Jonathan Kevin Djuanda
Dokter Umum di RS Premier, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prinsip Manajemen Sindrom Asherman Jonathan Kevin Djuanda
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i4.849

Abstract

Dalam dunia obstetrik dan ginekologi, tindakan Dilatation-&-Curettage (D&C) cukup sering dilakukan dan relatif aman, biasanya setelah abortus inkomplit. D&C yang agresif dapat menyebabkan scarring ekstensif di rongga uterus yang disebut Sindrom Asherman. Sindrom Asherman dapat menyebabkan infertilitas sekunder dan membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang tidak mudah.Dilatation-&-Curettage is a very safe and common obstetrics and gynecology procedure that is performed quite often to evacuate conception tissue, usually after an incomplete abortion. However, aggressive approach during a D&C might result in extensive scarring inside the uterine cavity called Asherman’s Syndrome. The syndrome will affect fertility and needs difficult examinations and interventions.