Giovanni Gilberta
RSUD Pademangan, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi Hipotermia untuk Neonatus Asfiksia Giovanni Gilberta
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.372

Abstract

Asfiksia adalah kegagalan nafas spontan dan teratur pada saat atau beberapa saat setelah lahir. Asfiksia dapat menimbulkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan neonatus. Salah satu intervensi pilihan adalah terapi hipotermia yang lebih baik dilakukan dalam kurang dari 6 jam setelah kejadian. Prosedur dilakukan melalui 2 tahap : hipotermia dan rewarming, yang masing-masing membutuhkan langkah dan perlakuan berbeda. Terapi hipotermia juga dapat menimbulkan beberapa efek samping terkait penurunan suhu tubuh.Asphyxia is a failure of spontaneous and regular respiratory process at or a moment after birth. Asphyxia can cause short and long term complications, which are detrimental for growth and development. An intervention option for asphyxia is hypothermia therapy that should be done within 6 hours after asphyxia occurence. The procedure is performed in 2 stages; hypothermia and rewarming, each with different methods and treatments. Despite the advantages hypothermia therapy can also cause adverse events related to decreased body temperature.
Terapi Hipotermia untuk Neonatus Asfiksia Giovanni Gilberta
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.353

Abstract

Asfiksia adalah kegagalan napas spontan dan teratur pada saat atau beberapa saat setelah lahir. Asfiksia dapat menimbulkan komplikasi jangka pendek ataupun jangka panjang yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan neonatus. Salah satu intervensi pilihan adalah terapi hipotermia yang lebih baik dilakukan dalam kurang dari 6 jam setelah kejadian. Prosedur dilakukan melalui 2 tahap, yaitu hipotermia dan rewarming, yang masing-masing membutuhkan langkah dan perlakuan berbeda. Terapi hipotermia juga dapat menimbulkan beberapa efek samping terkait penurunan suhu tubuh. Asphyxia is a failure of spontaneous and regular respiratory process at or a moment after birth. Asphyxia can cause short and long term complications, which are detrimental for growth and development. An intervention option for asphyxia is hypothermia therapy that should be done within 6 hours after asphyxia occurence. The procedure is performed in 2 stages, which are hypothermia and rewarming, each with different methods and treatments. Despite the advantages hypothermia therapy can also cause adverse events related to decreased body temperature.
Terapi Hipotermia untuk Neonatus Asfiksia Giovanni Gilberta
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.353

Abstract

Asfiksia adalah kegagalan napas spontan dan teratur pada saat atau beberapa saat setelah lahir. Asfiksia dapat menimbulkan komplikasi jangka pendek ataupun jangka panjang yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan neonatus. Salah satu intervensi pilihan adalah terapi hipotermia yang lebih baik dilakukan dalam kurang dari 6 jam setelah kejadian. Prosedur dilakukan melalui 2 tahap, yaitu hipotermia dan rewarming, yang masing-masing membutuhkan langkah dan perlakuan berbeda. Terapi hipotermia juga dapat menimbulkan beberapa efek samping terkait penurunan suhu tubuh. Asphyxia is a failure of spontaneous and regular respiratory process at or a moment after birth. Asphyxia can cause short and long term complications, which are detrimental for growth and development. An intervention option for asphyxia is hypothermia therapy that should be done within 6 hours after asphyxia occurence. The procedure is performed in 2 stages, which are hypothermia and rewarming, each with different methods and treatments. Despite the advantages hypothermia therapy can also cause adverse events related to decreased body temperature.