Septrianesa
Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Palembang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Proteksi Petir Eksternal dan Estimasi Kenaikan Tegangan pada Sistem Pentanahan Stasiun Penyimpanan Avtur Pulau Layang Septrianesa; Muhammad Abu Bakar Sidik
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.199 KB) | DOI: 10.36706/jres.v2i2.31

Abstract

Fenomena petir merupakan pertistiwa lepasnya muatan listrik (electric discharge) yang terjadi di atmosfer, diikuti dengan semburan cahaya dan radiasi gelombang elektromagnetik karena efek perpindahan muatan yang terjadi antara bumi dan udara. Sambaran petir yang dapat menimbulkan kerusakan fatal mengakibatkan diciptakanlah usaha proteksi petir guna melindungi dari akibat sambaran petir. Untuk menciptakan proteksi petir yang optimal diperlukan pengetahuan tentang segala hal mengenai petir itu sendiri dan juga proteksi petir yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem proteksi eksternal petir yang sedang dikerjakan pada Stasiun Penyimpanan Avtur Pulau Layang dengan menggunakan software SketchUp kemudian membuat rangkaian ekivalen SPP petir untuk dilakukan perhitungan besar tegangan saat sambar petir menggunakan software ATP-Draw. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga belas bangunan memiliki kebutuhan air termination dan down conductor yang berbeda. Kemudian untuk hasil simulasi besar tegangan yang timbul saat sambaran petir mengenai down conductor bangunan office building, tangki avtur dan lampu jalan secara berurutan yaitu 22.729 kV, 23.506 kV dan 22.798 kV. Nilai tegangan yang timbul pada bangunan tangki avtur lebih besar dibandingkan bangunan office building dan lampu jalan. Nilai tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya yaitu perbedaan struktur dan tinggi bangunan. Perbedaan tersebut membuat rangkaian ekivalen untuk tiap bangunan juga berbeda.