Aas Siti Sholichah
PTIQ Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TEORI EVOLUSI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Aas Siti Sholichah
el-'Umdah Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.793 KB) | DOI: 10.20414/el-umdah.v2i2.1689

Abstract

This paper will analyze the theory of human evolution that developed in the West and the theory of human evolution that is explained in the Qur'an with the interpretation approach. The method used in this paper is to use qualitative methods derived from sharing books relating to the above problems. The approach to the interpretation method of the Qur'an uses the thematic method, because this method can study contemporary problems. The theory of evolution began to be studied and debated in the 6th century BC, beginning with the Greek philosopher Anaximander, Empedocles, Lucretius, the same opinion was expressed by Arab biologist Al Jahiz, Persian philosopher Ibn Miskawaih, Ikhwan As-Shafa, and Chinese philosopher Zhuangzi. Furthermore, the theory of evolution was published by a British scientist named Charles Darwin, the results of his research on evolution, especially human evolution, explained that the theory of evolution was not created by God but stood alone. This opinion caused debate among scientists and religious leaders especially Islam was rejected because it contradicted the Qur'an.
TEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Aas Siti Sholichah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.51 KB) | DOI: 10.30868/ei.v7i01.209

Abstract

Teori merupakan landasan awal dalam melaksanakan praktek. Dalam teori pendidikan hadirnya teori dapat memberikan stimulus dan pijakan dalam menentukan kurikulum, proses belajar mengajar dan tujuan pendidikan yang akan dicapai.Berbagai teori dikembangkan dalam dunia pendidikan mulai dari teori nativisme, teori empirisme dan teori konvergensi, dalam pelaksanaannya masih terjadi perdebatan dalam memaknai dan melaksanakan berbagai teori tersebut, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dan teori yang berkembang saat ini harus disesuaikan dengan kondisi riil dunia pendidikan, Sehingga sampai saat ini dari teori tersebut masih belum menjawab permasalahan kualitas pendidikan.Hadirnya Al-Qur’an menurut Edward Gibbon (1737-1794) seorang ahli sejarah kebangsaan Inggris merupakan sebuah kitab kemajuan, kitab kenegaraan, perdagangan, peradilan, dan undang-undang kemiliteran dalam Islam. Selain itu kandungan isi Al-Qur’an juga menjelaskan mengenai ibadah, ketauhidan dan muamalah. Kandungan Al-Qur’an yang komprehensif dapat menjadi sumbangsih bagi perkembangan teori pendidikan khususnya.Berkaitan dengan pendidikan, Al-Qur’an mengandung dua unsur pembelajaran, pertama materi pembelajaran di dalamnya harus berisi materi tauhid, ini bertujuan agar setiap individu mengetahui akan keesaan Allah swt, dan mengetahui pencipta alam raya serta penciptaan ilmu yang terkandung di alam raya, kedua risalah Ilahiyah, yang disampaikan kepadasetiap rasul untuk dsampaikan kepada umat dalam bentuk tauhid, ibadah dan muamalah.Modawi berpendapat bahwa untuk menemukan teori-teori dalam Al-Qur’an diperlukan ketajaman tafsir dan kaidah ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Di samping itu untuk mencapai kesempurnaan teori diharapkan dapat menjawab permasalahan dan lingkup kehidupan yang berkaitan dengan kekinian.Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari berbagi buku yang berkaitan dengan permasalahan di atas. Adapun pendekatan metode penafsiran Al-qur’an menggunakan metode tematik, karena metode ini dapat mengkaji problem kontemporer.Dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pijakan dalam membuat teori diharapkan dapat menciptakan sistem dan kurikulum pendidikan yang berpijak pada tauhid, akhlak, ibadah dan hubungan sosial sehingga dapat menciptakan pribadi paripurna (Ulu al-Bab). Kata kunci: Teori Pendidikan, Al-Qur’an, Teori Pendidikan dalam Al-Qur’an.
TEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Aas Siti Sholichah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v7i01.209

Abstract

Teori merupakan landasan awal dalam melaksanakan praktek. Dalam teori pendidikan hadirnya teori dapat memberikan stimulus dan pijakan dalam menentukan kurikulum, proses belajar mengajar dan tujuan pendidikan yang akan dicapai.Berbagai teori dikembangkan dalam dunia pendidikan mulai dari teori nativisme, teori empirisme dan teori konvergensi, dalam pelaksanaannya masih terjadi perdebatan dalam memaknai dan melaksanakan berbagai teori tersebut, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dan teori yang berkembang saat ini harus disesuaikan dengan kondisi riil dunia pendidikan, Sehingga sampai saat ini dari teori tersebut masih belum menjawab permasalahan kualitas pendidikan.Hadirnya Al-Qur’an menurut Edward Gibbon (1737-1794) seorang ahli sejarah kebangsaan Inggris merupakan sebuah kitab kemajuan, kitab kenegaraan, perdagangan, peradilan, dan undang-undang kemiliteran dalam Islam. Selain itu kandungan isi Al-Qur’an juga menjelaskan mengenai ibadah, ketauhidan dan muamalah. Kandungan Al-Qur’an yang komprehensif dapat menjadi sumbangsih bagi perkembangan teori pendidikan khususnya.Berkaitan dengan pendidikan, Al-Qur’an mengandung dua unsur pembelajaran, pertama materi pembelajaran di dalamnya harus berisi materi tauhid, ini bertujuan agar setiap individu mengetahui akan keesaan Allah swt, dan mengetahui pencipta alam raya serta penciptaan ilmu yang terkandung di alam raya, kedua risalah Ilahiyah, yang disampaikan kepadasetiap rasul untuk dsampaikan kepada umat dalam bentuk tauhid, ibadah dan muamalah.Modawi berpendapat bahwa untuk menemukan teori-teori dalam Al-Qur’an diperlukan ketajaman tafsir dan kaidah ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Di samping itu untuk mencapai kesempurnaan teori diharapkan dapat menjawab permasalahan dan lingkup kehidupan yang berkaitan dengan kekinian.Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari berbagi buku yang berkaitan dengan permasalahan di atas. Adapun pendekatan metode penafsiran Al-qur’an menggunakan metode tematik, karena metode ini dapat mengkaji problem kontemporer.Dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pijakan dalam membuat teori diharapkan dapat menciptakan sistem dan kurikulum pendidikan yang berpijak pada tauhid, akhlak, ibadah dan hubungan sosial sehingga dapat menciptakan pribadi paripurna (Ulu al-Bab). Kata kunci: Teori Pendidikan, Al-Qur’an, Teori Pendidikan dalam Al-Qur’an.