Dzul Istiqomah Hasyim
STIKes Muhammadiyah Pringsewu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET Dzul Istiqomah Hasyim; Apri Budianto; Rizqia Lailakurniasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4, No 7 (2015): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v4i7.1072

Abstract

Menyusui adalah memberi ASI dengan perlekatan dan posisi ibu serta bayi dengan cara yang benar. Keuntungan ASI yaitu sebagai antibody bagi bayi untuk mencegah infeksi, diare, diabetes, kanker serta penyakit lainnya, dan membantu ibu dalam proses pemulihan diri pasca persalinan.Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik sampling yang di gunakan adalah random sampling dengan jumlah sampel 27 responden ibu menyusui. Berdasarkan     hasil dari uji  statistik dengan menggunakan chi-square didapatkan p value α (0,05) yaitu p value 0,035, maka ada hubungan yang bermakna antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami puting susu lecet kebanyakan dikarenakan sebelumnya responden belum mendapatkan informasi tentang teknik menyusui dan maslah lainnya dalam menyusui serta belum mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 PRINGSEWU TAHUN 2016 Dzul Istiqomah Hasyim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 10 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v5i10.1133

Abstract

Anemia kekurangan zat besi dapat menimbulkan berbagai dampak pada remaja putri antara lain menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit, menurunnya aktivitas dan prestasi belajar. Remaja putri yang menderita anemia kebugarannya juga akan menurun, sehingga menghambat prestasi olahraga dan produktivitasnya., pola makan pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat menyebabkan anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, dengan menggunakan rancangan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Pringsewu yang terdiri dari 159 remaja putri. Sampel pada penelitian ini adalah sampel total yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dengan menggunakan uji chi square pada analisis bivariat . Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna pada pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri (ρ0,05).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Dzul Istiqomah Hasyim; Nur Laely Rokmah; Muhariya Susanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5, No 9 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v5i9.1123

Abstract

Tingkat pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih sangat rendah. Kurangnya pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dan gencarnya promosi susu formula yang kadang diselingi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) membuat ibu gagal menyusui. Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling. Besarnya sampel sebanyak 41 respoden yang mempunyai bayi di bawah tiga tahun di Posyandu Rahayu Wilayah Kerja Puskesmas Yogyakarta Kabupaten Pringsewu Tahun 2015. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Chi Square. Hasil analisis menunjukkan p value (0,010) α (0,05) yang berarti Ha diterima. Kesimpulan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu menyusui dengan perilaku pemberian asi eksklusif. Saran : Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terutama dalam menangani masalah pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan memberikan konseling secara menyeluruh kepada ibu hamil dan ibu menyusui agar ibu-ibu tahu tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif
Analisis faktor yang berpengaruh pada status gizi (BB/TB) balita Dzul Istiqomah Hasyim; Apri Sulistianingsih
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.963 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i1.32

Abstract

Balita. Gangguan gizi seperti kekurusan dan kegemukan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada balita. Pemerintah berupaya untuk meningkatkan status gizi anak sejak pada awal kehamilan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya penggunaan buku KIA, pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit dan pemberian makan. Kabupaten Pringsewu telah melakukan banyak program dalam peningkatak gizi balita untuk mencegah gangguan gizi kurus dan kegemukan, belum ditentukan faktor apa sajakah yang mempengaruhi status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Yang Berpengaruh Pada Status Gizi (BB/TB) Balita. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Subjek penelitian adalah pasangan ibu dan balita yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel independent didaptkan dari sumber dan variabel dependen didapatkand ari pengukuran Berat badan berdasarkan tinggi badan. Penelitian ini bertempat di Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu lampung. Analisis menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan Pada penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan frekuensi makan, kebiasaan jajan, kepemilikan buku KIA dan ASI eksklusif berhubungan dengan status gizi balita (ρ0,05). Sedangkan pada riwayat sakit tidak berhubungan dengan status gizi balita (ρ=0,928%). Hasil analisis multivariate variabel frekuensi makan merupakan variabel yang signifikan (ρ=0,00%). Hasil nilai POR, 10,083 (95%CI 8,336-22,968). Hal ini berarti bahwa balit yang memiliki frekuensi makan tidak teratur akan berisiko gangguan gizi berupa kurus atau kegemukan. Disimpulkan pemberian makan merupakan faktor yang paling dominan pada penelitian ini.