Habibie Arifianto
Departemen Kardiologi Dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Conservative Management for Anterior STEMI Complicated by Ventricular Septal Rupture Nanda Eka Sri Sejati; Habibie Arifianto; Irnizarifka -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i3.510

Abstract

Ventricular septal rupture is a rare complication of acute myocardial infarction but with a very high mortality, most often caused by severe hemodynamic failure. Conservative treatment is very inefficient with over 90% mortality rate; surgery is recommended as definitive treatment. A case of 67-year-old woman with chest pain since 1 day accompanied by shortness of breath and diaphoresis. Cardiac auscultation showed a 3/6 systolic murmur without thrill. ST elevation at the anterior lead was found in ECG. Echocardiography detected a rupture in interventricular septal with left-to-right shunt. The patient was diagnosed with anterior ST elevation myocardial infarction (STEMI) complicated by ventricular septal rupture. A conservative management was given without intra-aortic balloon pump placement and surgical operation due to patient’s rejection. One month post treatment, the patient exhibited a relatively stable hemodynamic with moderate to severe activity limitation. Ruptur septum ventrikel merupakan komplikasi infark miokard akut yang jarang, namun mortalitasnya sangat tinggi, paling sering karena kegagalan hemodinamik berat. Penanganan konservatif sangat tidak efisien dengan tingkat kematian lebih dari 90 %; intervensi bedah direkomendasikan menjadi tatalaksana definitif. Seorang wanita 67 tahun mengeluh nyeri dada sejak 1 hari disertai sesak nafas dan diaforesis. Auskultasi jantung menunjukkan bising sistolik 3/6 tanpa thrill. EKG mendapatkan elevasi segmen ST di sadapan anterior. Pada ekokardiografi ditemukan ruptur septum ventrikel dengan left-to-right shunt. Pasien didiagnosis infark miokard akut elevasi ST anterior dengan ruptur septum ventrikel. Manajemen konservatif tanpa pemasangan intra-aortic balloon pump ataupun tindakan operatif karena pasien menolak. Satu bulan pasca perawatan, hemodinamik relatif stabil dengan keterbatasan aktivitas sedang-berat.
Analisis Perbandingan Luasan Sadapan ST-Elevasi Precordial dengan dan tanpa High Lateral terhadap Fungsi Ventrikel Kiri pada Pasien Late Onset-STEMI Bilal Fikry; Habibie Arifianto; Siti Munawaroh; An Aldia Asrial
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2571

Abstract

Pendahuluan: Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) pada pasien yang datang terlambat (late onset-STEMI) berisiko mengalami penurunan fungsi ventrikel kiri. Pemeriksaan EKG merupakan alat utama untuk menilai distribusi ST-elevasi sebagai indikator luas infark. Studi ini menilai apakah keterlibatan high lateral lead (I dan aVL) pada ST-elevasi precordial berkaitan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF ≤35%). Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 35 pasien STEMI anterior late onset di RS UNS dan RSUD Dr. Moewardi. Subjek diklasifikasikan berdasarkan distribusi sadapan ST-elevasi: hanya precordial lead dan precordial + high lateral. Variabel utama adalah penurunan LVEF ≤35%. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, uji t independen, dan Linear-by-Linear Association. Hasil: Hanya variabel chronic kidney disease (CKD) yang memiliki hubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35% (p=0.034, r=0.348). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, stroke, merokok, troponin, dan onset tidak menunjukkan hubungan bermakna. Perluasan ST-elevasi ke high lateral lead juga tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap penurunan EF ≤35% (p=0.404), dengan odds ratio 1.820 (CI95%: 0.443–7.477). Kesimpulan: Keterlibatan high lateral lead pada pasien late onset-STEMI dengan ST-elevasi di precordial lead tidak berhubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35%. CKD merupakan satu-satunya faktor yang secara signifikan berkorelasi dengan penurunan fungsi ventrikel kiri yang berat pada poulasi penelitian.