Adolf Edwin Ratag
Program Studi Pendidikan Agama Kristen STT Erikson-Tritt, Manokwari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGANAN KURIKULUM SEKOLAH MINGGU Adolf Edwin Ratag
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.329 KB) | DOI: 10.53827/lz.v1i1.1

Abstract

Anak-anak adalah pribadi yang sangat penting. Siapa mereka di masa depan, dan Gereja di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita melayani anak-anak di masa kini; karena itu pelayanan kepada mereka tidak boleh dianggap remeh. Kurikulum merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam proses mempersiapkan dan memantapkan kapasitas anak, baik secara mental maupun secara spiritual. Visi dan misi gereja sangat penting menjadi acuan dalam menyusun kurikulum Sekolah Minggu. Namun demikian, ada 5 faktor yang menjadi alasan yang perlu dipertimbangkan, yaitu alasan teologis, paedagogis, keadaan, kebudayaan dan misioner. Kurikulum dikembangkan berdasarkan keyakinan bahwa Alkitab adalah firman Allah, sehingga memuat sebanyak mungkin isi Alkitab; disusun dengan mempertimbangkan perkembangan jiwa anak; dan memikiran metode yang kreatif, bervariasi dan menarik. Penyusunan kurikulum sangat berhubungan dengan dua pertanyaan penting: Siapa? Apa? Para penyusun kurikulum harus bertanya: Untuk siapa? Untuk mereka yang bagaimana?Untuk mereka yang dimana?Kontennya apa?Untuk kapan? Khusus pertanyaan yang terakhir berkaitan erat dengan kalender gerejawi Hal yang terpenting dalam penyusunan kurikulum adalah anak-anak itu sendiri.