Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGELUARAN PUBLIK INDONESIA: TINJAUAN MAQASID SYARIAH Annisa Masruri Zaimsyah; Syahbuddin
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 2 No 2 (2021): Ar-Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.783 KB) | DOI: 10.55210/arribhu.v2i2.737

Abstract

Introduction: Manajemen pengeluaran publik di Indonesia telah menerapkan system distribusi yang membagi pengeluaran publik untuk pengeluaran pemerintah pusat, transfer ke daerah, dan dana desa. Studi ini membahas pengeluaran publik di Indonesia dalam APBN Indonesia. Data yang dikumpulkan dari dokumentasi kebijakan fiskal, terutama tentang rencana pengeluaran pemerintah pada tahun 2018, dan kemudian analisis kebijakan, teori pengeluaran publik serta mendapatkan kesimpulan. Results: Prioritas kebijakan fiskal kepada pengeluaran publik untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan dalam kesejahteraan seluruh masyarakat. Dalam pandangan Maqasid syariah, pengeluaran publik digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang lima, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Pengeluaran publik pada pemerintah Indonesia sebagai alat yang efektif untuk menghasilkan sumber daya ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan dengan berfokus pada mewujudkan terpenuhinya tujuan Maqasid Syariah Conclusion and suggestion: Tujuan pengeluaran publik di Indonesia secara umum sudah sesuai dengan maqasid syariah, akan tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan Islam, seperti dalam hal agama, dalam Islam agama menjadi puncak untuk pengeluaran publik, sedangkan pada pengeluaran publik Indonesia agama mendapatkan porsi yang sangat sedikit, selain itu dalam Islam juga mengaut system surplus, dan Indonesia defisit, ini menjadikan tujuan dalam pengeluaran anggaran menjadi sedikit berbeda.
Etika dan Pola Konsumsi Islami dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Pendekatan Maqasid Syariah Annisa Masruri Zaimsyah
Jurnal BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11, No 2 (2026): Islamic economics and banking research
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ba.v11i2.10742

Abstract

Stunting dan ketahanan pangan tetap menjadi tantangan serius dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, mendorong pemerintah untuk menerapkan Program Makan Gratis Bergizi (MBG) sebagai intervensi gizi nasional. Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim, evaluasi kebijakan pangan publik tidak hanya relevan dari perspektif teknokratis tetapi juga dari sudut pandang nilai-nilai etika Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Program MBG dengan prinsip ḥalālan ṭayyiban dan kerangka maqāṣid al-sharī'ah sebagai landasan etika konsumsi Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui riset pustaka, dengan mengacu pada Al-Qur'an, Hadits, peraturan kebijakan, dan literatur akademis yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa, secara konseptual, Program MBG selaras dengan prinsip ḥalālan ṭayyiban dengan menyediakan makanan halal dan bergizi seimbang berdasarkan sumber daya pangan lokal. Dari perspektif maqāṣid al-sharī'ah, program ini berkontribusi pada perlindungan kehidupan (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), kekayaan (ḥifẓ al-māl), dan agama (ḥifẓ al-dīn). Namun, pada tingkat implementasi, beberapa tantangan masih ada, termasuk kelemahan dalam manajemen rantai pasokan, potensi penurunan kualitas pangan, dan perilaku konsumsi yang cenderung boros dan tidak seimbang secara nutrisi, sehingga membatasi realisasi optimal prinsip ṭayyib. Oleh karena itu, integrasi pengawasan halal–ṭayyib, pendidikan etika konsumsi Islami, dan penguatan tata kelola program sangat penting untuk memastikan bahwa Program MBG berfungsi tidak hanya sebagai inisiatif mitigasi stunting tetapi juga sebagai kebijakan pangan publik berbasis nilai Islam yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Optimizing Zakat Management: The Agricultural Sector’s Role in Poverty Reduction in Indonesia and Malaysia Mukhlis Mukhlis; Annisa Masruri Zaimsyah; Patmawati Bte Hj Ibrahim; Marliyah Marliyah; Pani Akhiruddin Siregar
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2023.14.1.13979

Abstract

The development of welfare systems and income tax in the 20th century shows religious practices in poverty alleviation, especially zakat in Islamic tradition. In Indonesia and Malaysia, zakat management is an effort in poverty alleviation, but challenges remain, especially in the centralized system in Malaysia. This study aims to examine the effectiveness of agricultural zakat management in Indonesia and Malaysia, including comparing its implementation and impact in the agricultural sector. This study uses a qualitative method, using a comprehensive literature review and content analysis based on Creswell's qualitative research framework. The results of this study indicate that agricultural Zakat has significant potential to increase zakat income and support poverty alleviation. In Indonesia, where agriculture is a major economic sector, the impact is very prominent. However, better governance and digital integration are needed for optimization. Collaboration between the government, zakat institutions, and the community is essential in order to maximize the role of zakat in economic empowerment. This study contributes to the comparative analysis of zakat management in the two countries and highlights the need for local strategies to increase its effectiveness in poverty alleviation.