William Surya Hartanto
Puskesmas Air Itam/RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Keterlambatan Bicara dan Bahasa pada Anak William Surya Hartanto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 7 (2018): Onkologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i7.648

Abstract

Keterlambatan bicara dan bahasa terjadi pada 2,3-19% anak berusia 2-7 tahun, sebagian besar terdiagnosis pada usia kurang dari 3 tahun. Evaluasi perkembangan komprehensif penting karena perkembangan bicara dan bahasa yang atipikal dapat merupakan karakteristik sekunder gangguan fisik dan perkembangan yang lain. Deteksi dan intervensi awal dapat memperbaiki aspek emosi, sosial, dan kognisi, sehingga memperbaiki outcome.Speech and language delays occurred in 2.3-19% of children aged 2-7 years, mostly diagnosed at the age of less than 3 years. Comprehensive evaluation of development is important because atypical development of speech and language can be a secondary characteristics of physical disorders and other development disorders. Early detection and intervention can improve emotional, social, and cognition aspects, which will also improve the outcome.
Deteksi Keterlambatan Bicara dan Bahasa pada Anak William Surya Hartanto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 7 (2018): Onkologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i7.775

Abstract

Keterlambatan bicara dan bahasa terjadi pada 2,3-19% anak berusia 2-7 tahun, sebagian besar terdiagnosis pada usia kurang dari 3 tahun. Evaluasi perkembangan komprehensif penting karena perkembangan bicara dan bahasa yang atipikal dapat merupakan karakteristik sekunder gangguan fisik dan perkembangan yang lain. Deteksi dan intervensi awal dapat memperbaiki aspek emosi, sosial, dan kognisi, sehingga memperbaiki outcome.   Speech and language delays occurred in 2.3-19% of children aged 2-7 years, mostly diagnosed at the age of less than 3 years. Comprehensive evaluation of development is important because atypical development of speech and language can be secondary characteristics of physical disorders and other development disorders. Early detection and intervention can improve emotional, social, and cognition aspects, which will also improve the outcome.  
Deteksi Keterlambatan Bicara dan Bahasa pada Anak William Surya Hartanto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 7 (2018): Onkologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i7.775

Abstract

Keterlambatan bicara dan bahasa terjadi pada 2,3-19% anak berusia 2-7 tahun, sebagian besar terdiagnosis pada usia kurang dari 3 tahun. Evaluasi perkembangan komprehensif penting karena perkembangan bicara dan bahasa yang atipikal dapat merupakan karakteristik sekunder gangguan fisik dan perkembangan yang lain. Deteksi dan intervensi awal dapat memperbaiki aspek emosi, sosial, dan kognisi, sehingga memperbaiki outcome.   Speech and language delays occurred in 2.3-19% of children aged 2-7 years, mostly diagnosed at the age of less than 3 years. Comprehensive evaluation of development is important because atypical development of speech and language can be secondary characteristics of physical disorders and other development disorders. Early detection and intervention can improve emotional, social, and cognition aspects, which will also improve the outcome.