Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IDENTIFIKASI BENCANA BANJIR KELURAHAN TLOGOSARI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Andika Duwi Prasetyo; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Pondasi Vol 26, No 2 (2021): Jurnal Pondasi
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v26i2.18933

Abstract

ABSTRAK Bencana banjir di Kota Semarang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Semarang, khususnya pada wilayah timur Kota Semarang, bencana banjir di Kota Semarang disebabkan beberapa faktor antara lain curah hujan yang tinggi, permukaan tanah yang lebih rendah dibandingkan permukaan air laut, dan banyaknya sampah yang tersumbat pada saluran drainase. Bencana banjir yang disebabkan oleh beberapa faktor tersebut berdampak buruk bagi Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, dampak dari bencana banjir tersebut mengakibatkan kerusakan pada jalan, kemacetan, dan dapat menyebabkan penyakit pada lingkungan di wilayah deliniasi di Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan. Perlu adanya penanganan untuk mengatasi bencana banjir di wilayah deliniasi Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, seperti upaya melakukan pembangunan sistem pengendali banjir dan pada sistem drainase, dan pembangunan sumur resapan air pada setiap permukiman, serta melakukan konservasi secara berkala untuk sungai maupun sistem drainase di wilayah deliniasi Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan. Kata Kunci : Identifikasi; Banjir; Tlogosari ABSTRACT The flood disaster in Semarang City is familiar to the people of Semarang, especially in the eastern area of Semarang City, the flood disaster in Semarang City is caused by several factors, including high rainfall, lower land surface than sea level, and the amount of clogged garbage. on the drainage channel. The flood disaster caused by several of these factors had a bad impact on the city of Semarang, especially in Tlogosari Village, Pedurungan District, the impact of the flood disaster caused damage to roads, congestion, and could cause disease in the environment in the delineation area in Tlogosari Village, Pedurungan District. There is a need for handling to overcome flood disasters in the delineation area of Tlogosari Village, Pedurungan District, such as efforts to build a flood control system and drainage system, and build water infiltration wells in each settlement, as well as carry out periodic conservation of rivers and drainage systems in the delineation area. Tlogosari Village, Pedurungan District.Keyword: Identification;Flood; Tlogosari
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN KABUPATEN PEKALONGAN BERDASARKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 1, No 2 (2020): VOLUME 1 NOMOR 2 OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.266 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v1i2.3096

Abstract

As time goes by, a city or region will change its physical appearance. Visually, the physical appearance of the city can be seen from the growth of the center of activity and population activities that occupy a land space both vertical and horizontal developments. The realization of this is the impact of increasing population and growing population activities. Society or population as perpetrators as well as objects of development is one of the main actors influencing changes in a city or region. Of course this will have implications for the needs of land as a space for socio-economic and ecological activities.From the description above, it can be explained further, that the needs of this land if it is not considered in a balanced manner between demand and supply will have a negative impact on the land itself, including for human beings. Land needs are increasing while the amount of land is limited, so there is often a change in land use that is not in accordance with its designation.Therefore, in each land change, an analysis of the land is needed to determine the function (suitability) and character (capability) of the land so that any changes in land use can be known to be feasible and then the appropriate land use direction can be known. The method used is the spatial method using the map overlay technique with geographic information system software. With this method, it is expected to provide a detailed and precise description of the function and character of the land so that the direction of the development of a city or region can be determined optimally effectively and efficiently while anticipating the emergence of land change conflicts.
IDENTIFIKASI PROFIL KUMUH KELURAHAN GONDORIYO, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.331 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3178

Abstract

Kota merupakan pusat aktivitas penduduk yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana sebagai penunjuang kebutuhan hidup penduduknya. Semakin hari kota semakin berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, baik karena faktor urbanisasi maupun faktor lainnya. Pertumbuhan penduduk pada suatu kota tentunya akan berdampak pada kebutuhan akan ruang baik minimal sebagi tempat tinggal untuk hidup dan bertahan, sementara disisi lain ruang yang tersedia (lahan) sangat terbatas. Hal ini akan berdampak pada munculnya beberapa penggunaan lahan perkotaan yang tidak semestinya seperti penggunaan bantaran sungai, bawah kolong jembatan, maupun ruang kosong lainnya yang tidak semestinya. Berkembangnya penggunaan lahan tersebut tentu akan berdampak pada kekumuhan kawasan tersebut, kondisi tersebut diperpuburk dengan tidak didukungnya sarana prasarana yang memadai sehingga berdampak pada munculnya berbagai permasalahan seperti kesehatan, kebersihan, kenyamanan, keamanan maupun lainnya.Kelurahan Gondoriyo merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam program KOTAKU yang ada di Kota Semarang. Dalam rangka pencegahan dan penanganan kumuh, maka diperlukan proses awal untuk mengetahui profil kekumuhan lokasi tersebut yang nantinya akan menjadi dasar dalam menangani permasalahan kumuh yang ada di Kleurahan Gondoriyo. Penelitian ini merupakan identifikasi awal terhadap kondisi kekumuhan Kelurahan Gondoriyo, sehingga metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan analisa deskriptif kualitatif berdasarkan hasil orientasi lapangan (primer) maupun wawancara (sekunder),sehingga nantinya didapatkan data yang akurat dan valid yang kemudian diolah mengunakan spasial GIS. Adapun kondisi yang dianalisa menyangkut 7 indikator permukiman kumuh, yakni kondisi jalan, drainase, persampahan, sanitasi, air bersih, rumah tidak layak huni, dan kebencanaan,
IDENTIFIKASI IKM (INDUSTRI KECIL MENENGAH) KECAMATAN JEPARA KABUPATEN JEPARA Agus Sarwo Edy Sudrajat; Nella Ardiantanti Siregar
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 2 (2021): VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.165 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.4418

Abstract

Over time, The number of IKMs which continued to increase and were not accompanied by data collection was what ultimately caused problems. The lack of awareness to register a business that is owned is still one of the causes. In fact, this is very important to do. Seeing the above phenomenon makes us aware of the importance of data collection on IKM, especially those in Jepara District, Jepara Regency. This research method uses a qualitative approaches. The analysis technique used is descriptive analysis and normative analysis. The process of validation and data collection is based on the indocators contained in the querstionnaire. 9 indicators in data collection, namely IKM business actors, Business Permits, Type Of Industry, KBLI, Number Of Workers, Raw Materials, Working Capital, Production Capacity, and Investment. The final result of the activity is a data master document for IKM in Jepara District which is compiled in order to support the smooth implementation of goods / services procurement.  
KAJIAN KARAKTERISTIK AKTIVITAS KOMERSIAL PADA KAWASAN KORIDOR JALAN TLOGOSARI RAYA KOTA SEMARANG Agus Sarwo Edy Sudrajat; Marzuqotul Ilmiyah
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 2 (2022): VOLUME 3 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.383 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.4261

Abstract

Perkembangan kota tidak terlepas dari berkembangnya kegiatan ekonomi, Kota Semarang termasuk salah satu kota yang kegiatan ekonominya berkembang dengan pesat. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya aktivitas komersial yang berkembang mengikuti koridor jalan. Aktivitas komersial yang berkembang di sepanjang koridor jalan Tlogosari Raya merupakan salah satunya. Tidak hanya berkembang di sepanjang koridor jalan akan tetapi pada jalan-jalan penghubung yang menghubungkan jalan utama Tlogosari Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sampel yang digunakan adalah pemilik bangunan komersial atau pelaku usaha/ pihak yang menjalankan aktivitas komersial seperti pedagang kaki lima dan konsumen serta menggunakan teknik purposive sampling atau teknik sampel yang dimana dalam penelitian tersebut menentukan kriteria-kriteria tertentu dalam pengambilan sampelnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa aktivitas komersial yang ada di kawasan koridor Jalan Tlogosari Raya terdiri dari berbagi bentuk aktivitas komersial. Bentuk-bentuk tersebut dibedakan atas dasar bentuk, jenis, sifat kegiatan, jenis komoditas yang ditawarkan dan lokasi pelayanannya. Aktivitas komersial yang ada di kawasan koridor Jalan Tlogosari Raya termasuk ke dalam kawasan aktivitas komersial dengan bentuk aktivitas komersial yang di dominasi oleh makanan, dari segi jenis adalah kost dan dari segi sifat kegiatan adalah Convenience Shop.Kata Kunci : Aktivitas Komersial; Karakteristik; Koridor Jalan
ANALISIS PENGEMBANGAN WILAYAH KOTA SEMARANG BERBASIS POTENSI UNGGULAN DAERAH Hendrianto Sundaro; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Jurnal Riptek Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.249 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i1.47

Abstract

This research reveals about the regional development of the Semarang City based on superior potential. The analytical tool used in this study is the Location Quotion analysis, Klassen Typology analysis and Shift Share analysis. The results showed that there were 11 potential economic sectors in the Semarang City which were the (leading) base sector.From the results of the LQ analysis obtained information that the base sector with the highest LQ value is the Information and Communication sector with an LQ value of 2.815 while the base sector with the lowest LQ value (1.04) is the supply, accommodation and food and beverage sector. From the results of Typology Klassen's analysis it was identified that there were only 1 sector included in the category of advanced and fast-growing sectors (quadrant I), ten sectors included in the category of advanced but distressed sectors (Quadrant III) and 6 Sectors included in the category of relatively lagging sectors (Quadrant IV ). While from the calculation of Shift Share analysis, it is known that the regional growth component (N) and the industrial mix component (M) are positive while the competitiveness component (C) all sectors are negative except for the Communication and Information sector.From the results of the analysis conducted, the direction of regional development policy in the city of Semarang must be focused on the identified base sector so that the Semarang City can develop in accordance with its superior potential.
PILAR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : KAJIAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN KAMPUNG BATIK REJOMULYO SEMARANG TIMUR Agus Sarwo Edy Sudrajat
Jurnal Riptek Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1589.392 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v12i1.18

Abstract

The relationship between natural resources and the environment will always be related to sustainable development. In every sustainable development it certainly affects the natural resources and the environment. The impact of sustainable development will lead to economic, social and environmental sectors. However, sustainable development in Indonesia is always identified with high economic growth. It is important to realize that the benchmark for the success of a sustainable development is not only about economic factors. There are still other factors that need to be considered in sustainable development, namely social and ecological. These three factors are better known as three divide sustainable development (Munashinge, 1993). In Indonesia alone it is not enough to depend on only three pillars, it should be applied to five pillars of sustainable development, namely social, economic, ecological, environmental and law enforcement institutions (Surjono, 2010). The purpose of this study is to find out the extent of the role of the five pillars of sustainable development in relation to the management of natural resources and the environment in the Rejomulyo Batik Village. The method used in this study is qualitative, namely assuming that the reality has a plural dimension where truth is dynamic and can be found only through the study of people through their interaction with their social situation (Danim, 2002). This qualitative method emphasizes the study of participants' perspectives through a flexible interactive process, which is intended to understand social conditions from the perspective of participants. Based on the results of the study, it can be concluded that of the five pillars of sustainable development in the management of natural resources and the environment in the village of batik, there are important and fundamental aspects, namely institutions and law enforcement. This aspect is a benchmark for the success of sustainable development in all aspects of resource and environmental management as well as the function of control and evaluation of the three other aspects of economic, social and environmental aspects.
KAJIAN DAMPAK KEBIJAKAN RELOKASI PKL BANTARAN KALI ES SAWAH BESAR KOTA SEMARANG TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI PEDAGANG Alan Setiawan; Hendrianto Sundaro; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 3 No. 2 (2022): VOLUME 3 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i2.6109

Abstract

Kajian Dampak Kebijakan Relokasi PKL Bantaran Kali Es Sawah Besar Kota Semarang Terhadap Kondisi Sosial dan Ekonomi Pedagang. Upaya pemerintah Kota Semarang dalam melakukan penataan PKL di Bantaran Kali Es Sawah Besar merupakan salah satu tujuan dari program normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Normalisasi tersebut ditandai dengan adanya aktivitas merapikan sungai, tidak hanya di dalam dan di pinggir (DAS dan sempadan) akan tetapi juga di sisi kanan dan kiri sungai yang ditempati oleh PKL. Pelaksanaan program relokasi PKL sebagai salah satu upaya normalisasi sungai BKT yang dilakukan dinilai mendapatkan hambatan dari warga dan para pedagang yang terdampak relokasi seperti terjadinya penolakan dan menganggap bahwa lokasi relokasi kurang strategis untuk berdagang sehingga para pedagang enggan menempati lokasi relokasi yang sudah disiapkan pemerintah sebelumnya. Selain itu, adanya kebijakan publik melalui program relokasi PKL yang dilakukan pemerintah juga memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi PKL. Menurut para PKL kebijakan relokasi hanya fokus terhadap keberhasilan proyek normalisasi sungai BKT dan Kali Es saja sedangkan untuk kehidupan para PKL setelahnya kurang mendapat perhatian. Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui dampak kebijakan pemerintah terkait penaataan atau relokasi PKL di Bantaran Kali Es Sawah Besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi para pedagang pascarelokasi.
Evaluasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Taman Hijau Kota Purwodadi Wahjoerini; Anggun Laras Sakti; Agus Sarwo Edy Sudrajat
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/weak3874

Abstract

Taman Hijau Kota Purwodadi merupakan salah satu ruang terbuka publik yang memiliki peran penting di wilayah Kabupaten Grobogan. Taman ini menjadi tempat beragam aktivitas sosial dan rekreasi bagi warga perkotaan serta memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pemanfaatannya belum maksimal, terutama karena keterbatasan fasilitas seperti tempat duduk, pencahayaan, dan jalur pejalan kaki, yang dapat mengurangi kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai fungsi sosial, ekonomi, dan ekologis taman tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan analisis skor. Hasil kajian menunjukkan bahwa taman berfungsi sebagai ruang sosial, tempat berbagai kegiatan seperti olahraga, rekreasi, dan aktivitas komunitas. Di sisi ekonomi, taman mendukung usaha kecil, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya fasilitas seperti tempat khusus bagi pedagang kaki lima dan sarana pembuangan sampah. Dari aspek ekologis, taman masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal penghijauan dan pengelolaan limbah serta air. Evaluasi lanjutan menyoroti tantangan utama yang dihadapi, yakni minimnya fasilitas pendukung, sarana yang belum memadai, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan taman.
Evaluasi Tingkat Kepuasan dan Prioritas Pemenuhan Infrastruktur Kawasan Candi Berdasarkan Persepsi Pekerja Agus Sarwo Edy Sudrajat; Akbar Diva Mahendra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3343

Abstract

Pertumbuhan kawasan industri sebagai dampak urbanisasi turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia. Kawasan Industri Candi di Kota Semarang menjadi salah satu contohnya, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan dan prioritas pemenuhan infrastruktur berdasarkan persepsi pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 pekerja dari 111 perusahaan, dengan teknik multi-stage random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis. Hasil menunjukkan bahwa dari total infrastruktur yang dianalisis, sebelas telah memenuhi standar, empat cukup memenuhi, dan satu belum memenuhi pedoman teknis kawasan industri. Tingkat kepuasan pekerja terhadap ketersediaan dan kondisi infrastruktur mencapai 72% (kategori puas), sedangkan tingkat kesesuaian antara kepentingan dan kepuasan sebesar 99%. Meski demikian, lima infrastruktur jaringan jalan, jaringan air bersih, sistem pengolahan sampah, unit pemadam kebakaran, dan sarana Kesehatan masih memerlukan pemenuhan atau perbaikan segera. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola dan pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan infrastruktur, guna mendukung keberlangsungan industri dan kesejahteraan pekerja secara optimal.