Rani Ardina
STIKes Muhammadiyah Pringsewu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEDIA PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK PATRIA Diny Vellyana; Rani Ardina; Indah Ernawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v8i1.1066

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak anak menuju dewasa dan masa ini juga  masa penuh gejolak. Hal ini menyebabkan remaja berprilaku menyimpang, melakukan tindak kriminal, seperti penyalahgunaan obat dan melakukan perilaku seksual pranikah. Faktor pemungkin dengan perilaku seksusal remaja adalah paparan media pornografi. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi memudahkan remaja melakukan akses informasi pornografi melalui berbagai media masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi responden, distribusi frekuensi media pornografi, distribusi frekuensi perilaku seksual pranikah dan Hubungan media pornografi dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMK Patria Gadingrejo Pringsewu Lampung tahun 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Cross Sectional dilakukan dengan teknik deskriptif Analitik  menggunakan uji Chi squre. Subjek penelitian ini adalah remaja di SMK Patria Gadingrejo Pringsewu Lampung. Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 132 remaja dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada Hubungan media pornografi dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMK Patria Gadingrejo Pringsewu Lampung tahun 2017 dengan tingkat kemaknaan p0,05 diperoleh nilai (p=0,00).
DUKUNGAN SOSIAL DAN STATUS GIZI REMAJA SOCIAL SUPPORT AND NUTRITION STATUS ADOLECENT Rani Ardina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 10 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v5i10.1136

Abstract

Status gizi ialah ukuran kondisi tubuh seseorang yang dilihat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja menyebabkan kebutuhan asupan nutrisi melalui makanan yang lebih besar dari masa anak-anak. Remaja sebagai kelompok berisiko, dapat terhindar dari masalah kesehatan dengan mengelola faktor – faktor risiko yang terdapat pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan status gizi remaja. Desain yang digunakan deskriptif korelasional pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cluster proportional 107 remaja kelas 7 dan 8 SMP. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan bermakna dukungan sosial dengan status gizi remaja (p 0,005), namun berkontribusi untuk meningkatkan status gizi normal pada remaja ( OR=1,176; 95%CI =0,529-2,614). Dukungan sosial dapat mempredisksi status gizi normal pada remaja. Akan tetapi banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap status gizi juga berpengaruh terhadap perilaku pemenuhan gizi pada remaja.
INFORMED CONSENT PADA TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE – OPERATIVE Shinta Aggresmawati; Rani Ardina; Rita Sari; Diny Vellyana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v7i2.1085

Abstract

Tindakan operasi merupakan pengalaman yang biasa menimbulkan kecemasan. kecemasan biasanya berhubungan dengan segala macam prosedur asing yang dijalani pasien dan juga ancaman terhadap keselamatan jiwa akibat prosedur pembedahan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penjelasan informed consent dengan tingkat kecemasan pada pasein pre operasi. Penelitian ini menggunakan metode survey analytic dengan pendekatan cross sectional dan analisis uji chi square. Sampel pada penelitian ini adalah pasien pre operasi. Pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan kuisioner informed consent dan kecemasan HRS-A. Hasil analisis bivariat bahwa ada hubungan penjelasan informed consent dengan tingkat kecemasan pada pasein pre operasi. Diharapkan Petugas kesehatan sebaiknya lebih menekankan pada komunikasi timbal balik dalam pemberian informed consent pada pasien sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi pasien
TERAPI ABA (APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS) TINGKAT DASAR EFEKTIF TERHADAP PERILAKU IMITASI AKSI ANAK AUTIS DI PUSAT TERAPI LPSDM GRAHA JIWA INDONESIA KAB. PRINGSEWU Rani Ardina
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 1 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v10i1.1459

Abstract

Anak autis mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku. Hal ini ditandai dengan terhambatnya perkembangan bahasa, interaksi sosial, kesulitan komunikasi, gangguan perasaan dan emosi serta gangguan dalam perilaku. Aneka hambatan tersebut akan mempengaruhi aspek belajar dan perilaku anak autis. Dengan menggunakan pendekatan terapi ABA (Applied Behavior Analysis) akan memberikan pengaruh terhadap perilaku imitasi anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi ABA (Applied behavioral analysis) tingkat dasar terhadap perubahan perilaku imitasi aksi terhadap obyek pada anak autis di pusat terapi LPSDM Graha Jiwa Indonesia. Disain penelitan menggunakan metoda Eksperimen Semu (quasi experiment) dengan one group pretes posttest. Subyek penelitian berjumlah 9 anak autis (n=9). Instrumen penelitian yang dipakai adalah kurikulum ABA tingkat dasar dengan 20 aktivitas. Analisis data menggunakan uji beda 2 mean (t-test). Hasil uji statistic diperoleh nilai significancy 0,000 (p 0,05) menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pengaruh terapi ABA tingkat dasar terhadap perilaku imitasi aksi terhadap obyek pada anak autis. Kata Kunci : autis, terapi applied behavioral analysis, perilaku imitasi aksi