Esther Kristiningrum
Departemen Medical PT. Kalbe Farma Tbk. Jakarta, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan Hydroxychloroquine dalam Tatalaksana Covid-19 Esther Kristiningrum
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i12.1246

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 (Covid-19) telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Saat ini berbagai obat telah diteliti dalam upaya mengobati dan mencegah penularan virus tersebut, salah satunya adalah hydroxychloroquine yang selama ini dikenal sebagai obat antimalaria dan obat penyakit autoimun seperti lupus eritemasosus sistemik. Selain efek imunomodulasi, studi in vitro menunjukkan bahwa hydroxychloroquine juga memiliki efek antivirus, namun studi pada pasien Covid-19 hasilnya bervariasi dalam hal perbaikan outcome. Saat ini pada kondisi pandemi, hydroxychloroquine secara darurat bisa digunakan terbatas dalam pengawasan ketat oleh dokter untuk pengobatan pasien Covid-19 dewasa dan remaja yang memiliki berat badan 50 kg atau lebih dan dirawat di rumah sakit.The 2019 coronavirus disease (Covid-19) has spread rapidly throughout the world. Various drugs have been studied for treating and preventing virus transmission, including hydroxychloroquine, known as antimalarial and an autoimmune disease drug such as systemic lupus erythematosus. In addition to an immunomodulating effect, in vitro studies have shown that hydroxychloroquine also has antiviral effects, but studies on Covid-19 patients have shown mixed results. Currently, in pandemic conditions, hydroxychloroquine can be limitedly used for emergency under close medical supervision for treating adults and adolescents weighed 50 kg or more with Covid-19 in a hospital setting.
Farmakoterapi untuk Osteoporosis Esther Kristiningrum
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i5.361

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit skeletal sistemik yang ditandai dengan massa tulang rendah dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang dengan konsekuensi tulang menjadi lebih rapuh dan lebih mudah fraktur. Di seluruh dunia, 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 pria berusia di atas 50 tahun akan mengalami fraktur osteoporosis. Tujuan terapi farmakologis adalah untuk mengurangi risiko patah tulang. Obat osteoporosis dikategorikan sebagai agen antiresorptif (misalnya bisphosphonate, estrogen, calcitonin, dan denosumab) atau agen anabolik (misalnya: raloxifene dan teriparatide). Pengobatan lini pertama untuk sebagian besar pasien osteoporosis pasca-menopause meliputi alendronate, risedronate, zoledronic acid, dan denosumab.Osteoporosis is a systemic skeletal disease characterized by low bone mass and damage to bone microarchitecture with the consequence of more fragile and more easily fractured bone. Worldwide, 1 in 3 women and 1 in 5 men over age 50 will experience osteoporotic fractures. The goal of pharmacological therapy is to reduce the risk of fractures. Medications to treat osteoporosis are categorized as antiresorptive agents (i.e., bisphosphonates, estrogen, calcitonin, and denosumab) or anabolic agents (i.e., raloxifene and teriparatide). The first-line treatment for most postmenopause osteoporosis patients includes alendronate, risedronate, zoledronic acid, and denosumab.
Penggunaan Montelukast dalam Terapi Asma Bronkial dan Rinitis Alergi Esther Kristiningrum
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i5.1372

Abstract

Montelukast merupakan antagonis reseptor leukotrien (LTRA) oral yang diindikasikan untuk terapi asma kronik, profilaksis bronkokonstriksi yang diinduksi latihan fisik, serta meredakan gejala rinitis alergi, baik musiman maupun sepanjang tahun. Montelukast direkomendasikan sebagai monoterapi untuk mengontrol asma, khususnya pada anak, dan sebagai terapi tambahan terhadap ICS (inhalation corticosteroid) atau alternatif terhadap penambahan LABA (long acting beta agonist). Selain itu, montelukast oral direkomendasikan pada dewasa dan anak dengan rinitis alergi musiman dan pada anak prasekolah dengan rinitis alergi sepanjang tahun.Montelukast is an oral leukotriene receptor antagonist (LTRA) indicated for the treatment of chronic asthma, prophylaxis of exercise-induced bronchoconstriction, and for the relief of symptoms of both seasonal and perennial allergic rhinitis. LTRA is recommended as monotherapy to control asthma, especially in children, and as an adjunct therapy to ICS (inhalation corticosteroid) or an alternative to the addition of LABA (long acting beta agonist). Oral montelukast are also recommended for adults and children with seasonal allergic rhinitis and in preschool children with perennial allergic rhinitis. 
Penggunaan Montelukast dalam Terapi Asma Bronkial dan Rinitis Alergi Esther Kristiningrum
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i5.72

Abstract

Montelukast merupakan antagonis reseptor leukotrien (LTRA) oral yang diindikasikan untuk terapi asma kronik, profilaksis bronkokonstriksi yang diinduksi latihan fisik, serta meredakan gejala rinitis alergi, baik musiman maupun sepanjang tahun. Montelukast direkomendasikan sebagai monoterapi untuk mengontrol asma, khususnya pada anak, dan sebagai terapi tambahan terhadap ICS (inhalation corticosteroid) atau alternatif terhadap penambahan LABA (long acting beta agonist). Selain itu, montelukast oral direkomendasikan pada dewasa dan anak dengan rinitis alergi musiman dan pada anak prasekolah dengan rinitis alergi sepanjang tahun. Montelukast is an oral leukotriene receptor antagonist (LTRA) indicated for the treatment of chronic asthma, prophylaxis of exercise-induced bronchoconstriction, and for the relief of symptoms of both seasonal and perennial allergic rhinitis. LTRA is recommended as monotherapy to control asthma, especially in children, and as an adjunct therapy to ICS (inhalation corticosteroid) or an alternative to the addition of LABA (long acting beta agonist). Oral montelukast are also recommended for adults and children with seasonal allergic rhinitis and in preschool children with perennial allergic rhinitis.
Penggunaan Montelukast dalam Terapi Asma Bronkial dan Rinitis Alergi Esther Kristiningrum
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i5.72

Abstract

Montelukast merupakan antagonis reseptor leukotrien (LTRA) oral yang diindikasikan untuk terapi asma kronik, profilaksis bronkokonstriksi yang diinduksi latihan fisik, serta meredakan gejala rinitis alergi, baik musiman maupun sepanjang tahun. Montelukast direkomendasikan sebagai monoterapi untuk mengontrol asma, khususnya pada anak, dan sebagai terapi tambahan terhadap ICS (inhalation corticosteroid) atau alternatif terhadap penambahan LABA (long acting beta agonist). Selain itu, montelukast oral direkomendasikan pada dewasa dan anak dengan rinitis alergi musiman dan pada anak prasekolah dengan rinitis alergi sepanjang tahun. Montelukast is an oral leukotriene receptor antagonist (LTRA) indicated for the treatment of chronic asthma, prophylaxis of exercise-induced bronchoconstriction, and for the relief of symptoms of both seasonal and perennial allergic rhinitis. LTRA is recommended as monotherapy to control asthma, especially in children, and as an adjunct therapy to ICS (inhalation corticosteroid) or an alternative to the addition of LABA (long acting beta agonist). Oral montelukast are also recommended for adults and children with seasonal allergic rhinitis and in preschool children with perennial allergic rhinitis.