699

Abstract

Daun Bangun-bangun (Coleus amboinicus, L) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dikonsumsi di daerah Tanah Karo dan sekitarnya. Daun Bangun-bangun mengandung senyawa calvacrol yang dipercaya berkhasiat sebagai bahan antimikroba. Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas calvacrol terhadap hampir setiap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Selain itu, calvacrol juga dapat digunakan sebagai antifungi. Penelitian pada hewan coba menunjukkan potensi calvacrol sebagai imunostimulator. Coleus amboinicus L is a herbal used mostly in Tanah Karo. It’s ingredient is calvacrol, it is believed to have antimicrobial effect. Experiments showed broad spectrum antimicrobial activity towards Gram positive and Gram negative bacteria; also can act as antifungal. Animal studies showed its potential as immunostimalator.
Potensi Carvacrol Dalam Daun Bangun-bangun Sebagai Antimikroba dan Imunostimulator Hilna Khairunisa Shalihat
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.699

Abstract

Daun Bangun-bangun (Coleus amboinicus, L) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dikonsumsi di daerah Tanah Karo dan sekitarnya. Daun Bangun-bangun mengandung senyawa calvacrol yang dipercaya berkhasiat sebagai bahan antimikroba. Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas calvacrol terhadap hampir setiap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Selain itu, calvacrol juga dapat digunakan sebagai antifungi. Penelitian pada hewan coba menunjukkan potensi calvacrol sebagai imunostimulator. Coleus amboinicus L is a herbal used mostly in Tanah Karo. It’s ingredient is calvacrol, it is believed to have antimicrobial effect. Experiments showed broad spectrum antimicrobial activity towards Gram positive and Gram negative bacteria; also can act as antifungal. Animal studies showed its potential as immunostimalator.