Pendahuluan Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang dapat juga menyerang organ ekstraparu. Kerentanan terhadap infeksi TB meningkat seiring dengan rendahnya kadar vitamin D [25(OH)D]. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar 25(OH)D pada populasi pasien TB di sekitar wilayah Bandung. Metode Penelitian potonglintang pada Mei 2016 hingga Juni 2017 di Poliklinik MCU, Poliklinik Paru dan Poliklinik Orthopaedi Tulang Belakang RSUP Hasan Sadikin Bandung. Tiga kelompok sampel yaitu TB paru, TB tulang belakang dan kontrol, masing-masing 53 orang. Seluruh sampel menjalani pemeriksaan kadar 25(OH)D melalui darah vena. Hasil Terdapat perbedaan bermakna kadar 25(OH)D Serum antara kelompok Kontrol dengan TB Tulang belakang, dan antara kelompok Kontrol dengan TB Paru (p< 0,01), sedangkan antara kelompok TB Tulang belakang dengan TB Paru, tidak terdapat perbedaan bermakna (p > 0,05). Simpulan Pada penelitian ini pasien tuberkulosis tulang belakang dan tuberkulosis paru mempunyai kadar 25(OH)D Serum lebih rendah dibandingkan kontrol.Introduction Tuberculosis (TB) is an infectious disease that may spread to extrapulmonary sites. Susceptibility to TB infection is higher in individuals with vitamin D [25(OH)D] deficiency. This study measured serum vitamin D [25(OH)D] among TB patients in Bandung. Method. A cross-sectional study conducted from May 2016 to June 2017 in Dr. Hasan Sadikin General Hospital. Samples were collected from MCU clinics, Lung clinic, and Spine–orthopaedic clinic in Dr. Hasan Sadikin General Hospital. There were 3 groups: pulmonary TB, spinal TB, and control group. Each group consisted of 53 samples. The serum vitamin D [25(OH)D] concentration was assessed in each sample from venous blood. Results The serum vitamin D concentration was significantly different between control and spinal TB groups, and between control and pulmonary TB groups (p < 0.01). No significant difference of serum vitamin D concentration between spinal TB and pulmonary TB groups (p > 0.05). Spinal TB and pulmonary TB patients had lower serum vitamin D [25(OH)D] concentration compared to controls in Bandung.