Bangbang Buhari
Murni Teguh Memorial Hospital, Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cutaneous Larva Migrans Stevani Novita; Bangbang Buhari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i3.193

Abstract

Cutaneous larva migrans (CLM) merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang dari hewan anjing dan kucing, yang paling sering adalah Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum. Larva menembus permukaan kulit, bermigrasi sepanjang epidermis, dan meninggalkan ruam dengan karakteristik linear atau serpiginosa membentuk terowongan (burrow) yang disebut ‘creeping eruption’. Dilaporkan kasus seorang laki-laki usia 48 tahun dengan keluhan gatal dan ruam di tangan kiri sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi papul serpiginosa sewarna kulit, sesuai gambaran CLM. Diberikan terapi albendazole 400 mg dosis tunggal selama 3 hari dan antihistamin oral. Pada hari kelima setelah terapi, lesi resolusi spontan dan gejala menghilang.
Cutaneous Larva Migrans Stevani Novita; Bangbang Buhari
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i3.821

Abstract

Cutaneous larva migrans (CLM) merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang hewan anjing dan kucing, Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum. Larva menembus permukaan kulit, bermigrasi sepanjang epidermis dan meninggalkan ruam dengan karakteristik linear atau serpiginosa membentuk terowongan (burrow) yang biasa disebut ‘creeping eruption’. Dilaporkan kasus seorang laki-laki usia 48 tahun dengan keluhan gatal dan ruam di tangan kiri sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi papul serpiginosa sewarna kulit, sesuai gambaran CLM. Terapi albendazole 400 mg dosis tunggal selama 3 hari dan antihistamin oral. Pada hari kelima setelah terapi, lesi resolusi spontan dan gejala menghilang.   Cutaneous larva migrans (CLM ) is a skin disease caused by larva of hookworm from dogs and cats, most commonly Ancylostoma braziliense and Ancylostoma caninum. Larva penetrates skin surface, migrates through the epidermis and leaves a characteristic linear or serpiginous rash forming a burrow commonly referred to as ‘creeping eruption’. We reported a case of a 48-year-old man with pruritic lesion on his left hand since a week ago. Physical examination revealed a serpiginous, skin-colored papule. Those findings confirmed the diagnosis of CLM. He was treated with a single dose of albendazole 400 mg for three days and an oral antihistamine. The lesion and symptom resolved 5 days after treatment.
Cutaneous Larva Migrans Stevani Novita; Bangbang Buhari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i3.821

Abstract

Cutaneous larva migrans (CLM) merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang hewan anjing dan kucing, Ancylostoma braziliense dan Ancylostoma caninum. Larva menembus permukaan kulit, bermigrasi sepanjang epidermis dan meninggalkan ruam dengan karakteristik linear atau serpiginosa membentuk terowongan (burrow) yang biasa disebut ‘creeping eruption’. Dilaporkan kasus seorang laki-laki usia 48 tahun dengan keluhan gatal dan ruam di tangan kiri sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi papul serpiginosa sewarna kulit, sesuai gambaran CLM. Terapi albendazole 400 mg dosis tunggal selama 3 hari dan antihistamin oral. Pada hari kelima setelah terapi, lesi resolusi spontan dan gejala menghilang.   Cutaneous larva migrans (CLM ) is a skin disease caused by larva of hookworm from dogs and cats, most commonly Ancylostoma braziliense and Ancylostoma caninum. Larva penetrates skin surface, migrates through the epidermis and leaves a characteristic linear or serpiginous rash forming a burrow commonly referred to as ‘creeping eruption’. We reported a case of a 48-year-old man with pruritic lesion on his left hand since a week ago. Physical examination revealed a serpiginous, skin-colored papule. Those findings confirmed the diagnosis of CLM. He was treated with a single dose of albendazole 400 mg for three days and an oral antihistamine. The lesion and symptom resolved 5 days after treatment.