Esther Kristiningrum
Departemen Medical, PT. Kalbe Farma Tbk., Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Farmakoterapi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Esther Kristiningrum
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i4.491

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang umum, dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan kelainan saluran napas dan/atau alveoli yang biasanya disebabkan oleh paparan signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya. Manajemen optimal PPOK multifaset yang menggabungkan strategi non-obat dan manajemen obat. Beberapa obat seperti bronkodilator dan antiinflamasi dapat membantu pasien COPD.Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a common, preventable and treatable disease, characterized by persistent respiratory symptoms and airflow limitation due to airway and/or alveolar abnormalities, usually caused by significant exposure to noxious particles or gas. The optimal management requires a multifaceted approach which incorporates non-drug as well as drug-management strategies. Some medications such as inhalation bronchodilators and anti-inflammatory agents can help COPD patients.